Game of Thrones: Tiada Joffrey, Ramsay Bolton Pun Jadi

Ramsay Bolton menjadi sImbol kebencian baru di Game of Thrones. Apakah ia bisa melebihi kebencian orang-orang terhadap Joffrey Baratheon?

Dalam tiap cerita epik, hamper selalu ada tokoh protagonis dan tentunya ada tokoh antagonis. Begitu juga dengan novel karya GRR Martins yaitu The Song of Ice and Fire, yang diadaptasikan ke dalam serial TV dengan judul Game of Thrones. Orang-orang mungkin punya tokoh protagonis favoritnya masing-masing, seperti Jon Snow, Daenerys Targaryen, hingga Tyrion Lannister. Namun bisa dibilang para fans akan setuju bahwa antagonis paling dibenci di serial TV ini adalah Joffrey Baratheon. Sang Boy King ini terkenal dengan karakternya yang manja, kejam, hingga menyebalkan. Joffrey Baratheon pun “sukses” menjadi simbol kebencian di serial TV Game of Thrones season 1 hingga season 4.

Namun Joffrey menemukan ajalnya dengan cara yang ironis. Ia diracuni mertuanya sendiri di hari pernikahannya. Dengan kematian Joffrey, apakah berarti jadi tidak ada sosok paling dibenci di Game of Thrones lagi?

Tidak juga, tuh..

Ketiadaan Joffrey Baratheon bukan berarti sosok paling dibenci menjadi hilang begitu saja. Sayangnya ada tokoh lain yang patut menjadi symbol kebencian baru di Game of Thrones. Ia adalah Ramsay Snow, anak haram dari Roose Bolton yang telah dilegitimasi menjadi Ramsay Bolton. Di season 5 ini, karakter Ramsay Bolton menjadi semakin kejam dan sadis. Bahkan perannya semakin menonjol ketika ia menikahi Sansa Stark dan kini sedang bersiap menghadapi serangan Stannis Baratheon. Apakah ia bisa menggantikan peran antagonis paling dibenci pemirsa?

Berikut adalah beberapa hal yang bisa membuat Ramsay Bolton lebih dibenci daripada Joffrey Baratheon.


Bastard yang lebih Bastard


Kesamaan antara Joffrey dan Ramsay adalah bahwa mereka sama-sama anak haram. Dimana Joffrey adalah hasil inses antara Cersei Lannister dengan Jaimee Lannister. Sedangkan Ramsay Bolton adalah anak Roose Bolton dengan istri seorang tukang giling. Hanya saja fakta Joffrey sebagai anak haram menjadi rahasia umum namun orang-orang tetap menganggapnya sebagai pewaris sah tahta Robert Baratheon. Sedangkan orang-orang tahu bahwa Ramsay adalah anak haram dan ia hidup dengan status itu.

Ketika Ramsay dilegitimasi sebagai Ramsay Bolton, ulahnya pun semakin menjadi-jadi. Menjadi bangsawan bukan berarti membuat dirinya berusaha menjadi orang yang terhormat, Ramsay malah semakin sadis dan menggunakan kebangsawanannya untuk berbuat semena-mena. Hal ini membuat Ramsay tampak lebih berbahaya daripada Joffrey, walaupun Joffrey sejak awal memiliki kebangsawanannya sejak lahir tapi sudah bertindak semena-mena dan sadis. Namun bagi Ramsay, tindakannya ini tidak membahayakan nama baik keluarga Bolton.


Penyiksa Sansa Stark

Baik Joffrey maupun Ramsay Bolton, mereka dipasangkan dengan Sansa Stark. Namun bagi Joffrey, Sansa hanya sampai ke tahap calon tunangan dan jadi batal setelah ia meminang Margaery Tyrell. Yang berlanjut ke pernikahan dengan Sansa justru adalah pamannya, Tyrion Lannister. Dan setelah Sansa dan Tyrion menghilang pasca kematian Joffrey dan Tywin Lannister, Sansa kabur bersama Littlefinger dan dinikahi dengan Ramsay Bolton di Winterfell.

Sial bagi Sansa, kedua orang ini, Joffrey maupun Ramsay, sama-sama menyiksa hidupnya. Joffrey menyiksa Sansa karena dianggap sebagai anak pengkhianat setelah ia mengeksekusi Ned Stark, ayah dari Sansa. Sedangkan saat menikah dengan Ramsay, Sansa tidak luput dari penyiksaan Ramsay. Hanya kali ini siksaan Ramsay Bolton dianggap keterlaluan, bahkan sejak membuat rating Game of Thrones turun drastis karena adegan tersebut!

Lanjut ke halaman 2…

1
2

SHARE
Previous articleWanita Seksi Dalam Promosi Bikini Warriors Ini Makin NSFW Saja!
Next articleNintendo NX Masih Misterius, Kini Dikabarkan Ga Jadi Pakai Android!
Toto yang merupakan pemerhati dunia komik dan game ini pernah menjalani karier sebagai editor buku anak selama 3 tahun. Bekerja dalam dunia anak membuat jiwa mudanya selalu ada dalam kehidupan sehari-hari. Saat ini, orang yang melanjutkan karier nya sebagai perancang pameran ini suka bereksplorasi seni melalui tulisan dan gambar (desain), yang kebanyakan terinspirasi dari berbagai komik dan game kesukaannya.