Karya-karya Keren Developer Yogyakarta Mejeng dalam Showcase GDG 2015!

showcase gdg 2015 yogyakarta

Beberapa developer game Jogja dan sekitarnya pun ikut ambil bagian dalam showcase GDG 2015 Yogyakarta. Seperti apa serunya?

Seperti yang sudah kami tuliskan sebelumnya, Game Developers Gathering (GDG) 2015 Yogyakarta menjadi sarana unjuk gigi bagi para developer di kota tersebut dan juga kota-kota sekitarnya. Tercatat ada sekitar sembilan studio yang hadir, dimana mereka datang bukan hanya dari Yogyakarta, melainkan juga dari Salatiga, Solo, bahkan Bandung dan Bali. Mereka terlihat cukup antusias dalam menggelar showcase GDG 2015 Yogyakarta, sekalipun ada beberapa diantara mereka yang masih capek karena baru mengikuti event yang ada di Surabaya.

showcase gdg 2015 yogyakarta

Meskipun tidak membawa game multiplayer offline yang meramaikan area seperti yang dilakukan oleh para developer Surabaya, namun beberapa game yang dipamerkan tampak juga bisa membuat ramai keadaan. Salah satunya adalah demo Renegade Death dari Enthrean Guardian dan Hinocyber yang cukup menyita perhatian dengan layar televisi yang dibawanya. Beberapa pengunjung yang sempat mencoba game ini tampak kesulitan mengalahkan boss terakhir dari game tersebut, namun tidak sedikit juga yang berhasil dan mendapatkan merchandise dari sang developer.

showcase gdg 2015 yogyakarta

Selain Enthrean Guardian, salah satu developer dari Salatiga lainnya, Educa Studio juga tidak ketinggalan ikut ambil bagian dalam showcase ini. Studio yang terkenal dengan seri game edukasi seperti Marbel dan RIRI ini membawa satu game baru, Baby Airport yang memberikan edukasi kepada anak-anak mengenai aktivitas yang terjadi di airport, tentunya dengan animasi dan gaya grafis yang lucu. Selain mengisi area showcase, CEO dari Educa Studio sendiri, Andi Taru juga menjadi salah satu pembicara dalam sesi sharing GDG 2015.

showcase gdg 2015 yogyakarta

showcase gdg 2015 yogyakarta

Selain dua studio dari Salatiga tersebut, booth dari Stellar Null juga tampak jarang sepi dari pengunjung. Kali ini selain membawa game Layer yang cukup sukses di iTunes App Store (bahkan sempat menembus Top 10 kategori Puzzle di US dan di-featured oleh Apple!), mereka juga membawa game Frontgate Frontier yang cukup membuat “kesal” namun adiktif. Selain itu, ada juga Wisageni, studio yang sebelumnya mengikuti Casual Connect Asia 2015, yang membawa game Ultimate Tower untuk platform web. Kabarnya game ini sudah hampir jadi, dan siap untuk diluncurkan di salah satu portal game flash dalam waktu dekat.

showcase gdg 2015 yogyakarta

duniaku-showcasegdgjogja-6

Ada dua studio yang “melanjutkan” perjalanan dari Surabaya. Artinya, mereka kembali mendapatkan kesempatan showcase di Yogyakarta setelah sebelumnya juga mengikuti showcase di kota Pahlawan tersebut. Mereka adalah Own Games yang menampilkan Own Super Squad dan Miracle Gates Studio yang membawa game Dreamland. Own Games mempromosikan game yang saat ini juga hadir untuk iOS tersebut dengan cara memberikan merchandise kepada pengunjung yang sudah mencoba dan men-download game-nya. Sedangkan game Dreamland dari Miracle Gates Studio sendiri tampaknya bakal memiliki sebuah story yang kuat, dan rencananya bakal dirilis untuk PC dan smartphone.

duniaku-showcasegdgjogja-2

Beberapa studio lain yang mengikuti showcase antara lain Classeven studio yang membawa beberapa game seperti Gemstone Hunter yang terinspirasi dari tren batu akik saat ini di Indonesia, ArKode dengan game Matematikan yang menguji kemampuan berhitungmu, dan Qua@rk yang membawa demo game-game AR (Augmented Reality) untuk sarana pendidikan dan juga optimasi engine Unity 5 untuk membuat game yang bisa dimainkan di device low end sekalipun.

duniaku-showcasegdgjogja-5

5 Juni 2015 besok GDG 2015 akan berlanjut di Jakarta, tepatnya di Binus University. Seperti apa keseruannya? Ikuti terus liputannya di Duniaku ya!


SHARE
Previous articleBethesda Tawarkan “Tujuan Wisata” Baru, Menjelajahi Kota Besar Pasca Kiamat!
Next articleStella Nox Fleuret Dinyatakan Tewas, “Luna Maya” Tak Bisa Hibur Para Gamer!
Ex Managing Editor majalah Zigma dan Omega yang mengawali karirnya sebagai kontributor sebuah blog teknologi. Febrizio dikenal juga suka dengan teknologi, film, pengembangan software, perkembangan sepakbola, serta saat ini juga mulai tertarik untuk mempelajari proses pengembangan game.