Review Episode Game of Thrones: Hardhome, Episode Terbaik Season Ini!

Game-of-Thrones-Iron-Throne-800x534

Sejauh ini, kualitas season 5 Game of Thrones agak timpang. Tidak terlibatnya George R.R. Martin dalam season terbaru ini tampaknya membuat tim produksi HBO, yang harus menyusun sendiri plot mereka, kebingungan. Namun, episode Hardhome datang pekan lalu, mengejutkan fans dengan kualitas luar biasa. Tak salah lagi, inilah episode terbaik season ini, atau bahkan untuk seluruh serial ini! Penasaran? Baca review episode Game of Thrones ini untuk tahu lebih jauh!

Review episode Game of Thrones ini akan membagi ringkasan plot ke karakter-karakter yang mendapat sorotan utama. Siapa saja? Mari kita lihat.


1

Plot Daenaerys-Tyrion: Akhirnya Mereka Bertemu!


Review Episode Game of Thrones - Tyrion Daenaerys

Review episode Game of Thrones: Hardhome ini dimulai dari sudut pandang dua karakter yang pertama tampil.

Game of Thrones: Tiada Joffrey, Ramsay Bolton Pun Jadi

Tanpa Joffrey Baratheon bukan berarti sosok paling dibenci jadi hilang. Tokoh lain yang menjadi simbol kebencian di Game of Thrones adalah Ramsay Bolton
Baca Juga

Di antara karakter-karakter Game of Thrones, Tyrion dan Daenaerys termasuk yang sering disebut-sebut sebagai favorit. Walau terlahir cacat, Tyrion memiliki kecerdasan dan karisma tinggi serta – terutama – moral yang baik, membedakan dia dari kebanyakan bangsawan yang hidup di eranya. Daenaerys membangun kekuatan di luar Westeros, siap untuk menghancurkan siklus kehancuran mengerikan yang menguasai negeri kelahirannya itu dan mendatangkan era baru.

Di buku, baru ada hint kalau Tyrion dan Daenaerys akan bertemu. Yah, serial TV Game of Thrones memutuskan untuk mempercepat pertemuan mereka. Hardhome bahkan dibuka dengan adu karisma antara Emillia Clarke dan Peter Dinklage. Sejauh ini, walau ia sudah memiliki pasukan dan didukung oleh naga, Daenaerys (versi film dan buku) memang terasa… naif. Ia mungkin bisa mencaplok banyak daerah Westeros, namun kelemahannya ini bisa dengan mudah dimanfaatkan oleh para bangsawan licik di daerah sasarannya.

Tyrion, seperti yang bisa kamu lihat di episode ini, tampaknya mampu mengatasi kelemahan Daenaerys itu dan membawanya selangkah lebih dekat menuju impiannya. Lihat saja logika Tyrion dalam membantu Daenaerys memutuskan nasib Ser Jorah Mormont. Di sisi lain, jawaban yang Daenaerys tunjukkan dalam dialognya dengan Tyrion di tengah episode menegaskan kalau dia juga tidak akan sekedar menjadi boneka yang sepenuhnya mengikuti saran Tyrion. Ia memiliki visi, dan dia bertekad untuk meraihnya. Hubungan ini bisa menjadi sangat menarik.

Tak salah lagi, interaksi Daenaerys-Tyrion sepanjang episode ini bisa menjadi bagian paling kuat untuk episode-episode yang lebih “sepi.” Bahkan pemeran kedua karakter pun mungkin telah tidak sabar menanti interaksi antara Daenaerys dan Tyrion. Namun Hardhome bukanlah episode yang “sepi,” sehingga plot poin ini hanya menjadi salah satu sisi positif dalam review episode Game of Thrones kali ini, dan ini… masih bukan sisi yang terkuat.


2

Plot Cersei: Nikmati Penderitaannya Selagi Kamu Bisa!


Review Episode Game of Thrones - Cersei (2)

Dalam episode ini, Cersei masih menelan pil pahit dari rentetan keputusan buruk yang ia ciptakan. Faith Militant, organisasi yang ia bangkitkan kembali, masih memenjaranya. Ancaman yang ia lontarkan tak lagi berguna. Kevan Lannister yang sempat ia hina tidak mau membantunya, dan Tommen, putranya sendiri, juga tidak bisa menolongnya dari situasi ini. Sejak dulu-dulu juga sudah terlihat kalau putri Tywin Lannister ini dengan bodohnya menyebabkan ia ditinggalkan oleh pendukung-pendukungnya, bahkan Jamie. Ini adalah akhir yang logis untuk deretan kesalahan itu.

Dan kalau plot Cersei ini akan melanjutkan mengikuti hukumannya di buku, ia bisa mengalami perlakuan yang lebih buruk lagi dalam episode mendatang.

Menyenangkan memang melihat wanita licik ini akhirnya terkena batunya. Namun, selama dia bernafas, Cersei masih bisa membalikkan keadaan sehingga dia bisa kembali unggul. Tetap saja, fans Game of Thrones yang telanjur membenci karakter ini habis-habisan pasti akan menikmati situasi yang dia ciptakan sendiri ini sambil tersenyum lebar.

1
2
REVIEW OVERVIEW
Skor Episode
95 %

SHARE
Previous articleDoujin Manga Naruto Ini Menjelaskan Bagaimana Sasuke dan Sakura Akhirnya Menikah
Next articleGDG 2015 Yogyakarta, Ajang Unjuk Gigi Developer Kota Gudeg dan Sekitarnya!
Novelis yang telah menulis cerpen Apollyon di Fantasy Fiesta 2010, Selamanya Bersamamu di Fantasy Fiesta 2011, serta novel Hailstorm dan Redfang untuk seri Vandaria Saga. Menyukai dunia video game, literatur, komik, dan tabletop game. Berharap suatu saat nanti bisa menguasai dunia lewat karya-karyanya.