Gawat, Kebijakan Refund Steam Bikin Developer Indie Rugi!

refund steam

Kebijakan refund Steam ternyata membuat developer indie merugi karena angka refund game yang mereka kembangkan meningkat sangat drastis.

Kebijakan Refund Steam Diberlakukan. Kabar Baik atau Kabar Buruk?

Kebijakan refund Steam untuk game-game yang sudah dibeli mulai diberlakukan. Apakah ini sebuah kebijakan baik, atau justru menimbulkan banyak masalah?
Baca Juga

Sekitar awal bulan Juni kemarin, Steam menerapkan kebijakan baru yang bisa dibilang pro kepada gamer, dimana kini gamer sudah bebas melakukan refund alias meminta uang mereka kembali untuk alasan apapun. Namun ada syaratnya, refund tersebut harus dilakukan maksimal 14 hari setelah waktu pembelian dan tidak lebih dari dua jam dimainkan. Kebijakan refund Steam ini mungkin disambut antusias oleh gamer, akan tetapi tidak oleh developer, terutama yang masih berstatus indie. Lho kenapa?

Beberapa developer indie melaporkan pendapatan yang merosot dan angka refund yang tinggi setelah kebijakan ini diterapkan. Sebut saja Puppy Games, developer dari Revenge of The Titans yang mengungkapkan bahwa angka refund dari game tersebut yang mencapai 55% setelah Steam mengumumkan kebijakan tersebut. Angka yang cukup tinggi, apalagi mengingat ini hanya terjadi di satu game saja. Bandingkan dengan 10 tahun kiprah Puppy Games, yang total hanya menerima lima permintaan refund saja untuk semua game mereka!

refund steam

Qwiboo tidak lebih beruntung dibandingkan Puppy Games. Developer dari Beyond Gravity ini mengungkapkan bahwa tiga hari berturut-turut setelah Steam mengkonfirmasikan kebijakan baru ini, mereka menerima 13 refund dari total 18 game yang terjual. Artinya, angka refund untuk game ini sangat tinggi, mencapai 72%. Padahal, sebelumnya mereka mengaku angka refund game ini sangat minimal, yang bisa dilihat dari grafik di bawah ini.

refund steam

Matt Gambell dari Skatanic Studios, developer dari RPG Tycoon pun mempermasalahkan hal serupa. Tujuh hari pertama di bulan Juni, ada sekitar 20 orang yang meminta refund, dari total 60 kopi yang terjual. Padahal, di bulan Mei (atau sebelum kebijakan refund steam diberlakukan), dirinya hanya menerima SEKALI refund dari keseluruhan game yang dijual. Duh…

Matt pun memiliki analisis tersendiri untuk mencari permasalahan yang terjadi dalam kebijakan refund Steam ini. Dan dia berpendapat bahwa kurangnya komunikasi dengan developer adalah permasalahan utamanya. “Sebagian masalah dalam kebijakan ini adalah tidak ada cara bagi developer untuk mengetahui mengapa user meminta refund,” tulisnya dalam blog resminya. “Tidak ada komunikasi dengan saya sebagai developernya. Sehingga saya jadi memiliki banyak pertanyaan, apakah mereka (user yang melakukan refund) mengalami masalah teknis? Apakah ada masalah yang bisa diselesaikan dengan berbicara kepada saya? Apakah mereka tidak sengaja membeli 7 kopi game yang sama, apakah mungkin?” curhatnya lebih lanjut.

Monster Summer Sale, bakal semakin memperparah keadaan?
Monster Summer Sale, bakal semakin memperparah keadaan?

Steam Monster Summer Sale Dimulai, Inilah Momok Paling Seram untuk Isi Dompet!

Momok paling menyeramkan untuk isi dompet akhirnya datang. Steam mulai menggelar pesta diskonan Steam Monster Summer Sale mulai hari ini!
Baca Juga

Mendengar keluhan-keluhan di atas sepertinya nampak jelas bahwa kebijakan refund Steam ini masih banyak “celah” yang menguntungkan gamer, tidak untuk developer. Kurangnya komunikasi dengan developer mungkin menjadi satu masalah yang seharusnya bisa segera diselesaikan oleh Steam. Yah, paling tidak developer harus tahu apa alasan gamer yang melakukan refund. Misalkan alasannya karena masalah teknis, jika developer tahu tentu mereka akan segera merilis patch untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Masalah ini mungkin tidak berdampak banyak kepada developer game AAA dengan penjualan game puluhan hingga ratusan ribu dalam sehari. Namun, developer indie yang hanya menjual puluhan game dalam sehari, tentu hal ini sangat berdampak banyak bagi pendapatan mereka. Apakah dalam Summer Sale yang tengah berlangsung saat ini semakin “memperparah” masalah ini? Mengingat saat ini penjualan di Steam tengah meningkat, dan tentu ada kemungkinan angka refund semakin meningkat juga.

Bagaimana pendapat kalian? Share di kolom komentar ya!

Sumber: Kotaku


SHARE
Previous articleTanya-tanya tentang Tanya MKX
Next articleButuh Motivasi? Model Jepang Ini Siap Membantumu Untuk Lebih Semangat!
Ex Managing Editor majalah Zigma dan Omega yang mengawali karirnya sebagai kontributor sebuah blog teknologi. Febrizio dikenal juga suka dengan teknologi, film, pengembangan software, perkembangan sepakbola, serta saat ini juga mulai tertarik untuk mempelajari proses pengembangan game.