Battleborn, Perpaduan Unik MOBA dengan Pertarungan Game FPS

Arwah Handsome Jack Menghantui Tales From the Borderlands

Tales from the Borderlands Episode 2: Atlas Mugged dirilis minggu depan. Dan di sini arwah Handsome Jack masih saja menghantui karakter kalian.
Baca Juga

Juli 2014 lalu, 2K Games dan Gearbox Software memperkenalkan satu IP baru untuk kita. Dua nama yang sudah identik dengan franchise Borderlands tersebut mengkonfirmasikan Battleborn untuk PlayStation 4, XboxOne & PC. Saat itu diungkapkan jika Battleborn ditangani oleh tim yang berada di balik suksesnya game perpaduan shooter dan role-playing-game, Borderlands 2. Seperti proyek mereka sebelumnya, Battleborn juga dianggap sebagai sebuah perpaduan beberapa genre yang ambisius. Game ini menggabungkan gaya visual yang stylish serta mekanis first-person shooting, dipadukan dengan sistem pertarungan koperatip ala game Gearbox Software (baik yang terskenario atau multiplayer untuk kompetisi) yang sudah diakui melalui bebereapa game mereka sebelumnya, serta tidak ketinggalan menghadirkan roster karakter hero yang beragam.

Borderlands Tambah Ganteng, Harganya Setara Satu Unit Konsol!

Borderlands Jadi Makin Ganteng Ketika Dimainkan di Konsol Next Gen
Baca Juga

Setting waktunya di masa depan, di sebuah dunia fantasi fiksi ilmiah, dimana setiap spesies kabur ke sebuah planet yang masih layak ditinggali, yang disebut Solus, setelah mengalami musibah besar yang menghancurkan banyak planet dan bintang di alam semesta. Spesies tersebut terbagi menjadi beberapa faksi ketika mereka tiba di Solus, kemudian mereka bergabung, dan bekerjasama dengan mengirim satu petarung terbaiknya yang kemudian dikenal sebagai “battleborn.”. Tujuannya? Untuk melawan Varelsi, yang dianggap sebagai pemicu malapetaka yang mengantarkan mereka sampai ke Solus.

 

Setelah konfirmasi awalnya, kita hanya mendapatkan banyak video dari para awak media yang menghadiri acara preview di New York Juli 2014 lalu. Baru kemudian melalui event Electronic Entertainment Expo 2015, 2K Games dan Gearbox Software memberikan update mengenai game ini, fitur dan mode yang bisa kalian mainkan, sekaligus juga sebuah video gameplay demo lebih dari 20 menit panjangnya (game ini juga didemokan selama E3 2015 lalu), yang bisa kalian nikmati di bawah ini:

Battleborn: For Every Kind of Badass (E3 2015 Trailer)

Battleborn E3 Gameplay Demo

Battleborn merupakan sebuah perpaduan genre, FPS dengan mekanis koperatip dan kompetitif yang diselimuti gaya visual unik dan dunia imajinatif. Battleborn juga diklaim menjadi menjadi proyek video game paling ambisius yang ditangani Gearbox.

Roket Borderlands Menyusul ke Bulan

Setelah pertama kali dikonfirmasikan April 2014 lalu, akhirnya 2K dan Gearbox Software mengumumkan kapan Borderlands: The Pre-Sequel akan dirilis.
Baca Juga

Battleborn aslinya sebuah first-person shooter namun dengan memadukan elemen dari tipikal genre multiplayer online battle arena, dimana kalian turut serta dalam sebuah peperangan melalui sudut pandang first-person. Tidak seperti first-person shooter lainnya, quest dan mode permainannya didesain mengajukan fitur dan format seperti sebuah MOBA. Dengan demikian kalian menjumpai sistem leveling, yang bakal di-reset ketika pertarungan dimulai. Kalian memulai dengan level basic yang sama, dan bisa membuka skill dan ability baru selama pertarungan. Dan ketika kalian mendapatkan cukup skill point serta bisa naik level, mereka bisa memilih meng-upgrade dua ability sekaligus.

Untuk karakternya, sejauh ini Gearbox menargetkan 25 karakter playable bakal tersedia ketika game ini dirilis. Masing-masing karakter memiliki ability dan senjata yang berbeda. Misalnya, Rath bertarung dengan serangan melee menggunakan katana, sedangkan Thorn merupakan karakter yang bertarung dari jarak jauh, menggunakan senjata utama busur panah. Ada karakter yang berperan sebagai support, seperti Miko, yang memiliki keahlian memulihkan karakter lain dalma timnya.

Masing-masing karakter juga mendapatkan “ultimate ability” mereka sendiri, selain juga bisa melancarkan rapalan sihir dengan efek area. Karakter yang dikendalikan oleh AI dalam mode multiplayer juga bisa kalian temui selama permainan. Kalian juga bisa merubah sudut pandang ke tampilan third-person untuk mengaktifkan ability. Selain di mode yang memang ditujukan untuk permainan multiplayer, mode campaign-nya, yang umumnya dimainkan secara solo, bisa juga dijalankan secara koperatip dengan empat pemain lainnya. Mode kompetitif multiplayer yang diperkenalkan selama E3 2015 kemarin diantaranya, Meltdown, sebuah mode Arena, kemudian Incursion, yang menugasi kalian menghancurkan markas musuh, serta Devastation, yang menugasi karakter untuk menguasai markas musuh.

Kami sudah mengulas salah satu modenya,  5 v. 5 Incursion, sebuah mode yang mengkombinasikan gameplay FPS dengan ritme yang cepat, dengan elemen strategi berbasis team, sehingga mengingatkan kami pada tipikal game MOBA seperti DotA 2 atau League of Legends. Kamu memainkan salah satu dari dua tim battleborn dengan anggota lima orang, dalam memburu battleborn lainnya dalam sebuah area hutan dan gurun dan berusaha menguasai map, sementara NPC robot lainnya mengobarkan perang satu-sama-lain di tengah medan perang.

Dalam setiap ronde, kareakter mulai ditempatkan di tengah medan pertarungan dengan ability paling mendasar, dan mereka bisa berkembang melalui 20 level yang meningkat berdasarkan perolehan experience. Hal itu memungkinkan pemain untuk mengkustomisasi ability dan membuka banyak gaya bermain lainnya. Banyak elemen gameplay mode multiplayer kompetitif tersebut dibawa ke mode campaign story-mode-nya yang berbasis koperatip.

2K Games mengungkapkan jika Battleborn bakal dirilis kuartal keempat 2015, atau kuartal pertama tahun 2016, atau sebelum 31 Maret 2016.


SHARE
Previous articleBegini Caranya Mengubah Kartu TCG-mu Jadi 3D! (Tanpa Alat Khusus!)
Next articleVideo Terbaru Aksi Perlawanan Cewek Cantik Melawan Penguasa Neraka dalam Makai Shin Trillion
Penggemar strategy RPG Jepang, serta semua serial Super Robot Wars, yang saat ini masih menjadi kontributor penulis artikel game guide salah satu media game Indonesia. Mulai memburu game-game mobile, dan juga emulator melalui gadget Android, hanya untuk memainkan kembali game-game RPG klasik, yang menurutnya tetap lebih baik dibandingkan game modern.