Awas, Tontonan Jepang Ini Bikin Puasamu Nggak Afdol!

Puasa-puasa begini pasti ada banyak cara yang bisa dilakukan selama ngabuburit sambil menunggu adzan Maghrib, termasuk dengan melahap tontonan. Tenang, penulis nggak bermaksud mengajak kamu semua batal puasa berjamaah. Kalau kamu buka halaman ini dengan pikiran tontonan Jepang yang bisa mengurangi keafdolan puasa cuma yang dibintangi Miyabi dkk, upss… kamu salah. :D

Tontonan Jepang feature - Kyoko Fukada

Menurut Pak Ustadz, menangis gara-gara nonton sinetron juga akan membuat pahala puasamu minus. Berhubung belakangan ini belum ada sinetron Indonesia yang mampu menguras air mata, penulis mau berikan kamu rekomen sejumlah “sinetron” alias drama Jepang yang bisa kamu tonton setelah buka puasa dan taraweh! Hitung-hitung menemani kamu menunggu sahur juga.


4

Kamisama, Mou Sukoshi Dake (God, Please Give Me More Time)


Tontonan Jepang - Kamisama Mou Sukoshi Dake

Cara Cari Jodoh Lewat Bau Badan!

Pheromone Parties adalah metode baru untuk cari jodoh yang niscaya bakal langgeng: dari bau badan! Tenang, isi artikel ini nggak sejorok bayanganmu.
Baca Juga

Serial tahun 1998 yang dibintangi oleh Kyoko Fukada dan Takeshi Kaneshiro ini punya latar cerita galau tentang penulis lagu beken dan fans (bisa dibilang groupie) setianya. Kyoko berperan sebagai Masaki Kano, si groupie yang rela menjual dirinya demi tiket konser sang artis pujaan, Keigo Ishikawa (Takeshi). Tak dinyana, pengorbanan tersebut memerosokkan hidupnya kepada terjangkitnya Masaki oleh virus HIV. Kamisama, Mou Sukoshi Dake akan mengajakmu ikut berduka menyaksikan kisah Masaki yang bertahan hidup di antara rentetan konflik batin yang menerpanya pada denting waktu yang kian mencekiknya.


3

Soredemo, Ikite Yuku (Even So, I Keep On Living)


Tontonan Jepang - Soredemo Ikite Yuku

Tontonan Jepang yang satu ini mengusung alur kelam berbumbu romance. Kisahnya menceritakan 2 keluarga bermasa lalu rumit. Eita memerankan Hiroki yang adiknya dibunuh saat masih kecil oleh sahabat sepermainannya sendiri. Hikari Mitsushima, mantan anggota grup vokal Folder 5, memerankan Futaba yang merupakan adik dari si pembunuh. Masing-masing hidup dalam keterpurukan pasca pembunuhan tersebut, hingga keduanya tanpa sengaja bertemu kembali dan saling menopang untuk penuntasan beban masa lalu. Meski merasakan kecocokan yang dalam satu sama lain, mereka tak mungkin bersatu karena latar belakang dan tanggung jawab masing-masing.


2

1 Litre of Tears


Tontonan Jepang - 1 Litre of Tears

Fakta FF VII yang Belum Tentu Ada di Versi Remake!

Keempat fakta unik Final Fantasy VII ini tampaknya terlalu unik hingga ada yang mustahil dimunculkan di versi remake. Hantu Aerith, easter egg Xenogears...
Baca Juga

1 Litre of Tears / 1 Litre no Namida adalah salah satu tontonan Jepang wajib jika kita membicarakan drama penguras air mata. Diangkat dari kisah nyata, Aya (diperankan oleh Erika Sawajiri) menderita penyakit mematikan Ataxia, di mana pasien akan mengalami degenerasi syaraf satu persatu hingga seluruh anggota tubuh tak bisa digunakan lagi. Perjuangan Aya yang didukung oleh keluarga, kekasih, dan teman-temannya ini diracik dalam 11 episode mengharukan dan 1 episode spesial. Wah, kalau puasa-puasa nonton ini sih dijamin batal!


1

Nobody Knows


Sebuah film yang luar biasa menyentuh ini juga merupakan adaptasi kisah nyata dari kejadian tahun 1988. Empat anak di bawah umur dari seorang wanita dengan ayah yang berbeda-beda harus menjalani kehidupan yang pahit setelah ditelantarkan oleh ibu mereka. Dengan uang pas-pasan, si sulung Akira (oleh Yuya Yagira) harus menggunakan berbagai macam cara untuk menjaga adik-adiknya bertahan hidup. Apiknya penceritaan Nobody Knows (judul asli: Daremo Shiranai) membuatnya populer lewat Cannes Film Festival di tahun 2004, di mana Yuya Yagira berhasil menyabet penghargaan Best Actor sebagai aktor Jepang termuda sekaligus pertama yang menang di ajang internasional tersebut.

Tontonan Jepang - Nobody Knows

Daftar di atas hanya sedikit dari tontonan Jepang yang boleh ditonton setelah kamu buka puasa. Ada tambahan? Silakan tulis di kolom komentar!


SHARE
Previous articleTrailer Live-Action Bakuman Tunjukan Perjuangan Ashirogi Muto Untuk Menjadi Mangaka
Next articleReview Yakuza Apocalypse – Saat Mad Dog Melawan Vampir Yakuza
Wanita yang jatuh cinta pada game sejak tahun '90-an ini pernah dijuluki Dewigim sewaktu SMA. Selain punya hobi simpang siur antara game, anime, manga, dan dorama, dia juga memiliki ketertarikan akut pada musik video game. Berkarir di dunia game publishing selama 2 tahun terakhir diyakininya sebagai passion seumur hidup.