Setelah Naruto, Saatnya One Piece Live Action: Versi Kabuki!

Kesuksesan One Piece yang luar biasa selama bertahun-tahun memang tak ada habisnya, hingga menginspirasi lahirnya berbagai produk dengan franchise manga bajak laut ini. Seolah belum cukup puas atas kejayaannya dalam dunia manga, anime, game, aneka merchandise, bahkan tempat wisata, One Piece juga segera hadir dalam pentas nyata. Uniknya, One Piece live action akan dipertontonkan di atas panggung kabuki!

One Piece Live Action Kabuki

Going Merry Asli Siap Rekrut Anak Buah Luffy

Luffy segera menjadi Raja Bajak Laut, dan jelas dia butuh lebih banyak kru. Apa kalian berminat melamar menjadi anggota bajak laut Topi Jerami?
Baca Juga
Sebagai bentuk kesenian teater tradisional Jepang, kabuki menggabungkan drama, tari, dan puisi dengan kostum lengkap beserta dandanan tebal para aktornya. Rasanya sulit membayangkan karakter One Piece yang modern berbalut busana dan make-up berat. Namun demikian, kabuki agak berbeda dengan pertunjukan Noh yang ditujukan untuk kalangan atas. Pentas kabuki menarget penonton umum dan biasanya banyak melibatkan teriakan; cocok untuk judul One Piece sendiri. Anggap saja kamu akan disuguhkan pertunjukan di mana seluruh karakter One Piece bergaya ala Kumadori!

One Piece Live Action KabukiTetap saja, adaptasi anime ke wujud kabuki bukanlah hal biasa, terlebih mengingat fakta bahwa seluruh pemain kabuki adalah laki-laki! Bisa dibayangkan bagaimana penampilan Nami atau Robin dibawakan oleh laki-laki?

One Piece Live Action Kabuki

Gambar Luffy Ala 10 Mangaka

Sering menerka-nerka bentuk wajah dan badan Luffy jika lahir dari tangan Akira Toriyama dan Masashi Kishimoto? Cek gambar Luffy dari 10 mangaka di sini!
Baca Juga
Periode kisah yang diangkat ke atas panggung kabuki One Piece yaitu dimulai dari penyelamatan Ace di Impel Down sampai perang besar yang berbuntut pada penghukumannya. Diketahui bahwa aktor kabuki kawakan Ennosuke Ichikawa (39 tahun) yang akan memerankan Monkey D. Luffy. Ichikawa berkomentar, “Karena karya aslinya sangat disukai banyak orang di Jepang, hingga seluruh dunia, ini tantangan untukku. Tapi kurasa pastinya pentas kali ini berharga dan bisa dibilang menjadi petualangan hebatku.”

Sang kreator Eiichiro Oda pun sebetulnya belum pernah melihat pentas kabuki sampai suatu ketika menerima tawaran versi kabuki One Piece. Ia pergi menonton satu pertunjukan dan sangat terkesan dengan wujud seni yang ditampilkan. Setelahnya, bertemu secara pribadi dengan Ichikawa juga membuatnya merasa tenang bisa menyerahkan pementasan ini. Disebut-sebut sebagai bagian dari seri Super Kabuki II yang merupakan lanjutan seri Super Kabuki oleh paman Ichikawa, One Piece live action kabuki ini tampaknya akan mengadopsi ragam kontemporer dalam tradisi akting Jepang.

Untuk dapat menyaksikan One Piece live action versi kabuki, kamu harus pergi ke Jepang dulu selama masa pementasannya di bulan Oktober sampai November 2015. Lokasi pentas kabuki One Piece live action adalah Shinbashi Enbujo di distrik Ginza, Tokyo. Jika tiket untuk pertunjukan di bulan Oktober dapat mulai dibeli mulai tanggal 20 Agustus, tiket untuk pertunjukan November akan tersedia mulai 20 September. Pastinya tiket-tiket tersebut dijamin akan laris manis, jadi jika berniat menonton, pastikan kamu siap siaga saat pembelian dibuka.

One Piece Live Action Kabuki

Lagi, Naruto Ucapkan Selamat Tinggal!

Live action Naruto sudah melanglangbuana di sejumlah negara Asia. Tiga negara beruntung yang mendapat kesempatan langka menikmati Naruto dan kawan-kawan versi manusia adalah Malaysia, Singapura, dan...
Baca Juga
Belakangan dunia kabuki memang berusaha menjangkau lebih banyak penonton. Tak hanya itu, sejumlah judul manga terkenal juga sudah diadaptasi dalam wujud pentas panggung dan musikal. Sebut saja Rose of Versailles, Prince of Tennis, Macross, Sailor Moon, hingga Naruto yang show keliling Asianya baru rampung awal bulan Juni lalu. Adaptasi One Piece live action versi kabuki tentunya akan memancing masyarakat luas sehubungan dengan besarnya fanbase yang bersangkutan.

Sumber


SHARE
Previous articleWOW! Benarkah Girlband JKT48 Mendukung LGBT?
Next articleSatoru Iwata Meninggal Dunia, Industri Game Ungkapkan Belasungkawa
Wanita yang jatuh cinta pada game sejak tahun '90-an ini pernah dijuluki Dewigim sewaktu SMA. Selain punya hobi simpang siur antara game, anime, manga, dan dorama, dia juga memiliki ketertarikan akut pada musik video game. Berkarir di dunia game publishing selama 2 tahun terakhir diyakininya sebagai passion seumur hidup.