Review Ant-Man: Kocak dan Banyak Koneksi dengan Marvel Cinematic Universe!

ant-man (2)

TV Spot Terbaru Ant-Man Menampilkan Seorang Anggota Avengers!

Dalam upaya Marvel mendongkrak antusiasme penonton, TV Spot terbaru Ant-Man menampilkan satu anggota Avengers! Siapa? Cek saja di dalam!
Baca Juga
Akhirnya, film penutup Phase 2 Marvel Cinematic Universe ini dirilis juga. Setelah masa produksi yang penuh pergolakan, ditandai dengan tersingkirnya Edgar Wright dari kursi sutradara, Ant-Man akhirnya bisa beraksi menyusul rekan-rekannya. Apakah film ini bagus? Simak saja review Ant-Man di bawah ini.

Ant-Man mengangkat kisah Scott Lang, seorang tahanan yang baru saja dibebaskan. Mantan pencuri ini berusaha tobat dan meninggalkan sepenuhnya dunia hitam agar ia bisa kembali hidup bersama putrinya, Cassie. Masalahnya, sebagai mantan narapidana, ia kesulitan memperoleh pekerjaan.

Terancam tak bisa menemui Cassie lagi, Scott yang merasa terdesak akhirnya memutuskan untuk kembali mencuri. Targetnya: rumah dari seorang pensiunan kaya, yang menurut sahabatnya sedang berlibur satu pekan. Terdengar seperti pekerjaan standar. Namun siapa sangka pekerjaan ini justru akan membawanya menapak ke dunia para manusia super?

Review Ant-Man - AntMan Vs yellow JacketMasa rilis Ant-Man ini mungkin tergolong agak aneh. Bagaimana tidak? Alih-alih menjadi salah satu bagian dari Phase 2, Marvel memposisikan film ini untuk menutup Phase 2, setelah Age of Ultron! Ant-Man sendiri sudah langsung dibayang-bayangi oleh Avengers 2.5, Captain America: Civil War yang akan dirilis tahun depan.

Untungnya, film ini tidak terasa tertindih oleh beban pendahulu-pendahulunya. Sutradara Peyton Reed, dan mungkin juga sebagian dari Edgar Wright sang sutradara terdahulu, fokus menyajikan kisah origin Ant-Man tanpa membuat dia tercekik dengan beban kontinuitas.

Jangan salah, Ant-Man justru memiliki banyak kaitan dengan Marvel Cinematic Universe. Namun para pembuat film ini menyajikan kaitan tersebut dengan cukup oke. Tak seperti Age of Ultron, yang bisa “mengubur” fans kasual dengan kaitan judul-judul Marvel sebelumnya serta gambaran masa depan, Ant-Man menyajikan kaitan tersebut sebagai bagian dari filmnya. Bahkan fans kasual yang baru pertama kali ini menyaksikan film Marvel Cinematic Universe pun seharusnya tak akan merasa terbebani.

Review Ant-Man - Scott Lang

5 Hal Menarik dari Trailer Perdana Suicide Squad

Trailer perdana Suicide Squad membocorkan lima hal menarik tentang DC Cinematic Universe dan tokoh-tokohnya. Apa saja contohnya?
Baca Juga

Karakter Scott Lang di film ini ternyata cukup unik, apa lagi bila dibandingkan dengan para manusia super lain di Marvel. Sebelum mengenakan kostum, dia adalah orang biasa, dengan catatan kriminal pula. Ini membuat karakternya terasa lebih membumi bila dibandingkan dengan rekan-rekannya yang sudah terlebih dahulu difilmkan.

Bahkan, sebelum Scott menemukan kostum Ant-Man, kehidupannya yang biasa benar-benar terasa hingga film ini sempat terasa seperti drama keluarga, bukan film Marvel. Untungnya, sentuhan “biasa” itu justru membuat momen-momen saat Ant-Man mengenakan kostum terasa lebih menonjol.

Paul Rudd mampu menyajikan karakternya dengan baik. Namun… secara pribadi, penulis merasa dia belum mengerahkan karisma dan kemampuannya secara maksimal di sini. Jangan salah, dia bisa menyajikan karakternya dengan kocak. Namun biasanya ia mampu membawakan karakter yang lebih baik, apa lagi di film yang banyak komedinya.

Review Ant-Man - Michael PenaMau tahu siapa yang benar-benar mencuri perhatian lewat aktingnya? Michael Pena. Ya, aktor yang satu ini berhasil membawakan perannya sebagai Luis, sahabat baik Scott, dengan sangat baik. Ia benar-benar sukses menyajikan karakternya, sebagai kriminal kecil-kecilan yang terseret ke dalam misi yang sangat besar. Kocak dan menghibur, dia dan kedua rekannya pasti akan sangat melekat di benak penonton baik di dalam maupun luar bioskop.

Review Ant-Man Darren Cross

5 Hal Yang Perlu Kamu Tahu Tentang Ant-Man!

Kamu yang masih awam dengan universe komik Marvel mungkin bingung siapa sebenarnya Ant-Man. Siapa sih dia sebenarnya?
Baca Juga

Sayangnya, untuk karakter, Ant-Man menjadi salah satu dari daftar panjang Marvel Cinematic Universe yang menyajikan antagonis yang kurang menggigit. Peran antagonis sangat penting di film yang mengedepankan nilai-nilai heroisme, namun jarang ada antagonis yang disajikan dengan menonjol di MCU. Sejauh ini, yang paling terasa dalam sekaligus meningkatkan kualitas protagonis dan plot cerita barulah Kingpin, Loki, dan para penjahat utama di Captain America: The Winter Soldier.

Corey Stoll sudah berupaya menyajikan karakternya dengan mencekam. Terasa sejak kemunculan pertamanya dia benar-benar tidak beres. Namun… err, jujur, karakternya hanya terasa benar-benar mengancam di satu adegan saja. Setelah itu, bahkan hingga pertarungan klimaks dengan Ant-Man, dia terasa seperti penjahat minor yang pasti akan diatasi oleh protagonis sebelum film berakhir.

Mengesampingkan beberapa kelemahannya, Ant-Man cukup solid untuk dinikmati, dan tidak rugi untuk segera kamu saksikan di bioskop.

Apa ada post credit scene di Ant-Man? Sebelum mengakhiri review Ant-Man ini, jawabannya adalah: ya. Seperti yang sudah beredar sebelumnya, ada DUA post credit scene di Ant-Man. Satu di tengah, satu benar-benar di akhir, setelah credit scene habis sehabis-habisnya. Yang pertama menyangkut peran salah satu karakter di film ini ke depannya, yang kedua… berhubungan dengan Captain America: Civil War.

Seperti apa tepatnya? Yah, kalau kamu penasaran, segera saja tonton Ant-Man!

Review Ant-Man: Kocak dan Banyak Koneksi dengan Marvel Cinematic Universe!

Ant-Man sudah dapat disaksikan di bioskop-bioskop Indonesia. Bagaimana kualitasnya? Simak review Ant-Man ini untuk tahu jawabannya!

Abaikan

REVIEW OVERVIEW
Skor Film
80 %

SHARE
Previous articleGundam Baru Diluncurkan, MS Gundam: Iron-Blooded Orphans
Next articleGame of Thrones Episode 5 A Nest of Vipers Dirilis Minggu Depan!
Novelis yang telah menulis cerpen Apollyon di Fantasy Fiesta 2010, Selamanya Bersamamu di Fantasy Fiesta 2011, serta novel Hailstorm dan Redfang untuk seri Vandaria Saga. Menyukai dunia video game, literatur, komik, dan tabletop game. Berharap suatu saat nanti bisa menguasai dunia lewat karya-karyanya.