Inilah Alasan Kenapa Tidak Ada Levi dalam Live-Action Attack on Titan!

kenapa tidak ada levi dalam live-action attack on titan thumbs

Live-Action Attack on Titan Akan Tayang di Indonesia!

Akhirnya salah satu film buatan Jepang yang paling ditunggu-tunggu, Live-Action Attack on Titan akan tayang di Indonesia! Cek tanggal rilisnya di dalam!
Baca Juga

Penulis naskah live-action Attack Titan membeberkan alasan kenapa tidak ada Levi dalam live-action Attack on Titan dan kenapa film ini sangat berbeda dengan manga/anime-nya!

Setelah penantian yang lama, akhirnya live-action Attack on Titan akan segera tayang di Jepang minggu depan. Tentu saja, banyak fans di luar negeri (terutama Indonesia) yang menantikan film ini, akan tetapi, semenjak pengumuman para pemainnya, banyak pertanyaan yang muncul –dan salah satunya adalah: kenapa tidak ada Levi dalam live-action Attack on Titan?

Semenjak tahu bahwa tidak ada Levi dalam live-action Attack on Titan pula, banyak yang menyadari bahwa film ini akan sangat berbeda dengan versi manga original ataupun anime-nya. Yah, hal tersebut tidaklah salah, karena sebelum perilisan filmnya, penulis naskah live-action Attack on Titan mengkonfirmasikan hal itu. Bahkan, dia juga membeberkan kenapa tidak ada Levi dalam live-action Attack on Titan ‘plus’ kenapa film ini akan begitu berbeda dengan anime ataupun manga.

Adalah Tomohiro Machiyama yang dipilih sebagai penulis naskah oleh sutradara film ini, Shinji Higuchi, dan juga pencipta original-nya: Hajime Isayama. Dalam sebuah interview bersama majalah Eiga Hiho, Machiyama mengatakan bahwa perubahan tersebut bukanlah inisiatif-nya, melainkan permintaan sang kreator original sendiri, Hajime Isayama.

Eren Live-Action Attack on Titan Tak Pakai Stuntman!

Salah satu fakta adaptasi live action ini adalah pemeran Eren Attack on Titan tak menggunakan stuntman untuk adegan-adegan pertempurannya.
Baca Juga

Meskipun setting Attack on Titan tampak seperti di Eropa dan juga karakter-karakternya adalah orang barat, tapi ternyata pemain-pemainnya adalah orang Jepang semua. Hal ini, seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, membuat fans baik Jepang maupun Internasional kecewa. Nah, karena pemainnya Jepang semua, maka Machiyama dan Higuchi memutuskan bahwa film ini akan mengambil setting yang sangat berbeda dengan manga/anime. Setting-nya pun berubah menjadi di Jepang.

Machiyama sempat berpikir untuk memberikan nama Jepang kepada setiap karakter, tetapi akhirnya dia memutuskan untuk menggunakan nama asli para karakter tersebut dengan alasan bahwa perubahan model nama adalah hal yang natural karena perubahan waktu. Tetapi karena tokoh utamanya bernama Eren, dia tidak yakin bahwa Eren akan menjadi tokoh utama dalam film live-action Attack on Titan.

tidak ada levi dalam attack on titan
Huruf ‘L’ juga tidak ada dalam bahasa Jepang kan?

Machiyama sempat mempertimbangkan Levi sebagai tokoh utama –karena dia adalah karakter paling populer dalam Attack on Titan. Tetapi ide tersebut tidak jadi dia pakai karena menurutnya huruf V tidak ada dalam bahasa Jepang dan karena huruf V juga sangat jarang digunakan sebagai nama di Asia Timur, maka dia pun ‘menendang’ Levi dari film live-action Attack on Titan.

kenapa tidak ada levi dalam live-action attack on titan Tsukishima
Lalu, muncullah orang ini….

7-Eleven Jual 3D Maneuver Gear ala Attack on Titan!

3D Maneuver Gear yang lekat dengan pasukan di Attack on Titan ini kini dijual di 7-Eleven. Kamu bisa mendapatkannya secara online dengan harga 107,784 yen.
Baca Juga

Jadi, itulah alasan kenapa tidak ada Levi dalam live-action Attack on Titan. Karena itu pulalah, akhirnya, peran tokoh utama kembali pada Eren. Akan tetapi, Isayama memberikan syarat bahwa Eren harus diubah. Menurut Isayama, sifat Eren yang tidak kenal rasa takut sama sekali ketika berhadapan dengan monster raksasa kurang realistis. Jadi, dia ingin agar Eren yang tokoh utama dalam film live-action ini diubah berbanding terbalik dengan manga/anime.

Isayama ingin agar Eren digambarkan lebih manusiawi dan dekat dengan kenyataan yang ada, bagaimana seorang manusia normal punya rasa takut –terutama ketika ada Titan setinggi 120-meter yang ingin memakannya. Karena itulah, sifat Eren dalam manga akhirnya diganti, begitu pula dengan masa lalunya dimana dia membunuh seorang laki-laki dewasa untuk melindungi Mikasa.

tidak ada levi dalam attack on titan 2
Yah, siapa yang tidak takut kalau bertemu makhluk segede ini?

Awalnya Machiyama merasa skeptis dengan permintaan Isayama, tetapi saat produksi dimulai, dia akhirnya mendapatkan beberapa ide untuk menjalankan permintaan Isayama. Jika dalam manga Eren ingin menumpas semua Titan untuk menyelamatkan manusia, maka dalam film ini dia menumpas Titan karena ingin menebus kesalahannya karena tak mampu melindungi kampung halamannya dan juga orang-orang yang dia cintai.

tidak ada levi dalam attack on titan 3
Eren Redemption

Yah, mengetahui semua hal tersebut, pastinya film live-action Attack on Titan akan sangat berbeda dengan cerita original. Bisa dibilang film ini akan lebih dekat dengan realita daripada versi manga/anime-nya. Dan meskipun berbeda serta tidak ada Levi dalam live-action Attack on Titan, bukan berarti kita tidak tertarik untuk menonton film ini. Bukankah begitu?

Live-Action Attack on Titan mulai tayang di Jepang pada tanggal 1 Agustus.

Sumber: Cinema Today (via RocketNews)


SHARE
Previous articleKejutan, Naruto Ternyata Lebih Populer dibanding One Piece di Dunia
Next articleTiga Besar Film Terbaik Marvel Cinematic Universe di Phase 2!
Veteran game survival-horror terutama game seri Resident Evil dan Dead Space. Menurutnya, game survival-horror adalah obat terbaik dalam menangani stress (karena ketakutan, jadi lupa sama stress-nya). Selain memainkan game, dia juga gemar mengikuti anime, manga, comic, film dan novel. Saat ini sibuk menulis banyak judul light novel di Wattpad, light novel-nya yang berjudul The Alternative sudah dicetak.