Kepler 452b, NASA Temukan Earth 2.0, Kembaran Bumi!

earth-2.0

Kepler 452b ramai dibicarakan di media sosial beberapa hari ini, karena pada akhirnya NASA berhasil menemukan planet yang begitu mirip dengan Bumi. Inilah Earth 2.0 atau Kembaran Bumi.

Belum lama ini NASA juga merilis sebuah foto yang mengembalikan status Pluto sebagai planet dalam tata surya Bimasakti. Foto yang dirilis NASA tersebut memperlihatkan wajah Pluto, menggantikan foto sebelumnya yang tampak blur dan menimbulkan perdebatan apakah Pluto hanya asteroid atau memang benar planet.

Apakah dengan pengumuman soal Kepler 452b ini NASA akan membuat masyarakat Bumi semakin mempertimbangkan keberadaan alien di luar sana?

Planet dengan Orbit yang Mirip dengan Bumi

7 Fakta Planet Pluto yang Kamu Harus Tahu

Setelah melihat foto Pluto dari dekat, mimin terkesima. Semua bayangan mimin sebelumnya soal Pluto runtuh, membuat mimin takjub menatap wujud aslinya. Awalnya mimin kira Pluto itu anjing.
Baca Juga

Yang membuat Kepler 452b atau Earth 2.0 ini disebut-sebut sebagai kembaran Bumi adalah planet ini mengorbit pada sebuah bintang yang hampir sama dengan Matahari, dengan jarak yang mirip dengan jarak Bumi ke Matahari dan lama waktu orbit yang hampir sama pula, yaitu sekitar 385 hari.

Meski belum diketahui apakah ada tanda-tanda makhluk hidup yang meninggali planet tersebut, karena bintangnya hampir sama dengan Matahari, termasuk dari suhunya, namun para peneliti yakin bahwa iklim di planet tersebut kemungkinan besar cocok untuk makhluk hidup dan dengan permukaan yang sangat mirip dengan Bumi. Apakah ini artinya ada makhluk hidup alias alien di Kembaran Bumi tersebut?

Kepler 452b memiliki diameter yang lebih besar dari Bumi, sekitar 60%. Gravitasi Earth 2.0 ini diperkirakan lebih besar 2 kali. Kembaran Bumi ini juga berumur lebih tua sekitar 1,5 milyar tahun dibanding Bumi. Peneliti pun berkesimpulan ada kemungkinan masa depan Bumi akan seperti planet Kepler 452b, ketika usianya menginjak usia yang sama dengan planet tersebut sekarang. Efek rumah kaca pada atmosfer akan membuat Bumi menjadi planet yang kering seperti yang diperkirakan sebagai permukaan Kepler 452b.

kepler-system
Ukuran ini dan skala sistem Kepler-452 dibandingkan sistem tata surya Kepler-186. Kepler-186 adalah sistem surya miniatur yang bisa disejajarkan dengan orbit Merkurius
kembaran-bumi
Planet ekstrasurya pertama yang mengorbit pada bintang lain seperti matahari ditemukan pertama kali di tahun 1995. Exoplanets seukuran Bumi, bahkan lebih kecil dari Bumi, sebelumnya dianggap hanya ada di dunia fiksi ilmiah.
planet-habitable
Sapuan pencarian misi Kepler untuk mencari planet-planet layak huni dalam enam tahun terakhir. Planet pertama yang ditemukan lebih kecil dari Bumi, Kepler-20e, ditemukan pada Desember 2011, mengorbit pada bintang seperti matahari sedikit lebih dingin dan lebih kecil dari matahari kita.

Memiliki Permukaan yang Berbatuan

Pesawat New Horizons yang Mampir di Pluto Ternyata Pakai Prosesor PlayStation!

Benar-benar prosesor yang tahan banting ya! Bayangkan, tahan satu dekade di luar angkasa lho!
Baca Juga

Untuk mengenal lebih jauh Earth 2.0 alias Kembaran Bumi pertama ini, NASA membutuhkan waktu yang begitu lama, mengingat jaraknya yang cukup jauh dari Bumi, yaitu sekitar 1.400 tahun cahaya. Karena adanya bintang yang mirip dengan matahari, membuat suhu Earth 2.0 kurang lebih sama dengan Bumi, dengan cahaya yang 20% lebih terang, serta umur yang sudah mencapai 6 milyar tahun. Planet Kepler 452b ini diperkirakan sekitar 50-60% memiliki permukaan yang berbatuan dibandingkan hanya dalam bentuk gas, seperti di planet Jupiter.

Untuk menjawab pertanyaan apakah planet Kepler 452b bisa ditinggali atau tidak, peneliti luar angkasa belum bisa menjawabnya, karena dibutuhkan data seperti massa dari planet tersebut, besaran gravitasi yang lebih akurat, informasi seputar atmosfer Earth 2.0, dan lain sebagainya. Sedangkan untuk mendapatkan data tersebut diperlukan usaha yang lebih modern lagi, mengingat jaraknya yang cukup jauh dari Bumi.

Dengan ditemukannya planet yang memiliki kondisi hampir sama dengan Bumi menunjukkan bahwa planet biru kita ini hanyalah sebagian kecil, bahkan laksana remah roti, di dalam alam semesta yang jauh lebih besar. Masih banyak hal yang belum bisa dijelaskan. Meskipun teknologi sudah canggih seperti sekarang pun, manusia belum bisa membuktikan adanya makhluk hidup asing atau alien di alam semesta.

Kepler sendiri merupakan nama pesawat luar angkasa yang misinya adalah untuk mencari planet-planet baru di luar sistem tata surya kita. Sejauh ini sudah ditemukan lebih dari 1000 planet lain yang mengorbit bintang yang berbeda. Dari misi-misi yang dijalankan oleh Kepler, para astronom memperkirakan setidaknya ada sekitar 10% dari 200 miliar bintang, ada planet-planet yang bisa ditinggali oleh makhluk hidup, di mana Kepler 452b adalah salah satunya. Hal ini berarti ada sekitar 60 planet dari 600 planet yang berjarak 30 tahun cahaya dari Bumi yang bisa diamati dan diteliti menggunakan teleskop canggih di masa depan.

kepler-telescope
Kepler Space Telescope telah menemukan 1.028 exoplanet sejak diluncurkan pada tahun 2009
kepler-inside
Interpretasi artis terhadap landskap Planet Kepler-452b, yang disebut-sebut NASA berbatu, seperti Bumi. “Kami bisa memikirkan Kepler-452b sebagai sepupu yang lebih tua, lebih besar dari Bumi,” kata Jon Jenkins, pemimpin analisis data Kepler di NASA Ames Research Center.

Tertarik untuk migrasi ke planet lain?


SHARE
Previous articleSilent Hills Batal, del Toro dan Kojima Siapkan Proyek Rahasia!
Next articleVersi Blu-ray Age of Ultron akan Penuh dengan Konten Menarik!
Mengawali karier menulisnya pada tahun 1997 sebagai kontributor rubrik game majalah Mentari Putera Harapan. Namanya mulai dikenal setelah dia turut membidani lahirnya majalah game pertama di Indonesia, Game Master. Begitu banyak majalah yang lahir dari buah pemikirannya. Sebut saja Game Master, 3D Magazine, Ultima Nation, hingga Zigma dan Omega. Tidak hanya dikenal sebagai jurnalis dan konseptor, GrandC juga seorang penulis cerita. Saat ini dia banyak disibukkan dengan pengembangan Vandaria, dunia fiksi ciptaannya.