Sambut Pixels, Inilah 5 Film Adaptasi Game Paling Jelek yang Pernah Dibuat!

pixels film adaptasi gamePixels bakal segera tayang di Indonesia. Akankah film ini memuaskan? Atau justru menjadi film adaptasi game paling jelek yang pernah dibuat?

Apa Jadinya Bila Bumi Diserang Maskot Video Game Retro!

Film Pixel akan menyuguhkan para jagoan video game retro melawan maskot-maskot game era 80an!
Baca Juga

Pixels, film komedi terbaru Adam Sandler ini bercerita tentang alien yang datang ke Bumi. Alkisah, di tahun 1982 NASA mengirimkan sebuah pesawat luar angkasa untuk mencari tahu kehidupan lain yang ada di luar Bumi. Bersama dengan pesan tersebut, dikirimkan juga tentang budaya pop manusia di bumi, termasuk game-game arcade yang populer pada era itu. Ternyata alien itu betul-betul ada. Sialnya, game-game arcade tersebut ditafsirkan sebagai deklarasi perang terhadap mereka. Alien pun melakukan penyerangan terhadap Bumi, menggunakan wujud video game klasik.

Bukan Hollywood kalau Amerika tidak jadi jagoan. Presiden Amerika, Will Cooper (diperankan oleh Kevin James), meminta bantuan kepada Sam Brenner (Adam Sandler), yang merupakan juara video game tahun 1980. Sam pun didaulat untuk memimpin sebuah tim berisikan jawara video game klasik untuk mengalahkan alien dan menyelamatkan bumi.

Premisnya cukup menarik. Apalagi poster dan trailer yang disuguhkan juga tampak menjanjikan. Sayangnya film ini bakal kembali menjadi salah satu contoh kegagalan Hollywood dalam mengadaptasi video game ke layar lebar. Pasalnya sejak tayang perdana di Amerika Serikat beberapa saat lalu, Pixels kebanjiran review buruk. Bahkan rating yang diberikan oleh para kritikus di situs Rotten Tomatoes hanya menunjukkan nilai belasan dalam skala seratus. Parahhh! Padahal beberapa karakter game ikonik, seperti Pacman dan Donkey Kong, turut tampil di film ini.

Jika film-film superhero yang diadaptasi dari komik kini merajai Hollywood, film-film adaptasi game malah justru belum pernah ada yang cukup bagus. Pixels tentu saja bukan film adaptasi game pertama yang dinilai buruk. Berikut adalah lima film adaptasi game yang dianggap terburuk sepanjang masa:


5

Silent Hill Relevations (2012)


film adaptasi game paling jelek
Tampilan visual dibuat mirip dengan game

Pernahkah kamu menonton film yang berjudul Silent Hill ini? Ini adalah film yang diadaptasi dari game survival horror Konami. Bahkan salah satu seri game survival horror paling sukses. Tak mengherankan kalau film ini mengambil judul yang sama dengan seri game tersebut.

Pada film pertamanya, Silent Hill dianggap cukup bagus, atau setidaknya layak untuk ditonton. Sayangnya, di sekuelnya yang berjudul Silent Hill: Relevations, semua harapan untuk mendapatkan sekuel yang baik, sirna seketika.

Kualitas Silent Hill: Relevations sangat amat buruk, sehingga menghancurkan hati para penonton yang ingin melihat film ini.

Padahal trailer-nya not bad lho. Cekidot:


4

Mortal Kombat: Annihilation (1997)


film adaptasi game paling jelek
Finish Him!!

Film ini juga diadaptasi dari video game dengan judul yang sama dan seperti Silent Hill, Mortal Kombat: Annihilation adalah sebuah sekuel.

Film pertama Mortal Kombat mendapatkan sambutan yang sangat baik. Padahal film ini dibuat secara low budget dan berbagai keterbatasan dana, kualitas akting yang sangat jelek, dan dialognya yang kurang mumpuni. Satu-satunya hal baik dari film Mortal Kombat ini adalah soundtracknya. Theme song-nya yang berjudul The Immortals sangat amat keren. Simak video klip berikut.

Dan berikut adalah trailer untuk Mortal Kombat: Annihilation.

Sebaliknya malah, di film kedua, Mortal Kombat: Annihilation, kualitasnya jauh lebih menurun, padahal budget-nya lebih besar. Hal ini kemungkinan karena terlalu ambisius. Terlalu banyak hal yang ingin diceritakan dan terlalu banyak karakter yang ingin ditampilkan dalam Mortal Kombat: Annihilation. Masalah yang sama seperti yang dihadapi oleh Avengers: Age of Ultron kemarin.

Buka halaman selanjutnya untuk film adaptasi game klasik, termasuk film maskot video game terbesar sepanjang masa!

1
2
3

SHARE
Previous articleDragon Quest XI Dikonfirmasikan untuk PS4 dan 3DS, Bisa Dimainkan Offline!
Next articleYuk Kumpulin Happy Meal Thomas and Friends dan Hello Kitty!
Mengawali karier menulisnya pada tahun 1997 sebagai kontributor rubrik game majalah Mentari Putera Harapan. Namanya mulai dikenal setelah dia turut membidani lahirnya majalah game pertama di Indonesia, Game Master. Begitu banyak majalah yang lahir dari buah pemikirannya. Sebut saja Game Master, 3D Magazine, Ultima Nation, hingga Zigma dan Omega. Tidak hanya dikenal sebagai jurnalis dan konseptor, GrandC juga seorang penulis cerita. Saat ini dia banyak disibukkan dengan pengembangan Vandaria, dunia fiksi ciptaannya.