Review Pixels: Komedi Standar Khas Adam Sandler

Review Pixels - Cover

Peran Hawkeye Akan Lebih Aktif Lagi di Captain America: Civil War!

Kamu fans Hawkeye di Avengers? Berarti seharusnya Captain America: Civil War akan semakin memuaskan kamu, karena Jeremy Renner menyampaikan peran karakternya akan lebih aktif!
Baca Juga
Pixels, film komedi terbaru Adam Sandler yang mengangkat tema video game, sudah dirilis di Indonesia. Cek review Pixels ini untuk mendapat gambaran apakah filmnya layak untuk ditonton!

Pixels bercerita tentang Sam Brenner. Di masa kecil, karakter yang diperankan Adam Sandler ini adalah seorang bocah jenius yang dapat memahami secara instan pola pergerakan sesuatu yang ia lihat. Dengan kemampuannya, ia menjadi pemain game handal… hingga akhirnya ia dikalahkan oleh Eddie Plant (diperankan oleh Peter Dinklage, sang Tyrion Lannister) di kejuaraan arcade dunia.

Kekalahan ini tampaknya sangat berpengaruh kepada Brenner. Meski ia berhasil lulus dari M.I.T., dia akhirnya hanya bekerja sebagai petugas instalasi peralatan elektronik. Padahal sahabatnya, Will Cooper (diperankan Kevin James) bahkan sukses menjadi Presiden Amerika. Namun siapa sangka kemampuannya bermain game klasik justru bisa berguna saat datang sekumpulan alien yang mengambil wujud karakter-karakter game dari tahun 80an awal?

Pixels adalah film yang unik. Bagaimana uniknya? Yah, jelas target pasar utama produser film ini adalah gamer, terutama fans game retro. Lihat saja poster-posternya, yang menonjolkan karakter seperti Pac-Man dan Space Invaders.

Review Pixels - Poster

Trailer The Good Dinosaur Menjanjikan Petualangan Menarik di Zaman Purba

Setelah Inside Out, Pixar akan kembali menyuguhi animasi menarik di tahun 2015 ini. Cek trailer The Good Dinosaur untuk melihat gambaran kisahnya!
Baca Juga

Meski begitu, film ini terasa dibuat dengan kacamata orang yang tidak terlalu suka game dan malah menganggap rendah gamer. Lihat saja empat tokoh utamanya, yang waktu kecil dulu adalah gamer handal: Brenner (Yang hanya mendapat pekerjaan rendah meski lulusan MIT), Eddie Plant (kehidupannya berantakan dan dia sendiri dipenjara), Ludlow Lamonsoff (stereotip orang dewasa yang masih tinggal bersama orang tuanya), serta yang paling mendingan Will Cooper (bisa menjadi presiden, walau ada petunjuk kalau dia sebenarnya bodoh).

Terasa sekali kalau di film ini gamer seperti Brenner, Ludlow, dan Eddie adalah sosok disfungsional. Mereka hanya bisa “berguna” bagi dunia saat kebetulan kemampuan mereka bermain game bisa melakukan sesuatu… karena sepertinya mereka tidak memiliki kemampuan selain itu. Sebuah sentilan yang wajar untuk serial buta teknologi seperti Law and Order, atau film-film Adam Sandler yang memang hobi menyajikan stereotip. Tapi sangat, sangat aneh untuk film yang dipasarkan untuk gamer.

Mungkin karena itu Pixels bahkan tak mampu merajai Box Office Amerika pekan lalu, seperti yang disampaikan oleh Box Office Mojo.

Review Pixels - The CastPixels juga “dilengkapi” dengan subplot romansa yang buruk dan cenderung bikin sebal, kumpulan karakter menyebalkan, serta komedi khas Adam Sandler dan aksi yang standar. Setidaknya film ini masih bisa membuatmu tertawa, terutama kalau kamu fans humor Adam Sandler. Tapi jujur, dengan kualitas segini, tidak ada bedanya apa kamu menikmati Pixels di bioskop, di rumah, atau di depan komputer. Bahkan efek-efeknya pun tidak istimewa.

Kamu gamer yang ingin menonton film aksi-komedi dengan cameo karakter-karakter game populer? Ada film yang jauh lebih bagus dari ini: Wreck-It Ralph, yang setidaknya terasa dibuat oleh orang-orang yang benar-benar memahami dan menyukai game.

Review Pixels - Wreck-It RalphAtau sekalian saja tonton Raiders of the Lost Arcade-nya Futurama, segmen kedua dari episode Anthology of Interest II. Tema kurang lebih sama, namun lebih singkat dan lebih kocak.

REVIEW OVERVIEW
Skor Film
55 %

SHARE
Previous articleFF Type-0 HD PC Hadir Agustus, Bonus Chocobo untuk DotA 2!
Next articlePanen Cheater, Cheat Point Blank Garena Turun Drastis?
Novelis yang telah menulis cerpen Apollyon di Fantasy Fiesta 2010, Selamanya Bersamamu di Fantasy Fiesta 2011, serta novel Hailstorm dan Redfang untuk seri Vandaria Saga. Menyukai dunia video game, literatur, komik, dan tabletop game. Berharap suatu saat nanti bisa menguasai dunia lewat karya-karyanya.