Tiga Tim Juara Terpuruk di The International 5

The International - PreviewMain Event The International 5 sudah di mulai. Kompetisi tahunan Dota 2 ini kini sudah mecapai hari keempat. Prize Pool-nya sendiri kini sudah mencapai nilai sebesar $17,914,373. Dengan Prize pool sebesar ini, sudah dipastikan para peserta main event akan pulang sebagai milyarder. Hanya saja, ternyata kabar mengejutkan bukan datang dari besaran nilai hadiahnya saja, tapi juga dari hasil pertandingan. Kali ini, di The International 5, tiga mantan juara The International sebelumnya, yakni NavI, Invictus Gaming dan Newbee justru harus bertanding di lower Bracket.

The International - Day 3Seperti yang bisa kamu lihat pada gambar di atas, pada hari ketiga LGD Gaming yang sebelumnya menguasai poin tertinggi pada Grup Stage dipastikan bakal bermain dalam Upper Bracket. Di Upper Bracket LGD tentu tidak akan berdiri sendirian. Tim asal China ini akan ditemani oleh banyak lawan tangguh, yakni tim-tim besar seperti Team Empire, Cloud9, CDEC Gaming, Evil Geniuses, Complexity, Team Secret dan EHOME.

5 Fakta Tentang Turnamen Dota 2: The International

The International 2015 akan digelar sebentar lagi. Tapi apakah kamu sudah tahu sejarah dibaliknya? Berikut ini adalah fakta tentang The International!
Baca Juga
Sementara itu, tiga mantan juara The International sebelumnya, yakni NaVi, Invictus Gaming, dan NewBee justru harus bertanding di Lower Bracket, dikarenakan sedikitnya poin yang berhasil didapatkan dari fase Group Stage. Mau tidak mau, ketiga tim pemegang Aegis of Champions ini harus secara terpaksa menerima kekalahan yang cukup telak di The International 5 meskipun mereka sudah berusaha semaksimal mungkin. Tahun yang buruk untuk ketiga raksasa, sepertinya.

The International - PoinMemang, di hari ke-3 The International 5, IG harus merasakan kekalahan berturut-turut. Setelah mereka dihajar oleh Cloud9 mereka harus menghadapi gaya permainan dari team Korea yang gila-gilaan yaitu MVP Phoenix. Meskipun mereka telah berhasil menahan permainan dari MVP Phoenix selama 70 menit dan bahkan membeli Divine Rapier, namun di game ke 2 mereka kalah dari tim Korea ini tidak kurang dari 30 menit.

Di sisi lain, NaVi berhasil mendapatkan 1 poin disebabkan oleh permainan Queen of Pain yang dimainkan Dendi pada game pertama saat melawan Fnatic. Namun mereka akhirnya kehilangan game kedua meskipun naga siren yang bermain split push berhasil bermain baik, namun akhirnya Fnatic yang telah 3 kali menjadi finalis ini memutarbalikkan keadaan.

The International - BracketMemang kurang baik nasib dari NaVi di tahun ini, dimana mereka masih mencoba berimprovisasi untuk memberikan performa terbaik mereka. Hal yang sama berlaku bagi tiga tim juara lainnya. Hingga hari ini, tiga mantan juara masih berada dalam kondisi terpuruk. Bagaimana pandanganmu terkait hal ini?

Sumber : Gosugamers.net


SHARE
Previous articleKingdom Under Fire II Perlihatkan Pertarungan Kolosal yang Dahsyat!
Next articleKenapa Film Adaptasi Manga oleh Hollywood Selalu Gagal?