Setelah Nonton Video Coby Persin Ini, Masihkah Bebaskan Anak Gadis Kita Main Facebook?

texting

Seperti yang kita tahu, kasus penculikan anak-anak perempuan di bawah umur lewat jejaring sosial makin sering terjadi. Terkadang hal-hal semacam ini membuat kita bertanya-tanya, apa yang sebetulnya terjadi, mengapa anak-anak ini begitu mudah “terbujuk”?

Seorang pria bernama Coby Persin melakukan eksperimen sosial untuk membuktikan betapa mudahnya menculik anak gadis zaman sekarang. Persin mencoba menjebak tiga orang anak berusia remaja, tentunya dengan persetujuan kedua orangtua mereka. Ketiga gadis remaja itu berusia 14 tahun, 13 tahun, dan 12 tahun.

Coby Persin Menyamar Sebagai ABG

Hari Kemerdekaan Indonesia Dimeriahkan Hashtag dan Emoji #RI70 #Indonesia

Perbincangan seputar Hari Kemerdekaan Indonesia menjadi topik hangat di Twitter. Rupanya ada hashtag dan emoji baru dari Twitter untuk Indonesia!
Baca Juga

Dalam aksinya ini, Persin hanya dibantu koneksi internet dan aplikasi jejaring sosial, Facebook. Ia membuat akun Facebook baru dan berperan sebagai seorang anak laki-laki berusia 15 tahun, bernama Jason Biazzo. Ia pun memasang foto cowok remaja ganteng, untuk menarik para ABG cewek.

Bisa ditebak, ia tak kesulitan mencari teman baru (add a friend) hanya dengan modal foto palsu. Persin bahkan tak sulit untuk mengajak ketemuan dengan para anak-anak itu. Hal ini menunjukkan bahwa para ABG cewek, bisa dengan mudah menjadi korban penculikan dan pencabulan, karena berani menemui orang asing yang mengajak bertemu.

jason-biazzo-profile
Akun fiktif: Jason Biazzo

Tanpa sepengatahuan para ABG, Coby mengajak orang tua mereka. Para orang tua disuruh bersembunyi, untuk melihat bahwa anak-anak mereka dengan mudahnya mau menemui orang yang hanya dikenalinya lewat dunia maya.

Korban pertama adalah Mikayla, yang berusia 13 tahun. Setelah empat hari berbincang dengan Persin (yang berperan sebagai Biazzo), Mikayla langsung memberikannya nomor ponsel. Gadis itu bahkan setuju untuk menemui Persin di taman.

mikayla
Tinggal add friend
mikayla-2
Ngobrol-ngobrol dikit…

Korban kedua yakni remaja berusia 12 tahun, bernama Julianna. Dia setuju bertemu dengan Persin dan memberikan nomor ponselnya. Bahkan, Julianna membolehkan Persin datang ke rumahnya setelah ayahnya tertidur.

julianna
Berani mengajak orang asing masuk rumah!
dad-waiting
Ayah Julianna harap-harap cemas

Gadis ketiga adalah Jenna, yang berusia 14 tahun. ABG ini pun dengan mudah memberikan nomor teleponnya. Persin pun meminta Jenna untuk bertemu dan ikut ke dalam mobil yang diparkir Persin di depan rumah Jenna. Dan ajaibnya, gadis ini menurut begitu saja!

jena
14 tahun!
coby-persin
Dan beginilah penculikan itu terjadi!

“Selamatkan Anak Anda!” — Coby Persin

Setelah Nonton Video Coby Persin Ini, Masihkah Bebaskan Anak Gadis Kita Main Facebook?

Lewat video YouTube dan hanya bermodalkan Facebook, Coby Persin mengingatkan kita betapa mudahnya penculikan ABG itu terjadi.

Abaikan

Video Persin dilihat oleh ratusan ribu pengunjung YouTube. Bahkan, Persin tidak lupa untuk mengingatkan para orangtua jika setidaknya, menurut data yang ia ketahui, ada sekitar 750.000 predator anak yang berkeliaran di Amerika.

jason-biazzo
Hanya bermodalkan akun FB fiktif

Video ini menunjukkan betapa orang tua selama ini tak percaya bahwa Facebook bisa dengan mudahnya membuai anak-anak mereka. Mereka terlalu percaya, bahwa anak gadis mereka, sudah sangat berhati-hati dengan ancaman dari media sosial. Persin ingin mengingatkan kepada para orang tua, termasuk kita, bahwa media sosial punya banyak kelemahan yang bisa dimanfaatkan oleh orang jahat.

 


SHARE
Previous articlePre Order Until Dawn, Kamu Bisa Nonton di BlitzMegaplex Gratis Bersama Pacarmu!
Next articleGadis Taiwan Imut Ini Bikin Kalian Kecanduan McDonald!
Ari aka Hawke Zigma memiliki segudang pengalaman dalam jurnalis game. Hawke populer sebagai anak didik langsung dari GrandC. Dia banyak membantu GrandC dalam menulis, meliput event berita, bahkan konsep. Nama Hawke cukup populer dalam dunia game underground karena dia juga pernah menggawangi langsung salah satu jaringan toko game di Surabaya, yakni GameQuarters.