Review Fantastic Four: Punya Potensi, Tapi Pada Akhirnya Mengecewakan

Review Fantastic Four - Planet Zero

Review Mission Impossible Rogue Nation: Aksi Ethan Hunt Melawan Syndicate

Simak Review Mission Impossible Rogue Nation ini untuk mendapat gambaran apakah filmnya cocok untuk kamu nikmati langsung di bioskop!
Baca Juga
Fantastic Four sudah dirilis di Indonesia. Setelah sebelumnya kita hanya bisa mendengar betapa mengecewakannya film ini dari reviewer barat, kita bisa menontonnya langsung dan menilai sendiri. Jadi, apakah film ini ternyata lebih bagus dari yang dikatakan para kritikus film Amerika? Simak saja review Fantastic Four versi Duniaku ini untuk jawabannya.

Reed Richards adalah seorang pemuda jenius. Sejak kecil dia telah bereksperimen, menciptakan penemuan yang hanya bisa diimpikan oleh orang dewasa: sebuah teleporter, mampu memindahkan satu benda dari satu tempat ke tempat lain. Sayang penemuannya selalu dianggap sebagai peralatan sulap murahan, sehingga ia secara konstan diremehkan oleh pengajarnya.

Review Fantastic Four - Fantastic Four 2015Namun Reed beruntung. Penemuannya memancing perhatian dari orang yang tepat: Franklin Storm, seorang ilmuwan dari Baxter Foundation. Franklin pun memekerjakan Susan Storm, putri angkatnya, Johnny Storm, dan ilmuwan jenius Victor Von Doom untuk mencoba mengembangkan teleporter Reed ke tahap yang lebih besar. Siapa sangka kalau percobaan itu ternyata justru mengubah nasib mereka berempat sekaligus Ben Grimm, sahabat Reed yang bahkan tidak ikut serta dalam pembangunan mesinnya?

Review Fantastic Four - Human Torch Invisible WomanUntuk fans Fantastic Four versi komik: sebaiknya kamu hindari film ini jauh-jauh. Bahkan film Fantastic Four-nya Roger Corman saja lebih terasa seperti Fantastic Four ketimbang film ini. Dan Roger Corman melakukan itu dengan modal yang jauh lebih sedikit serta studio yang sama sekali tak peduli dengan hasilnya.

Yep, film ini masih lebih Fantastic Four ketimbang seluruh Fantastic Four garapan Fox.
Yep, film ini masih lebih Fantastic Four ketimbang seluruh Fantastic Four garapan Fox.

Meski begitu, sekitar separuh kurang di awal film masih menunjukkan potensi film sains fiksi yang bagus. Ya, film sains fiksi, bukan film superhero apa lagi film Fantastic Four. Karakter-karakter yang tersaji terasa cukup simpatik dan menarik perhatian, walau pada akhirnya hanya Reed seorang yang mendapat pendalaman cukup. Pembangunan teleporter untuk mencapai alam lain pun lumayan menarik.

Namun kemudian para tokoh utama kita, minus satu, mengunjungi Planet Zero. Dan tiba-tiba karakter yang seharusnya jenius ini berubah menjadi luar biasa dungu. Sejak saat itu hingga akhir film, seluruh karakter di film ini pun terasa dibuat bodoh hanya untuk memajukan plot.

Review Fantastic Four - Fantastic Four 2015 Planet ZeroYang lebih parah lagi? Adegan klimaks dari film ini, yang seharusnya bisa membuat seluruh kekurangan sebelumnya dimaafkan, terasa dipaksakan dan terkesan asal tempel. Bagian klimaks ini terasa muncul tiba-tiba, berlangsung buru-buru, lalu berakhir tiba-tiba pula. Bukannya terkagum-kagum, selesai menonton kamu bisa-bisa hanya mengerutkan kening dan merasa kecewa dengan keseluruhan film.

Review Fantastic FourSetelah melihat Fantastic Four, penulis mencapai kesimpulan: film ini adalah kesalahan Josh Trank dan 20th Century Fox sekaligus. Sejak awal konsep yang dibawa Trank bukanlah konsep Fantastic Four. Namun mungkin film itu masih bisa menjadi lumayan, melihat kualitas separuh adegan di awal. Lalu intervensi Fox, terasa sekali di adegan klimaks yang dipaksakan, memastikan film ini benar-benar jatuh mengecewakan.

REVIEW OVERVIEW
Skor Film
40 %

SHARE
Previous articleYuya Sakaki Beraksi Lagi di Serial Manga Yu Gi Oh! Arc V, Ini Saatnya Pendulum Summon!
Next article[Spoiler] Jutsu Boruto Ini Tidak Kalah Keren dari Jutsu Naruto!
Novelis yang telah menulis cerpen Apollyon di Fantasy Fiesta 2010, Selamanya Bersamamu di Fantasy Fiesta 2011, serta novel Hailstorm dan Redfang untuk seri Vandaria Saga. Menyukai dunia video game, literatur, komik, dan tabletop game. Berharap suatu saat nanti bisa menguasai dunia lewat karya-karyanya.