IN.GAME Fest 2015, Ini Dia Pestanya Developer Game Indie di Indonesia!

IN.GAME Fest 2015

IN.GAME, Event Keren dari Developer Game Indonesia untuk Sambut Hari Kemerdekaan!

Rayakan Hari Kemerdekaan Indonesia dengan cara kreatif ala developer game indie Indonesia!
Baca Juga

Ajang IN.GAME Fest 2015 benar-benar menjadi ajang pesta bagi para developer game indie di Indonesia. Bagaimana serunya? Simak liputannya!

Selama kurun waktu beberapa tahun terakhir, industri game Indonesia, terutama developer game indie tengah bergairah. Itulah sebabnya ada banyak event untuk game developer indie di Indonesia, guna membantu pertumbuhannya. Salah satunya digelar di Yogyakarta, 13 Agustus 2015 kemarin bertajuk Indonesia Indie Game Festival atau yang disingkat dengan IN.GAME Fest 2015. Bagaimana serunya event yang bisa dikatakan sebagai arena “pesta” developer game indie di Indonesia ini?

IN.GAME Fest 2015

IN.GAME Fest 2015 sendiri berbeda dengan Game Developers Gathering (GDG) yang sudah rutin digelar selama beberapa tahun terakhir. JIka di GDG para developer game dipertemukan dengan stakeholder industri game lain seperti investor dan publisher, maka IN.GAME Fest 2015 sendiri HANYA berisi developer game indie saja! Mereka bersenang-senang, memamerkan karya yang mereka buat, dan juga mencicipi karya milik developer game indie lainnya. Acaranya sendiri digelar di Jogja Digital Valley, dengan diikuti oleh beberapa komunitas game developer indie di Indonesia meliputi Surabaya, Malang, Yogyakarta, Semarang, Salatiga, Bandung, Jakarta dan Medan.

IN.GAME Fest 2015

Total ada kurang lebih 25 booth dari developer game indie yang meramaikan arena showcase yang diberi nama dengan IN.GAME Expo ini. Masing-masing studio memamerkan hasil karya mereka, baik yang sudah dirilis di pasar, maupun yang masih dalam bentuk prototipe. Selain developer game indie yang sudah lama berkecimpung di industri game Indonesia, penulis juga melihat ada beberapa developer yang benar-benar baru dan juga booth studio yang berisi mahasiswa.

IN.GAME Fest 2015

Selain saling memamerkan dan mencicipi game buatan developer Indonesia, pengunjung IN.GAME juga mendapatkan beberapa materi talkshow menarik dari sponsor seperti POKKT dan UPoint. Acara ini juga dimeriahkan dengan Game Slam, dimana masing-masing studio mendapatkan waktu kurang lebih dua menit untuk mempresentasikan karya mereka, dan menerima pertanyaan dari para pengunjung yang hadir. Di malam hari, pengunjung dan juga para peserta IN.GAME juga mendapatkan suguhan diskusi panel yang membahas masalah industri game dengan narasumber Eka Pramudita Muharram (Mojiken Studio, Surabaya), Steven Aang (Firebeast Studio, Medan) dan Eldwin Viriya (Own Games, Bandung).

IN.GAME Fest 2015

duniaku-ingame-6

Kompetisi mini juga digelar oleh beberapa studio untuk semakin “memanaskan” arena IN.GAME, seperti dari Mojiken yang mengadakan turnamen Ultra Space Battle Brawl yang sukses membuat gaduh arena pameran. Di akhir acara, digelar juga IN.GAME Award, dimana panitia memberikan penghargaan kepada beberapa game terbaik yang sudah ikut serta. Selain mendapatkan penghargaan, para pemenang IN.GAME Award juga mendapatkan hadiah dari sponsor.

duniaku-ingame-8

Selama sehari penuh, developer game indie di Indonesia benar-benar “berpesta” dalam IN.GAME Expo ini. Ajang ini pun akhirnya juga bisa menjadi gathering dari komunitas-komunitas game developer yang ada di Indonesia, dimana mereka sangat memanfaatkan waktu untuk saling sharing, bahkan sampai acara sudah selesai sekalipun. Meskipun arena pameran bisa dibilang terlalu kecil, namun acara ini terbilang sangat sukses dan antusiasme developer game indie di Indonesia benar-benar luar biasa. Frida Dwi, salah satu penggagas acara IN.GAME Fest ini pun berharap tahun depan acara ini bisa terselenggara lagi, dengan skala dan arena yang lebih besar lagi.

IN.GAME Fest 2015

“Pesta” para developer indie dalam IN.GAME Fest ini akan berlanjut selama tiga hari ke depan (14 hingga 16 Agustus 2015), dimana akan diadakan Game Jam selama 48 jam penuh. Ingin tahu bagaimana serunya aksi Game Jam selama 48 jam dalam IN.GAME? Tunggu liputan selanjutnya di Duniaku ya!


SHARE
Previous articleRaih 1 Milyar di Singapura, Attack on Titan Ditunda di Indonesia
Next articleHajime Isayama: Tidak Suka Live Action Attack on Titan? Tidak Masalah!
Ex Managing Editor majalah Zigma dan Omega yang mengawali karirnya sebagai kontributor sebuah blog teknologi. Febrizio dikenal juga suka dengan teknologi, film, pengembangan software, perkembangan sepakbola, serta saat ini juga mulai tertarik untuk mempelajari proses pengembangan game.