Tas Siswa Sekolah Makin Berat, Normalkah?

Tas Siswa - Indonesia 2Menuju 70 tahun Indonesia merdeka. Pendidikan masih menjadi sorotan utama. Perubahan kurikulum terus berjalan seiring berkembangnya ilmu pengetahuan. Semakin bertambahnya informasi, membuat buku-buku pun semakin tebal. Jam pelajaran siswa sekolah baik di tingkat SD, SMP maupun SMA makin bertambah lama. Bahkan ada yang harus menghabiskan waktunya mulai pagi hingga sore hari di sekolah. Hal ini tentu berbanding lurus dengan makin banyaknya perlengkapan belajar yang dibawa para siswa saat pergi kesekolah. Tak ayal, tas siswa semakin berat untuk dibawa.

Coba bayangkan, umumnya dalam sehari ada empat sampai lima mata pelajaran dan tiap pelajaran biasanya ada satu buku pendamping, satu buku latihan atau Lembar Kerja Siswa (LKS), dua buku tulis yang berfungsi sebagai buku catatan dan tugas.

Tas Siswa - Bedah isi

Seragam Sekolah Baru Indonesia, Kini Ada Iklannya?

Seragam sekolah baru Indonesia tambah rame! Kini ada tambahan badge “aku benci narkoba” di atas nama pelajar dan “aku benci korupsi”di atas logo osis.
Baca Juga

Ini masih belum ditambah perlengkapan lain seperti buku agenda, baju olah raga jika bertepatan pelajaran itu, bekal minuman dan makanan, perlengkapan menulis hingga perlengkapan jika ada ekstrakurikuler.

Jika semua keperluan itu dibawa tiap berangkat ke sekolah, maka isi tas sekolah akan penuh dan berat. Beberapa siswa terkadang terlihat membawa tas yang ukurannya lebih besar dari postur tubuhnya.

“Malah sekarang disuruh pake gadget katanya sebagai penunjang. Nyari wawasan itu nggak dari buku doang, bisa dari internet. Malah diwajibin sekarang bawa gadget  ke kelas, tapi dipakenya kalo disuruh doang. Isi tasnya jadi berat banget,” aku Arick Daffa Wiranda, penghuni Kelas X MIA, SMAN 6 Jakarta.

Hal ini lumayan menjadi sorotan beberapa orang tua. Lewat dunia maya, mereka mengkritisi fenomena dimana tas siswa semakin berat untuk dibawa. Hal ini lumayan berkembang baik melalui jejaring sosial seperti facebook, ataupun blog.

Mereka menceritakan pengalaman pribadi, utamanya orang tua yang memiliki anak di tingkat sekolah dasar, dengan mempertanyakan sistem yang harusnya bisa meringankan beban bawaan siswa kesekolah.

“Setiap pagi, tak tega rasanya kalau tidak turut membantu dua anak saya untuk membawakan tasnya ke halaman rumah, mengantarkan sampai Papa-nya mengambil alih tugas, mengantar ke sekolah. ‘Ckckck, bukannya berkurang, tas anak sekarang makin berat saja. Inikah gambaran pendidikan SD di Indonesia? Mengapa gak bawa lemarinya saja sekalian?’.  Rasanya, keluhan ini tidak hanya saya yang rasakan. Sangat mungkin dirasakan oleh banyak orang. Adakah upaya untuk memperbaiki? Rasanya masa penantian perbaikan tidak akan sekejap. Masih harus menunggu lama. Mungkin sampai anak-anak lulus SD pun belum tentu usai. ” Ungkap Deliana melalui blog-nya.
“Mengapa tidak dalam satu buku tulis saja, kan bisa dibagi bolak balik,” lanjut Deliana. Ia juga menulis bahwa sempat menyampaikan keluhan ke pihak sekolah atau sesama wali murid namun tidak ada tanggapan berarti. Sehingga yang bisa ia lakukan saat ini hanya memilihkan tas yang nyaman, kuat dan tidak menambah beban.

Tas siswa - India 1Masalah tas siswa yang semakin berat sebenarnya tidak hanya terjadi di Indonesia. Beberapa negara lain di dunia juga mengalaminya, dua diantaranya Singapura dan India.

Namun perbedaannya, di Singapura baik sekolah maupun pemerintahannya memikirkan upaya penyelesaian. Mulai dari meninggalkan beberapa buku disekolah hingga menetapkan kebijakan beban tas yang seharusnya dibawa oleh anak dan diukur dari bobot tubuhnya. Di India bahkan, salah satu sekolah melakukan penimbangan bobot tas siswa sebelum memasuki kelas.

Nah bagaimana kamu melihat fenomena ini? Merasa bobot tas mu masih ringan-ringan saja?

*dari berbagai sumber


SHARE
Previous articleWagakki Band Rilis Video Klip untuk Theme Song Attack on Titan Mini-Series!
Next articlePakaian Pokemon Tidak Pernah Semenarik Ini!