Lebih Dekat Mengenai Monetisasi Game Mobile dengan Platform Rewarded Video Ads

rewarded video ads platform POKKT - IN.GAME

Talkshow mengenai platform rewarded video ads untuk game mobile mewarnai pagelaran IN.GAME Fest 2015. Apa sih sebenarnya platform rewarded video ads ini?

IN.GAME Fest 2015, Ini Dia Pestanya Developer Game Indie di Indonesia!

Ajang IN.GAME Fest 2015 benar-benar menjadi ajang pesta bagi para developer game indie di Indonesia. Bagaimana serunya? Simak liputannya!
Baca Juga

IN.GAME Fest 2015 yang sudah diselenggarakan pada tanggal 13 Agustus hingga 16 Agustus 2015 kemarin memiliki banyak agenda acara. Selain expo yang digunakan para developer game indie untuk memamerkan karya mereka, Game Jam selama 48 jam penuh dan IN.GAME Awards, dalam acara yang pertama kali diselenggarakan di Indonesia tersebut digelar juga beberapa sesi talkshow. Salah satunya mengundang perwakilan dari POKKT, salah satu rewarded video ads platform terbesar di Asia Tenggara yang juga sekaligus salah satu sponsor dari acara ini.

Di hari pertama IN.GAME atau saat di tengah-tengah Expo berlangsung, Sr. Executive – Bussiness Development dari POKKT, Deden Fahrudin hadir untuk menjelaskan detail mengenai rewarded video ads platform yang ditawarkan oleh POKKT. Banyak developer yang saat ini masih menggunakan banner untuk memonetisasi game gratis yang sudah dirilisnya. Padahal, cukup banyak gamer yang tidak suka dengan adanya banner tersebut, yang dianggap mengganggu permainan. Nah, POKKT sendiri menawarkan sebuah platform video ads, dimana gamer bisa memilih apakah ingin menontonnya atau tidak, sehingga tidak mengganggu layar permainan.

rewarded video ads platform POKKT - IN.GAME

Ingin Sukses Monetisasi Game Mobile? Ikuti Pre GDG Prime 2015 With POKKT Ini!

Bingung cara memonetisasi game mobile yang benar, dan tentu saja menghasilkan? Ikuti event Pre GDG Prime 2015 With POKKT di enam kota ini! Gratis!
Baca Juga

Dikatakan rewarded video ads, karena setelah menonton video tersebut, gamer akan mendapatkan mata uang atau item dalam game premium yang sebelumnya hanya bisa didapat dengan membelinya. Selain tidak mengganggu layar permainan (karena muncul atau tidaknya video tergantung dari keputusan pemain), rewarded video ads ini juga menguntungkan developer karena menawarkan eCPM yang lebih baik dibandingkan ads menggunakan banner. POKKT sendiri memiliki perbedaan dibandingkan platform rewarded video ads lainnya karena iklan-iklan yang ditampilkan merupakan brand lokal dan juga bukan dari game.

Selain memberikan pengenalan terhadap POKKT, talkshow ini juga menghadirkan beberapa developer game Indonesia yang sebelumnya sudah mengintegrasikan POKKT ke dalam mereka, seperti Hanas Subakti (Raion Game, Malang) dan Frida Dwi (Agate Jogja, Yogyakarta). Mereka memberikan testimoni mengenai bagaimana pengalaman mereka dalam mengintegrasikan POKKT ke dalam game mereka.

rewarded video ads platform POKKT - IN.GAME

“Hal yang menarik adalah iklan yang ditampilkan bukan iklan apps/game, yang itu berarti kita tidak mempromosikan kompetitor kita,” ungkap Frida Dwi kepada Duniaku.net. “Dengan CPM yang cukup tinggi POKKT layak dipertimbangkan untuk developer dengan target user lokal,” lanjutnya. “Kalau dari kami integrasi relatif mudah, mungkin dulu nyoba masih awal-awal jadi suka ga muncul iklannya,” lanjut Gathot Fajar dari Creacle. “Kalau game kita targetnya di Asia sih, pakai POKKT lebih tinggi revenue-nya dibandingkan banner ads,” tambah Hanas dari Raion. “Harapannya, POKKT bisa berkembang untuk benua-benua lainnya, pasti akan lebih bagus lagi,” pungkas Hanas.

Setelah mengadakan talkshow di hari pertama IN.GAME, Deden dari POKKT juga memberikan beberapa materi menarik lain saat Game Jam berlangsung seperti detail teknis mengenai integrasi POKKT ke dalam game dan satu talkshow menarik dengan tema Good Game Economy & Monetization. Deden menjelaskan, bahwa untuk membuat game sebagus mungkin dan juga maksimal dimonetisasi, developer harus memperhatikan user experience dan juga sistem monetisasi yang tidak terlalu mengganggu pemain saat memainkan game-nya. Dan untuk mempertahankan user retention yang merupakan salah satu elemen penting agar game maksimal dalam monetisasi, develper juga disarankan untuk memberikan reward tertentu kepada pemain.

rewarded video ads platform POKKT - IN.GAME

Selain menggelar talkshow, POKKT juga menggelar diskusi kecil mengenai bagaimana monetisasi game yang baik dan juga perkembangan industri game di Indonesia yang juga diberikan oleh Global Head-Developer Acquisition-nya, Nimit Panpalia. Selama IN.GAME, POKKT juga sibuk meladeni beberapa developer yang bertanya dan berdiskusi secara pribadi.

Secara keseluruhan, IN.GAME sendiri adalah salah satu acara game indie yang bisa dibilang cukup sukses di penyelenggaraan pertamanya. “Alhamdulillah berjalan lancar dan jumlah yng hadir diluar ekspektasi kami. Gak kurang dari 250 orang hadir di IN.GAME Expo dan ruangan acara selalu ramai dari pembukaan hingga closing. Semoga thun depan kita bisa menghadirkan IN.GAME yang lebih baik lagi,” pungkas Frida Dwi yang mewakili panitia dari IN.GAME.

POKKT sendiri akan melanjutkan roadshow-nya ke Jakarta besok, 18 Agustus 2015 mulai pukul 11.00 di Resto Ngalam, FX Mall. Bagi yang berminat untuk mengikuti, kamu bisa mendaftarkan diri melalui tautan di bawah ini GRATIS!

Pendaftaran Pre GDG Prime 2015 With POKKT - Jakarta


SHARE
Previous article5 Lomba Tujuh Belasan Ala Naruto
Next articleInilah Perlombaan Unik Khas Kemerdekaan Indonesia!
Ex Managing Editor majalah Zigma dan Omega yang mengawali karirnya sebagai kontributor sebuah blog teknologi. Febrizio dikenal juga suka dengan teknologi, film, pengembangan software, perkembangan sepakbola, serta saat ini juga mulai tertarik untuk mempelajari proses pengembangan game.