Review Inside Out – Satu Lagi Masterpiece dari Pixar!

Review Inside Out - Joy

Ternyata Animasi Dragon Ball Super Tak Sesuper Namanya

Seakan di-PHP, menjelang episode 5-nya, animasi Dragon Ball Super menurun drastis! Selain gambarnya buruk, anatomi para karakternya benar-benar asal-asalan!
Baca Juga
Saat dirilis di Amerika, Inside Out sudah dinyatakan oleh kritikus sebagai satu masterpiece lagi dari Pixar. Sayangnya, penonton di Indonesia harus bersabar untuk menontonnya. Saat Amerika sudah bisa menontonnya tanggal 19 Juni, kita baru bisa menyaksikannya Agustus ini. Untungnya, Inside Out akhirnya dirilis juga! Apakah sebagus kata kritikus barat? Simak saja review Inside Out ini!

Inside Out mengambil sudut pandang Riley, seorang anak berumur 11 tahun. Atau lebih tepatnya Riley dan juga lima personifikasi emosinya. Ada Joy, Anger, Disgust, Fear, dan Sadness, masing-masing mewakili fungsi yang sudah tercermin dari nama mereka.

Setelah menjalani sepuluh tahun yang menyenangkan bersama Riley, emosi-emosi ini diuji saat Riley dibawa keluarganya pindah dari Minnesota ke San Francisco. Kesibukan orang tuanya, kondisi rumah barunya yang lebih buruk dari sebelumnya, harus berhadapan dengan teman-teman baru, dan kerinduan akan Minnesota benar-benar memberi tekanan kepada Riley.

Review Inside Out - SadnessMasalah ekstra pun datang saat di momen terkelam ini Joy, emosi utama Riley, justru terserap keluar dari pusat kendali emosi bersama Sadness. Joy dan Sadness pun mencoba untuk kembali ke pusat kendali emosi, namun apakah mereka bisa kembali tepat waktu, sebelum absennya mereka memicu tragedi?

Review Inside Out - AngerTak salah lagi, Inside Out adalah film paling fantastis tentang gejolak ABG. Hilangkan semua bagian di benak Riley, dan kamu akan mendapati drama yang menyentuh dan sangat realistis tentang anak-anak yang terpaksa pindah mengikuti orang tua. Kamu pernah merasakan itu? Kalau iya hati-hati, karena Inside Out benar-benar mampu menonjok emosimu.

Tapi gejolak kepribadian yang dikedepankan Inside Out benar-benar memberi rasa beda terhadap drama yang disajikan film ini. Kamu akan dibuat terbahak berkali-kali karena film ini sangat konyol di beberapa bagian. Kamu akan dibuat terharu melihat gejolak kehidupan Riley, juga tentang petualangan Joy dan Sadness untuk kembali ke ruang kontrol. Ada banyak momen yang benar-benar menyentuh dan bisa membuat matamu berkaca-kaca, tak peduli apa kamu tua, muda, anak-anak atau dewasa.

Review Inside Out - Bing BongYep, seperti film-film terbaik Pixar lain, sutradara Pete Docter (Monsters Inc, Up) kembali menyajikan film yang mampu mengaduk-aduk emosi penonton. Kamu akan bersimpati terhadap Riley, dan juga Sadness, emosi negatif yang bahkan Sadness sendiri bingung apa sebenarnya fungsinya. Pentingnya kesedihan terhadap kepribadian seseorang benar-benar dieksplorasi di Inside Out, memberikan kesan kuat yang akan menempel di hatimu saat film ini berakhir.

Lalu, apakah karena fokus dunia nyata Inside Out mengedepankan gejolak realistis seorang anak ABG, apakah film ini tidak seru? Sama sekali tidak. Petualangan Joy dan Sadness disajikan dengan sangat fantastis, dengan visual yang unik dan menarik. Mau kamu anak-anak atau bukan, kamu akan dibuat terpikat oleh warna-warna cerah yang tersaji di Inside Out.

Review Inside Out - Emotion Control PanelKelemahan? Mungkin kalau kamu butuh aksi kejar-kejaran, tembak-tembakan, atau baku hantam untuk menganggap sebuah film bagus, maka kamu tidak akan menyukai Inside Out. Kalau kamu memang tidak suka film animasi juga sebaiknya kamu melewatkan film ini. Tapi kalau kamu tidak keberatan dengan dua faktor tadi? Sebaiknya kamu segera menonton Inside Out, karena ini adalah masterpiece yang tak bisa dilewatkan.

REVIEW OVERVIEW
Skor Film
100 %

SHARE
Previous articleInilah Pemenang Event Bagi-bagi CBT Key Tree of Savior Indonesia!
Next articleMengencani Para Cewek Cantik dalam The King of Love Bisa Bikin Jombloers Lupa Dunia Nyata!
Novelis yang telah menulis cerpen Apollyon di Fantasy Fiesta 2010, Selamanya Bersamamu di Fantasy Fiesta 2011, serta novel Hailstorm dan Redfang untuk seri Vandaria Saga. Menyukai dunia video game, literatur, komik, dan tabletop game. Berharap suatu saat nanti bisa menguasai dunia lewat karya-karyanya.