Black Clover, Manga Baru yang Meniru Naruto?

Black Clover - Chapter 1
Masashi Kishimoto sudah menyatakan keinginannya untuk pensiun. Kamu mungkin merasa kesepian karena kehilangan salah satu manga terbaik untuk ditunggu chapter baru tiap minggunya. Nah, jika kamu sedang mencari pengganti Naruto, Black Clover bisa jadi pilihan yang menarik.

Masashi Kishimoto Akan Pensiun Sebagai Mangaka?

Setelah Naruto Gaiden tamat beberapa waktu lalu dan juga Boruto –Naruto the Movie– selesai, Masashi Kishimoto akan pensiun sebagai mangaka?
Baca Juga

Black Clover adalah manga karya Yuki Tabata. Manga ini memulai debutnya pada Weekly Shonen Jump pada 16 Februari 2015. Yuki Tabata sendiri bukanlah nama baru diantara para mangaka, pada tahun 2011 lewat one-shot Hungry Joker ia memenangkan posisi pertama dalam majalah Golden Future Cup. Manga one-shot ini kemudian diserialisasikan, namun akhirnya berhenti sejak 6 bulan awal perilisan karena kurang populer.

Black Clover sendiri bercerita tentang Asta, seorang remaja yang sejak bayi ditinggalkan didepan pintu sebuah gereja di desa paling miskin ditanah ini. Mimpinya sejak kecil adalah menjadi seorang Wizard King seperti yang sering diceritakan dalam legenda, sayangnya ia tidak memiliki kemampuan magic sama sekali. Padahal di dunia ini, kekuatan magic adalah segala-galanya. Tapi tentu saja, terlalu awal untuk menyerah. Asta kemudian setiap hari melatih fisiknya, berharap hal tersebut bisa membantunya untuk menjadi lebih kuat.

Sejak kamu membuka halaman pertama, Black Clover sudah menyuguhkan suatu dunia penuh misteri dengan latar tempat dunia fantasi penuh magic. Hal ini tentu mengingatkan kita bagaimana Naruto serta One Piece memiliki kekayaannya latar dunia yang tidak bisa ditiru oleh manga lain. Semua pembaca shonen pasti paham, ada tiga hal yang harus dimiliki sebuah shonen manga. Pertama adalah kekuatan latar tempat, karakter yang begitu mudah diingat, serta mimpi! Black Clover menunjukan ketiga hal ini secara gamblang diawal chapter.

Kesamaan dengan Naruto

Black Clover - Naruto

Meski menjadi manga yang begitu menjanjikan, Black Clover ternyata cukup banyak mendapatkan respon negatif. Beberapa pembaca menuduh Black Clover meniru beberapa hal yang dilakukan Naruto. Pada chapter dua, terdapat ujian untuk menjadi seorang ksatria yang begitu mirip dengan ujian Chunin di Naruto. Asta yang menyatakan Yuno sebagai rivalnya, juga mengingatkan kita bagaimana Naruto menyatakan Sasuke sebagai rivalnya. Sosok Yuno yang begitu bertalenta, tentu juga mengingatkan kita tentang Sasuke.

Kemudian pada chapter 17, Clover Kingdom harus berhadapan dengan Diamond Kingdom dalam suatu misi. Hal ini memberikan suasana familiar, dimana Clover Kingdom terasa tak jauh beda keradaannya dengan Konohagakure, sedangkan Diamond Kingdom seperti Sunagakure.

Jika kamu sudah membaca semua chapter naruto, kamu akan merasa bahwa pertarungan antara Asta dan Mars di chapter ini terasa begitu mirip dengan pertarungan antara Naruto dan Gaara pada ujian Chuunin. Pada Black Clover dijelaskan bahwa Mars dilatih untuk menjadi senjata, dimana Gaara juga dijadikan Jinchuuriki Shukaku sebagai senjata rahasia Sunagakure.

Manga yang Menjanjikan

Black Clover - End

Jadi, apakah Black Clover hanya manga yang meniru Naruto? Tidak. Black Clover tidak memiliki sangkut paut apapun dengan dunia ninja. Kalaupun ada beberapa kemiripan, Black Clover hanya sekedar meminjam konsep untuk membentuk dunianya sendiri. Sama halnya dengan One Piece, Naruto, dan Bleach yang terinspirasi dari Dragon Ball, Magi yang terinspirasi dari FMA, mungkin saja Black Clover terinspirasi dari Naruto ataupun Fairy Tail.

Sebagai Manga yang bahkan belum satu tahun berjalan, terlalu dini untuk mengatakannya sebagai suatu Manga yang gagal hanya karena kesamaan beberapa konsep. Yang pasti, Black Clover adalah salah satu manga baru yang begitu menjanjikan untuk dinanti chapter barunya tiap minggu.


SHARE
Previous article6 Dunia Anime Paling Berbahaya untuk Ditinggali!
Next articleGalaxy Note 5 Versi Indonesia Bakal Miliki Dua Slot SIM Card?
Penggemar strategy RPG Jepang, serta semua serial Super Robot Wars, yang saat ini masih menjadi kontributor penulis artikel game guide salah satu media game Indonesia. Mulai memburu game-game mobile, dan juga emulator melalui gadget Android, hanya untuk memainkan kembali game-game RPG klasik, yang menurutnya tetap lebih baik dibandingkan game modern.