Menurut Mario Teguh, Seorang Gamer Tidak Bisa Berpikir Cerdas dan Inovatif!

Gamer susah belajar dan terbelakang, katanya...
Gamer susah belajar dan terbelakang, katanya…

Menurut Mario Teguh, Seorang Gamer Itu Susah Belajar dan Terbelakang!

Gamer, mana suaranya? Setuju tidak jika main video game bisa membuat kalian susah belajar?
Baca Juga

Tampaknya Mario Teguh belum juga selesai dengan para gamer. Setelah beberapa saat yang lalu dia menjustifikasi jika seorang gamer itu susah belajar dan terbelakang, kini motivasinya makin tidak terkontrol. Seorang gamer dan, dan karena kini dia tampaknya juga ingin meluaskan target bashing melalui akun media sosialnya, anak-anak muda yang hanya mikirin pacaran sampai usia 18, juga ikut diseret. Mereka dianggap tidak smart dan inovatif! Apa kini om Mario Teguh mau mengatakan gamer dan anak-anak muda (dengan batasan umurnya 18 tahun) itu bodoh (tidak bisa berpikir smart) dan hanya bisa meniru (tidak inovatif)?

Bagaimana Anda bisa berpikir smart dan inovatif pada umur 25, kalau sampai umur 18 pikirannya hanya games dan pacaran? ~ Mario Teguh

Mario Teguh Belum Kenal Tri Rismaharini, Gamer Sekaligus Walikota Terbaik Dunia!

Gamer itu susah belajar dan terbelakang menurut Mario Teguh...? Sepertinya dia belum kenal dengan bu Risma, gamer SimCity yang sukses menerapkan konsep permainan SimCity dalam menata kota Surabaya!
Baca Juga

Dan seperti sebelumnya, motivasi yang jelas menunjuk ke muka para gamer, dan juga kini anak muda usia 18 tahunan yang masih pacaran tersebut, langsung menuai respon, baik yang pro maupun kontra. Dan kembali melihat respon beberapa netizen atas motivasi om Mario Teguh yang bernada men-judge dan sepertinya tidak paham seluk beluk dunia game (atau justru begitu pahamnya sampai berulang kali mencatut gamer dalam bagian motivasinya), kita memang tidak bisa menelan mentah-mentah apa yang diungkapkan om Mario Teguh. Bukan sekadar menerjemahkan kata tidak smart itu sebagai tidak pintar atau tidak cerdas (atau mungkin, bodoh). Dan juga bukan sekadar menyimpulkan tidak inovatif dengan hanya bisa meniru saja (menurut KBBI, inovatif bersifat memperkenalkan sesuatu yg baru). Penulis justru tertarik dengan angka yang dimasukkan ke dalam motivasi tersebut. Pasti bukan tanpa alasan om Mario Teguh memasang 18 dan 25 tahun.

Mario-Teguh-2

Usia 18 tahun termasuk dalam kategori usia remaja / muda. Rentang waktu usia remaja ini biasanya dibedakan atas tiga rentang usia, yaitu:

  • Masa remaja awal, 12 – 15 tahun
  • Masa remaja pertengahan, 15 – 18 tahun
  • Masa remaja akhir, 18 – 21 tahun

Menurut data dari BKKBN Indonesia, penduduk usia remaja di Indonesia mencapai hampir 30% dari keseluruhan penduduk Indonesia yang mencapai 259.966.894 juta jiwa (berdasarkan sensus terakhir). Dan itu berarti ada sekitar 70 jutaan remaja Indonesia. Sebuah pasar yang sangat besar. Kalangan gamer, mungkin hanya mengambil sebagian kecil saja dari keseluruhan jumlah remaja tersebut. Namun melihat begitu derasnya respon atas motivasi gamer yang dilontarkan sebelumnya (baca: trafik), sepertinya om Mario Teguh sadar besarnya pasar gamer di Indonesia. Karena itulah, dia kembali mencatut nama gamer dalam movitasi barunya. Plus, juga, remaja / anak muda. Tambahkan satu permalasahan yang paling sering dihadapi anak muda sebagai bumbu pedas agar motivasinya ini kian “panas,” melalui kata “pacaran!”

Jadi gamer (dan anak muda yang hanya mikir pacaran) itu bodoh dan hanya bisa meniru?
Jadi gamer (dan anak muda yang hanya mikir pacaran) itu bodoh dan hanya bisa meniru?

Bukan Hanya Tri Rismaharini, Ternyata Mario Teguh Juga Gamer Lho!

Pro-kontra motivasi gamer dari Mario Teguh memicu perdebatan di kalangan komunitas gamer itu sendiri. Siapa yang sebenarnya pantas disebut gamer? Apakah Mario Teguh juga gamer, karena sudah mengamati dunia game?
Baca Juga

Penulis yakin, banyak gamer Indonesia yang, seperti penulis, yang usianya sudah melewati masa remaja, dan sepertinya juga merasa tetap smart serta inovatif, serta para remaja dengan darah mudanya yang masih mudah bergejolak, mungkin tidak terima bakal langsung beranjak mengambil keyboard dan menulis komen di halaman dimana motivasi tersebut dibuat di media sosial. Atau, setidaknya membagikannya ke timeline atau ke komunitas gamer, di sana juga mendapatkan banyak komentar karena mayoritas teman penulis di media sosial yang juga berasal dari kalangan gamer, dan ternyata mereka pun kembali membagikannya ke beranda akun media sosialnya. Hasilnya bisa ditebak, pesan berantai, sebuah trik marketing yang memang lumrah diterapkan melalui media sosial dewasa ini.

Gamer-Pacar-Idaman-9
Albert Einstein saja juga setuju, jika game itu membuatmu smart… hehe!

Oh ya, jumlah pengguna Facebook di Indonesia sudah lebih dari 70 juta hingga akhir tahun 2014 lalu, dan menjadi negara keempat terbesar pengguna media sosial tersebut, dan mayoritas penggunanya adalah anak muda.

Kembali pada kata motivasi om Mario Teguh di atas, bagaimana menurut kalian Citizen Duniaku, apakah kalian setuju, yang merasa masih menjadi gamer, atau juga masih sering galau dengan yang namanya pacaran, meskipun usianya sudah melewati masa remaja, disebut tidak smart dan tidak inovatif? Tuangkan pendapat kalian melalui kolom komentar di bawah ya! Selain itu, berikut penulis ambil beberapa komentar baik yang pro dan kontra dari media sosial menanggapi Motivasi Gamer-nya om Mario Teguh yang baru ini. Dan ya, seperti biasa, komentar yang kontra memang jarang ditanggapi oleh pihak adminnya, dan komentar yang pro, langsung mendapat respon: SALAM SUPER!


Pendapat Para Netizen


Angga Aditama Some people just have no idea there is a big difference between loving video games and using video games as their escape from responsibility. Not to mention the brilliant things the video games thought us.

Suseno Wibowo Hardianto apa masih mendamba2kan pekerjaan konvensional pak ? Jokowi menggalakkan ekonomi kreatif apa pemikiran bapak tidak sampe kesana ? E-Sport merupakan salah satu motor penggerak ekonomi kreatif dan game tersebut dijadikan ajang kompetisi dan diakui dunia akan keberadaannya. Bapak sih kurang piknik, skali2 kalau ngelencer ke luar negeri sambangin kompetisi ESL, Dreamhack, etc atau ga sambangin HQ EA, Ubisoft, Square Enix, or else nanti bapak ketemu orang2 yang mikirnya cuma games dan satu lagi mereka lebih smart dan lebih inovatif dari bapak

Michael salah maksut gak bro ? maksutnya dari pak mario teguh bagi saya itu anak” yang hanya bermain game tanpa manfaat , hanya untuk senang” …saya juga kerja di Industri kreatif, membuat game orang yang membuat game cara berpikirnya beda dan orang yang hanya main game tanpa memikirkan masa depannya….dan saya setuju apa omongan pak mario

Weimpy Ocastian cie babang gamers ngamuk pacman emoticon btw mario teguh suruh liat turnamen The International 2015 dulu baru sadar ama omongannya pacman emoticon kalau gak suruh datengin kantor ubisoft biar nyahok pacman emoticon

Gerz Walker bukanny semua berawal dari kesenangan ya ?

senang foto” , bisa jadi photographer


senang musik , bisa jadi dj , pemusik , produser musik , nge band

senang IT , bisa jadi programmer dll

begitupun
senang bermain game , bisa menjadi gamer profesional yg ikut turnament .

dan senang-senang yg lain

Ignatius Aditya Wisnuwardana Hidup.om suseno
Nambahin saja pola pikir kuno seperti ini yg bikin org ngga maju
Semua berpikir sukses itu nilai ulangan bagus, juara kelas dll padahal di dunia modern seperti ini dunia kerja membutuhkan org yg inovatif dan berpikir kreatif.


Saya sendiri sering dpt ilham dan motivasi dgn bermain game.
Kl masalah anak2 jd kecanduan itu peran orang tua
Saya waktu kecil bebas main game tp di batas cuma hari libur saja. Jgn salahkan game tp pola pikir dan cara mendidik anak

Edy Setiawan Mereka mikir game=malas , bukan berpikir untuk ke pekerjaan , jadi orang casual gamer ya gak menghasilkan , kalo ditekuni dengan bijak bisa jadi pekerjaan contoh SumaiL , ga tau dia sapa? Cari di gugel

Qaseh Rekha Ya benar sekali itu Pak Mario..buat anak remaja ayo ini lah masa ny untuk anda menuju kearah pemikiran smart dan inovatif untuk kehidupan yg sukses nanti…

Dewiq’Qu Betuuuulllll,ini baru sentilan bt para remaja agar brfikir maju…dn tdk ada namanya berjuang demi cinta kl hanya sbg pengangguran….(I like pak mario)salut dg sentilan anda

Dhiko Surya Perdana Hebat ya admin FP pak Mario Teguh ini.
Ada komentar yang memberi wawasan/pandangan berbeda, dimana gamers juga bisa smart dan inovatif, malah tidak direspon sama sekali. Seperti dianggap tidak ada, atau memang butakah?


Tapi komentar lain yang, “SALAM SUPER, BENER SEKALI PAK!”
Dijawab satu persatu.

Super sekali. like emoticon

Muhammad Rejeki Al Kahfii Saya suka sama bapak.. Tapi tolong jangan sindir games.. Bisa bapak lihat karena gamers banyak yg berpenghasilan dari pada pacaran yg notabene menghabiskan.?? Lihat dota,point blank, bahkan coc dan game di android banyak yg menghasilkan uang pak.. #Salam super

Denny Armansyah Piliang Maaf pak mario, menggeneralisir perilaku juga tidak dibenarkan. Jujur saja dulu waktu saya ber-umur 18-22, bahkan sampai sekarang masi hobi main game. Tapi saya merasa bahwa diri saya baik2 saja, karena saya dapat memisahkan kapan waktunya untuk menggapai cita2 dan kapan waktunya bermain. Orang seperti saya juga butuh hiburan selepas bekerja keras agar hidup saya seimbang. Dan apa yang saya dapat sampai hari ini tidak bisa lepas dari beribadah, bekerja keras lalu bermain game. Bahkan dari sebuah game dapat meng-inspirasi saya bagaimana saya mendisain produk, game juga dapat memotivasi saya untuk mendisain lebih baik lagi. Dulu saya menggemari kata2 anda, tapi sekarang saya sadar bahwa hidup itu butuh keseimbangan bukan hanya berkata2 motivasi. Jadi, akan lebih baik kalau pak mario menggunakan konteks yang benar untuk menyampaikan apa saja yang seharusnya kita lakukan untuk menggapai kesuksesan. Ingat juga pak mario, ibadah berkontribusi 90% dari kesuksesan yang kita miliki sekarang ini. Selebihnya kerja keras dan bermain untuk melepas penat.

Jekijeck Mark Mending games dan pacaran, tapi pacaran yang sehat, dari pada narkoba, depresi dan frustasi. Kalau kecil saya suka main games SUPER MARIO. grin emoticon


SHARE
Previous articleFinal Fantasy VII Mobile Bakal Aman untuk Casual Player
Next articlePre GDG Prime 2015 With POKKT Jakarta, Ajang Bertemunya Developer dan Publisher!
Penggemar strategy RPG Jepang, serta semua serial Super Robot Wars, yang saat ini masih menjadi kontributor penulis artikel game guide salah satu media game Indonesia. Mulai memburu game-game mobile, dan juga emulator melalui gadget Android, hanya untuk memainkan kembali game-game RPG klasik, yang menurutnya tetap lebih baik dibandingkan game modern.