Pre GDG Prime 2015 With POKKT Jakarta, Ajang Bertemunya Developer dan Publisher!

pre gdg prime 2015 with pokkt jakarta
Gong terakhir Pre GDG Prime 2015 With POKKT akhirnya berlangsung di Jakarta. Di kota terakhir dari roadshow ini, acara ini bukan hanya dihadiri oleh developer saja, melainkan juga publisher game!

Lebih Dekat Mengenai Monetisasi Game Mobile dengan Platform Rewarded Video Ads

Talkshow mengenai platform rewarded video ads untuk game mobile mewarnai pagelaran IN.GAME Fest 2015. Apa sih sebenarnya platform rewarded video ads ini? Simak di dalam!
Baca Juga

Gelaran terakhir Pre GDG Prime 2015 With POKKT akhirnya sudah digelar di Jakarta pada hari Selasa, 18 Agustus 2015 kemarin. Hampir sama dengan penyelenggaraan di kota-kota sebelumnya, di Jakarta yang digelar di Resto Ngalam, FX Mall ini acara dihadiri oleh beberapa developer game mobile yang ada di Jakarta dan sekitarnya. Namun ada satu hal menarik yang terjadi di Jakarta ini, dimana bukan hanya developer game saja yang hadir dalam acara ini, melainkan juga dihadiri oleh beberapa elemen industri game lain seperti publisher game.

Total, acara ini dihadiri sekitar 20 orang dari developer dan publisher game yang berasal dari Jakarta dan sekitarnya, sebut saja seperti GameLevelOne, Sinergi Studio, Vizard Tales, CumaCeban, Studio Namaapa, PlayInteractive, Helo Digit dan sebagainya. Sedangkan dari POKKT sendiri dihadiri oleh Global Head-Developer Acquisition, Nimit Panpalia; Sr. Executive-Bussiness Development , Deden Fahrudin; dan VP Global Bussiness Development, Swapnil Sambhus.

pre gdg prime 2015 with pokkt jakarta

Karena dihadiri bukan hanya developer, maka diskusi bukan hanya seputar development game saja, melainkan juga diskusi seputar perkembangan industri game Indonesia itu sendiri. Nimit mengawali diskusi dengan membeberkan beberapa kesalahan developer saat monetisasi game, sehingga developer tersebut tidak bisa mendapatkan revenue yang maksimal dari game yang dirilisnya. Kesalahan di sini ada beberapa macam, mulai dari kesalahan saat publishing, kesalahan dalam memilih model monetisasi yang pas, atau kesalahan saat mempertahankan user retention yang membuat game tersebut banyak kehilangan pemainnya.

pre gdg prime 2015 with pokkt jakarta

Liputan Pre GDG Prime 2015 With POKKT Surabaya

Bukan hanya developer dari Surabaya yang hadir, akan tetapi ada juga yang dari Madura dan Jombang!
Baca Juga

Diskusi menjadi ajang sesi sharing dari developer yang sudah menggunakan rewarded video ads yang ditawarkan oleh POKKT kepada mereka yang masih menggunakan banner konvensional. Bahkan diskusi pun bukan hanya seputar game mobile saja, melainkan juga merambah ke platform lain seperti Steam. Selain itu, ada juga beberapa developer yang menunjukkan game terbaru mereka, dan meminta feedback dari peserta yang hadir dalam acara ini.

“Acara ini lumayan bagus, karena selain bisa semakin kenal dengan developer lokal, juga kita bisa tahu ada opportunity apa yang ditawarkan oleh POKKT sebagai ad network yang bisa membantu kita dalam monetisasi game di regional Asia dan Asia Tenggara, terutama di Indonesia,” ungkap Felix Ramli, Managing Director dari GameLevelOne kepada Duniaku.net. “Untuk POKKT sendiri pasti bakal sangat potensial, bakal bisa membantu developer lokal untuk monetisasi game di lokal, karena mereka ads-nya juga membawa brand lokal,” lanjutnya.

pre gdg prime 2015 with pokkt jakarta

Selama menggelar roadshow di lima kota, Duniaku dan POKKT sudah bertemu lebih dari 70 developer game mobile yang potensial. Semoga acara ini bisa membantu developer game lokal untuk tumbuh dan berkembang lebih cepat, serta tentu saja bisa memonetisasi game lebih baik lagi ke depannya. Sampai jumpa di event-event berikutnya!


SHARE
Previous articleMenurut Mario Teguh, Seorang Gamer Tidak Bisa Berpikir Cerdas dan Inovatif!
Next articleBermain Tetris Bisa Mengurangi Kebiasaan Ngemil-mu Lho!
Ex Managing Editor majalah Zigma dan Omega yang mengawali karirnya sebagai kontributor sebuah blog teknologi. Febrizio dikenal juga suka dengan teknologi, film, pengembangan software, perkembangan sepakbola, serta saat ini juga mulai tertarik untuk mempelajari proses pengembangan game.