Review Hitman: Agent 47 – Film Baru, Hasil Sama Saja

Review Hitman: Agent 47 - 1Fantastic Four bukan satu-satunya karya reboot milik 20th Century Fox yang rilis di Indonesia bulan ini. Ada juga Hitman: Agent 47, yang mencoba menghidupkan kembali potensi franchise adaptasi game ini sebagai film. Apakah kualitasnya lebih bagus dari film sebelumnya? Ternyata… tidak. Kok bisa? Baca saja review Hitman: Agent 47 untuk lebih lengkapnya.

Film ini kembali menyorot Agent 47, salah satu pembunuh bayaran paling berbahaya dalam sejarah pop culture. Target terbarunya? Katia Van Dees, gadis yang terhubung dengan Dr. Litvenko sang pencetus program Agent.

Katia sendiri ditunjuk sebagai tokoh utama kedua di film ini. Di awal, ia berupaya untuk menemukan jejak Dr. Litvenko, tanpa tahu siapa sebenarnya pria itu. Saat Agent 47 mulai memburunya, ia diselamatkan oleh John Smith (diperankan Zachary Quinto, pemeran Sylar dari Heroes dan Spock dari film-film Star Trek terbaru). Katia pun berusaha memahami siapa sebenarnya dirinya, hubungannya dengan Litvenko, dan apa dampaknya terhadap program Agent yang seharusnya telah ditinggalkan.

Review Hitman: Agent 47 - 2

Review Inside Out – Satu Lagi Masterpiece dari Pixar!

Tak diragukan lagi, ini adalah salah satu film terbaik 2015, baik dari kategori animasi maupun live action!
Baca Juga

Fans seri game Hitman yang berharap Fox akan lebih setia dengan gamenya bisa langsung dibuat kecewa di bagian awal film. Alih-alih taktis dan lebih suka mengambil pendekatan diam-diam, untuk meminimalisir saksi mata, Agent 47 di sini tidak ragu membuka tembakan di tempat umum atau seenaknya melenggang ke gedung berpenjagaan tinggi sambil membawa senjata lengkap.

Kalau kamu familier dengan gaya bermain Agent 47, kamu mungkin tahu kalau metode 47 di sepanjang film ini lebih terlihat seperti ia dikendalikan oleh gamer payah yang tidak peduli dengan ratingnya.

Melihat jajaran aktor dan aktris yang tak terlalu dikenal, serta kualitas CGI yang tidak terlalu baik, Hitman: Agent 47 terasa sama saja seperti Fantastic Four terbaru. Film yang diproduksi asal-asalan, serta semurah yang Fox bisa, hanya untuk memperpanjang lisensi rumah produksinya terhadap franchise tersebut. Kebetulan… rumah produksi Hitman: Agent 47 sama dengan Fantastic Four: 20th Century Fox.

Review Hitman Agent 47 - 3Kamu bukan fans Hitman versi game? Mungkin kamu memang ingin menonton film ini hanya untuk hiburan? Kalau dilihat dari sudut pandang itu, sebenarnya film ini tidak terlalu jelek. Sutradara Aleksander Bach menjejali film ini dengan adegan aksi yang cukup untuk minimal menjaga penonton awam untuk tidak meninggalkan bioskop.

Memang, kebanyakan adegan aksi ini terasa generik. Tembak-tembakan, kejar-kejaran, perkelahian tangan kosong, dan jenis aksi standar lain yang bisa kamu temukan di film aksi, sesekali “dihias” dengan gore. Tapi kualitas setiap aksi sendiri tak terlalu buruk, mengesampingkan kualitas CGI yang kelihatan jeleknya di beberapa adegan ini.

Review Hitman Agent 47 - 4Kualitas akting yang biasa saja, dialog yang biasa saja, plot standar, kumpulan aksi generik, dan unsur-unsur adaptasi yang sama ngaconya dengan film pertama. Hitman: Agent 47 bukan film yang wajib ditonton saat ini juga di bioskop. Kalau kamu memang butuh film aksi, seharusnya Mission Impossible: Rogue Nation yang lebih berkualitas masih tayang di beberapa bioskop.

REVIEW OVERVIEW
Skor Film
40 %

SHARE
Previous article8 Buah Iblis Terkuat di Dunia One Piece (Part 1)
Next article15 Ninja Seksi Ini Bakal Kalian Dampingi Selama Bermain Dead or Alive Xtreme 3
Novelis yang telah menulis cerpen Apollyon di Fantasy Fiesta 2010, Selamanya Bersamamu di Fantasy Fiesta 2011, serta novel Hailstorm dan Redfang untuk seri Vandaria Saga. Menyukai dunia video game, literatur, komik, dan tabletop game. Berharap suatu saat nanti bisa menguasai dunia lewat karya-karyanya.