Berikut Inilah Lima Momen Terbaik Inside Out!

SPOILER ALERT!!
Momen Terbaik Inside Out - 1Sebagai film animasi yang sangat berkualitas, Inside Out memiliki banyak momen menonjol. Apa saja? Berikut adalah lima contoh momen terbaik Inside Out! Tentunya, seperti yang tertulis besar-besar di atas, artikel ini mengandung spoiler. Kalau kamu belum menonton, silakan coba tonton saja dulu, lalu lihat apakah momen terbaikmu masuk ke dalam artikel ini!

5

Abstract Thoughts


Momen Terbaik Inside Out - Abstract Thought

Review Inside Out – Satu Lagi Masterpiece dari Pixar!

Tak diragukan lagi, ini adalah salah satu film terbaik 2015, baik dari kategori animasi maupun live action!
Baca Juga

Tidak seperti momen-momen terbaik Inside Out di peringkat yang lebih tinggi, momen yang satu itu masuk lebih karena animasi yang unik dan sangat kreatif. Gaya surreal yang diterapkan Pixar di sini benar-benar berbeda dari gaya animasi mereka dan, sepertinya, pertama kalinya mereka menyajikan yang seperti ini di dalam film garapan mereka.

Karena ketidakmampuan Bing Bong membaca papan peringatan, dia, Joy, dan Sadness harus melintasi medan ajaib ini. Sayangnya mereka terlambat keluar dan keempatnya pun harus merasakan diproses habis-habisan oleh ruangan ini. Mulai dari diubah menjadi makhluk kubisme dari lukisan Picasso, menjadi benar-benar dua dimensi, lalu berubah lagi menjadi bentuk geometri dasar, adegan ini benar-benar kocak, menegangkan, dan juga sangat memorable.


4

Runtuhnya Pulau-Pulau Kepribadian


Momen Terbaik Inside Out - Pulau KepribadianSejak awal film, sudah ditunjukkan kalau Pulau Kepribadian di benak Riley benar-benar berharga demi kesehatan jiwanya, dan juga dianggap sangat penting oleh para personifikasi kepribadian. Ketika absennya Joy membuat tiga emosi tersisa (Fear, Anger, Disgust) menyebabkan runtuhnya salah satu pulau, Goofball Island, tiba-tiba menghilangnya Joy dan Sadness menjadi masalah yang benar-benar serius. Adegan ini dengan sukses menunjukkan betapa tertekannya Riley terhadap situasi baru yang ia hadapi, dan ancaman kalau Joy terlambat kembali, bisa jadi tidak ada bagian kepribadian Riley yang bisa diselamatkan.

Dan sepanjang film pulau-pulau ini memang rontok, satu demi satu, memberikan alasan kuat bagi penonton untuk waswas dan penasaran bagaimana konflik di film ini bisa berakhir dengan hasil terbaik bagi Riley.


3

Resolusi Konflik Riley


Momen Terbaik Inside Out - RileyFokus Inside Out terbagi menjadi dua: kehidupan Riley di dunia nyata, serta aktivitas fantastis para personifikasi emosi di dalam benaknya. Saat Inside Out mencapai klimaks, plot Riley dan plot para emosi pun mencapai ujungnya… dan keduanya berakhir dengan sangat menyentuh.

Plot Riley keseluruhan pasti dapat mengena untuk anak yang pernah merasakan pengalamannya: pindah tiba-tiba dari lingkungan familier ke tempat yang sama sekali asing, dan terlihat lebih buruk/menakutkan dibanding tempat sebelumnya. Benak Riley pun sudah ingin menjerit sejak awal, terlihat dari dorongan Sadness untuk menyentuh beberapa Ingatan Inti.

Absennya kesedihan dan kegembiraan dari panel emosi membuat gejolak yang ia rasakan cukup menyakitkan, bahkan ke penonton. Terutama setelah panel emosinya mati, menandakan anak yang baru berusia sebelas tahun ini baru saja mengalami depresi parah.

Namun, akhirnya Joy membiarkan dia merasakan kesedihan. Secara mengharukan ia pun akhirnya dapat memahami kebingungan yang ia rasakan, sekaligus membuat orang tuanya memahami perasaannya. Benar-benar penutup yang sangat menyentuh untuk gejolak tokoh yang satu ini.

Lalu bagaimana dengan adegan klimaks ini dari sudut pandang para personifikasi emosi? Cek saja halaman berikutnya, adegan itu menempati posisi yang sedikit lebih tinggi di daftar momen terbaik Inside Out ini.

Lanjut ke halaman 2…

1
2

SHARE
Previous articleCosplay Ayame Kajou Yang Satu Ini Benar-Benar Keren dan… NSFW!! (NSFW)
Next articleNovel Itachi Ini Menceritakan Awal Sejarah Kelam Uchiha Itachi
Novelis yang telah menulis cerpen Apollyon di Fantasy Fiesta 2010, Selamanya Bersamamu di Fantasy Fiesta 2011, serta novel Hailstorm dan Redfang untuk seri Vandaria Saga. Menyukai dunia video game, literatur, komik, dan tabletop game. Berharap suatu saat nanti bisa menguasai dunia lewat karya-karyanya.