9 Ciri Yang Menandakan Bahwa Kamu Adalah Otaku Yang Tidak Baik!

otaku yang tidak baik - thumbs

Kini Kamu Bisa Ciptakan Umaru-Chan Versimu Sendiri Dengan Umaru-Maker Ini!

Kamu gemas dengan si adik yang-tidak-sesempurna-kelihatannya Umaru-chan? Ingin buat Umaru-chan versimu sendiri? Gunakan saja Umaru maker ini!
Baca Juga

Layaknya dua sisi koin, secara umum ada dua macam Otaku: Otaku yang baik dan Otaku yang tidak baik. Kamu termasuk kelompok Otaku yang mana?

Berbeda dengan Jepang, dimana Otaku diartikan sebagai seseorang yang benar-benar mendalami hobinya –hingga terkadang pada taraf berlebihan, di Indonesia dan beberapa negara lain arti dari Otaku sendiri menyempit menjadi mereka penggemar serial animanga (termasuk Light Novel dan Visual Novel). Yep, kita para Otaku menyukai berbagai serial animanga. Tapi, tampaknya diluar sana ada beberapa orang hanya suka (baca: tahu) animanga tertentu dan tidak peduli dengan orang lain –sampai pada tingkatan merendahkan. Sebut mereka sebagai Otaku yang tidak baik, bocah, faggot atau apapun, kamu pasti pernah bertemu dengan orang-orang seperti itu. Apakah kamu termasuk salah satu dari mereka? Cek sendiri dengan ciri-ciri Otaku yang tidak baik ini:

Kamu Akan Otomatis Muntah Ketika Sebuah Judul Animanga Mainstream Disebutkan

otaku yang tidak baik - vomit automaticallyKamu akan otomotis muntah (baik secara literal ataupun tidak) ketika seseorang menyebutkan suatu judul animanga mainstream.

“Ah, animanga itu lagi… itu lagi… basi!”

Kamu Menonton Suatu Serial Animanga Yang Tidak Kamu Sukai

Kamu tidak suka dengan suatu serial Animanga, tetapi tetap saja kamu ikuti hingga akhir hanya dengan satu alasan: sebagai bahan untuk kamu caci maki.

“Sudah lihat Strike the Blood? Anime-nya ancur parah, gak jelas! Kapan episode selanjutnya muncul?”

Semua Animanga Yang Keluar Setelah [Tahun Tertentu] Itu Jelek!

otaku yang tidak baik - durarara x2Pernah mendengar seseorang yang mengatakan bahwa saat ini semua anime tidak bermutu dan mulai membandingkannya dengan serial-serial lama yang dia sukai pada zaman mudanya?

Well, sepertinya gudang anime yang dia tonton saat ini kurang banyak.

Semakin Besar Fanbase-nya, Semakin Jelek Animanga Tersebut

otaku yang tidak baik - railgun

Ketika suatu serial animanga memiliki fanbase yang besar, maka animanga tersebut telah menjadi sesuatu yang mainstream. Dan tampaknya banyak orang-orang diluar sana yang mulai berpikiran secara sinis bahwa ‘mainstream itu jelek’.

Otaku Yang Menyukai Animanga Yang Kamu Benci Adalah “Bocah”

“Apa, kamu suka Naruto? Sword Art Online? Cih, dasar bocah!”

Bully Setiap Orang Yang Mengkritik Serial Animanga Favoritmu!

Kamu tidak terima –sama sekali tidak terima ketika ada seseorang yang memberikan kritik kepada animanga favoritmu, apapun alasannya.

“Naruto the Movie ini kupikir kurang menarik karena Naruto-nya…”

“Kurang menarik? Kok bisa? Itu lho, bagus banget!”

“Iya, bagus sih tapi–”

“Nggak bisa! Sotoy lu! Pendapatmu itu sampah! Bocah!”

Kamu Men-DEWA-kan Karakter dari Serial Animanga Favoritmu

otaku yang tidak baik - mendewakan karakterHampir sama seperti sebelumnya, kamu termasuk Otaku yang tidak baik jika kamu terlalu mendewakan suatu karakter dari serial Animanga Favoritmu. Bilang bahwa karakter favoritmu lebih lemah daripada karakter lain, kamu marah. Bilang bahwa karakter favoritmu kalah populer dari karakter lain, kamu marah. Pokoknya kamu akan super-mega-giga-ultra sensitif ketika ada orang membicarakan karakter yang kamu dewakan.

Setiap Serial Animanga Haruslah Memiliki Makna Yang Mendalam

otaku yang tidak baik - kancolle fanserviceKamu berpendapat bahwa suatu serial animanga haruslah memiliki makna yang mendalam, memberikan nilai-nilai moral tertentu yang berguna. Jadi, menurutmu setiap animanga yang terlalu banyak fanservice, atau hanya untuk sekedar fun saja adalah sebuah serial animanga yang jelek.

Yah, mungkin juga karena kamu tidak bisa memetik nilai moral dalam suatu serial animanga.

Opini Orang Lain Itu Sampah!

“Eh, sudah lihat trailer Boruto the Movie yang baru? Kelihatannya Naruto bakal mati, lho!”

“Ah, masak sih? Judulnya lho, ada kata ‘Naruto’-nya. Nggak mungkin Naruto bakalan mati! Goblok lo! Taik!”

“Ya, kan cuma prediksi doang!”

“Ah, berisik! Kesimpulanmu sampah, dasar bocah! Penyebar hoax!”

“…” (Diem dan dalam hati berkata, “Ini orang tahu bedanya prediksi dan hoax nggak sih?”)

Pesan

http://i595.photobucket.com/albums/tt37/salome_orech/13.gif

Cosplay Ayame Kajou Yang Satu Ini Beneran “Berbahaya”! (NSFW)

Cosplay Ayame Kajou, salah satu karakter Shimoneka, ini mirip dengan karakter aslinya dalam komik dan benar-benar NSFW!! (kecuali kamu sedang tidak bekerja)
Baca Juga

Yah, membenci/tidak suka dan mengkritik suatu serial Animanga sih boleh-boleh saja. Membenci sesuatu secara berlebihan sama saja seperti menyukai sesuatu secara berlebihan. Kedua-duanya sama-sama jeleknya. Perbedaannya hanya terletak pada bagaimana kamu menghargai opini dan pendapat orang lain dan bisa menahan diri untuk tidak berbuat terlalu jauh –dan cara terbaik untuk melakukannya adalah dengan menjadi seorang pendengar yang baik.


SHARE
Previous articleKehadiran Pengisi Suara Naruto di AFAID 2015 Dipastikan!
Next articleAnime Avengers, Dream Team Anime Favorit Kalian!
Veteran game survival-horror terutama game seri Resident Evil dan Dead Space. Menurutnya, game survival-horror adalah obat terbaik dalam menangani stress (karena ketakutan, jadi lupa sama stress-nya). Selain memainkan game, dia juga gemar mengikuti anime, manga, comic, film dan novel. Saat ini sibuk menulis banyak judul light novel di Wattpad, light novel-nya yang berjudul The Alternative sudah dicetak.