Kerjasama dengan Just Cause 3, Indikasi Noctis Bisa “Terbang” dalam Final Fantasy XV?

Final-Fantasy-XV-17

10 Fitur Baru Just Cause 3 Yang Makin Absurd!

10 Fitur Baru Just Cause 3 Yang Makin Absurd! Download Just Cause 3, Cheat Just Cause 3, Guide Just Cause 3, Walthrough Just Cause 3, Just Cause 3 Tips
Baca Juga

Selama Gamescom 2015 awal Agustus 2015 lalu, Square Enix melalui sutradara Hajime Tabata mengatakan jika pihaknya berniat bekerjasama dengan developer Just Cause 3, Avalanche Studios (yang gamenya diterbitkan oleh Square Enix), dengan tujuan menggunakan teknologi open-world yang digunakan dalam Just Cause 3 ke dalam Final Fantasy XV. Kolaborasi tersebut diharapkan Tabata mampu menerapkan apa yang telah digunakan Avalance ke dalam Just Cause 3, tertutama pada bagian aksi vertikal yang mampu dilakukan oleh Rico Rodriguez selama beraksi menggunakan wingsuit, parachute dan grapple hook (yang bikin dia sampai bisa terbang) di sebuah pulau yang dikuasai diktator. Dari sisi Square Enix, menurut Tabata sangat ahli dalam menciptakan video real-time, seperti yang kalian lihat pada beberapa trailer Final Fantasy XV. Dan teknologi tersebut bisa diterapkan ke dalam Just Cause 3. Saat itu Tabata tidak bisa memastikan apakah kolaborasi ini bisa berjalan. Namun selama PAX Prime 2015, sepertinya keduanya telah sepakat saling mendukung. Selama PAX Prime 2015 juga disisipkan video yang berisi pesan yang menegaskan kolaborasi antara Avalanche Studios dengan tim developer Final Fantasy XV.

Video ATR selama PAX Prime 2015 di atas menampilkan Christofer Sundberg dari Avalanche Studios yang sekilas menyebutkan kolaborasi mereka untuk berbagi teknologi yang akan membantu pengembangan Final Fantasy XV. Pembicaraan mereka masih dalam tahap awal, namun mengingat Just Cause 3 bakal dirirlis 1 Desember 2015 mendatang, kami yakin Square Enix yang akan diburu waktu meminjamkan teknologi mereka kepada Avalance Studios.

Lestallum, kota di wilayah Duacae yang mengambil model seperti negara Kuba, dan diperlihatkan sebagai kota yang ramai. Bangunan yang diperlihatkan di atas sepertinya sebuah hotal.
Lestallum, kota di wilayah Duacae yang mengambil model seperti negara Kuba, dan diperlihatkan sebagai kota yang ramai. Bangunan yang diperlihatkan di atas sepertinya sebuah hotal.

Inilah yang Membuat Xenoblade Chronicles X Better Than Final Fantasy XV

Xenoblade Chronicles X Better Than Final Fantasy XV, Xenoblade Chronicles X vs Final Fantasy XV, Xenoblade Chronicles X vs FF XV, Final Fantasy XV vs Xenoblade Chronicles X
Baca Juga

Square Enix sepertinya sangat berhati-hati dalam mengembangkan Final Fantasy XV ini untuk PlayStation 4 dan Xbox One. Bisa jadi, karena game ini menjadi Final Fantasy pertama yang menggunakan setting open-world serta gameplay yang bernuansa Action RPG, dan dan juga menjadi Final Fantasy pertama yang merupakan saksi suksesi kepemimpinan dari Tetsuya Nomura dan Hajime Tabata. Tidak ada yang tahu pasti bagaimana perasaan Nomura atas diambil-alihnya game impiannya ini, namun sepertinya ada drama yang cukup dalam, sampai Nomura ngambek, dan bisa kalian simak dalam ulasan kami sebelumnya.

Ido ini merupakan sebuah dungeon bawah tanah yang juga bakal kalian temui selama memainkannya. Sudah lama tidak terlihat manusia di sana, meskipun selama permainan, ketika Noctis memasukinya, sepertinya ada yang lain tinggal di sana.
Ido ini merupakan sebuah dungeon bawah tanah yang juga bakal kalian temui selama memainkannya. Sudah lama tidak terlihat manusia di sana, meskipun selama permainan, ketika Noctis memasukinya, sepertinya ada yang lain tinggal di sana.

Kilas Balik Satu Dekade Final Fantasy XV. Jadi Ini Satu-satunya Harapan RPG Jepang?

Kilas Balik Satu Dekade Final Fantasy XV ungkapkan masalah yang menyelimuti proses pengembangan Final Fantasy terbaru yang berlangsung mulai tahun 2006.
Baca Juga

Karena konsepnya yang berbeda dibandingkan Final Fantasy sebelumnya, lebih modern, karakter yang lebih pas disebut boyband bertualang (untungnya ada Cidney sebagai pemanis selama demo), serta gameplay-nya yang terasa banget kesan action-nya, Square Enix pun memutuskan memberikan demo, yang tidak hanya sekali saja, sampai dua kali, dan terakhir terjadi melalui Final Fantasy XV: Episode Duscae 2.0, yang berperan menjadi layaknya early access, dimana feedback gamer selama memainkan demo Episode Duscaebakal menjadi penentu tim untuk memperbaiki game ini sampai masa akhir pengembangannya.

Final-Fantasy-XV-Episode Duscae 2.0 (4)

Hingga awal Agustus 2015 ini, proses pengembangan Final Fantasy XV telah selesai sekitar 65% hingga 70%. Dan Tabata juga mengungkapkan jika pihaknya bakal merilis game ini bersamaan antara versi Jepang dan translasinya. Dan karena itulah, pihaknya membutuhkan waktu lebih lama dalam proses debug dan lokalisasi bahasanya, sehingga kepastian jadwal rilisnya pun baru diungkapkan Maret 2016 mendatang.

Final-Fantasy-XV

Fitur Final Fantasy XV Seperti Tales dan Monster Hunter! Semoga Inilah Final Fantasy Terbaik!

Fitur Final Fantasy XV Seperti Tales dan Monster Hunter! Jadi Makin Gak Sabar Nunggu Final Fantasy Terbaru Ini! Final Fantasy XV vs Xenoblade Chronicles X,
Baca Juga

Square Enix juga bakal menggelar sesi panel presentasi ATR lainnya selama TGS 2015 mendatang, dimana mereka bakal mengungkapkan lebih banyak mengenai karakter wanita utamanya, Luna, sekaligus juga fitur game lainnya seperti memancing dan chocobo. Apa, pesawat? Sayangnya, Tabata masih bungkam mengenai fitur airship. Semoga saja tetap ada ya, karena Final Fantasy tanpa airship bakal sangat aneh, meskipun kalian mendapatkan mobil keren untuk sarana transportasi.


SHARE
Previous articlePindah dari Jepang, Crayon Shinchan My Moving Story Siap Kuras Air Mata Penonton Indonesia
Next articleProduser Spider-Man Siapkan Versi Film Borderlands!
Penggemar strategy RPG Jepang, serta semua serial Super Robot Wars, yang saat ini masih menjadi kontributor penulis artikel game guide salah satu media game Indonesia. Mulai memburu game-game mobile, dan juga emulator melalui gadget Android, hanya untuk memainkan kembali game-game RPG klasik, yang menurutnya tetap lebih baik dibandingkan game modern.