Game Tidak Termasuk Subsektor Industri Kreatif Indonesia, Bagaimana Masa Depannya?

Badan ekonomi kreatif industri kreatif

Presiden Indonesia mengeluarkan Peraturan Presiden baru mengenai Badan Industri Kreatif dan juga industri kreatif yang dinaunginya. Yang menarik, industri game secara umum tidak termasuk di dalamnya, hanya game developer-nya saja. Bagaimana masa depannya?

Inilah Kejelasan Tugas dan Struktur Badan Ekonomi Kreatif!

Akan seperti apa tugas dan struktur Badan Ekonomi Kreatif kali ini? Semoga bisa segera memberikan dampak nyata untuk bagi pertumbuhan industri kreatif ya!
Baca Juga

Beberapa waktu lalu, Presiden Jokowi mengesahkan Peraturan Presiden (Perpres) No. 72 tahun 2015 mengenai industri kreatif, termasuk kejelasan struktur dan tugas dari Badan Ekonomi Kreatif yang dibentuknya. Dalam Perpres tersebut tercantum beberapa sukbsektor industri kreatif di Indonesia yang nantinya akan berada di bawah naungan Badan Ekonomi Kreatif. Nah, yang menarik, dalam Perpres tersebut, rupanya industri game secara umum sudah tidak masuk menjadi salah satu subsektornya.

Hal ini tercantum dalam beberapa pasal yang ada dalam Perpres baru tersebut. Salah satunya ada di pasal 2 yang berbunyi sebagai berikut.

“Badan Ekonomi Kreatif mempunyai tugas membantu Presiden dalam merumuskan, menetapkan, mengoordinasikan, dan sinkronisasi kebijakan ekonomi kreatif di bidang aplikasi dan game developer, arsitektur, desain interior, desain komunikasi visual, desain produk, fashion, film, animasi, dan video, fotografi, kriya, kuliner, musik, penerbitan, periklanan, seni pertunjukan, seni rupa, dan televisi dan radio.”

Ya benar, industri game secara umum tidak masuk dalam bidang-bidang yang berada di bawah naungan Badan Ekonomi Kreatif. Game hanya diwakili oleh game developer yang menjadi satu dengan aplikasi, dan dalam presentasi lebih lanjut keduanya disebutkan sebagai Digital Developer. Padahal, subsektor industri kreatif lainnya disebutkan dalam Perpres ini seperti fashion, film, animasi dan fotografi.

industri kreatif badan ekonomi kreatif

industri kreatif badan ekonomi kreatif

Lantas, bagaimana nasib masa depan dari industri game nantinya? Karena sudah tidak dianggap sebagai subsektor seperti layaknya film dan musik, tentu perhatian pemerintah terhadap industri game yang bukan berkaitan dengan game developer akan berkurang, termasuk juga event-event yang diselenggarakan. Seperti yang kita tahu, elemen penyusun dari industri game sendiri ada banyak, bukan hanya game developer saja. Dalam industri ini ada produk (game itu sendiri, yang dalam Perpres ini disebutkan menjadi satu dengan aplikasi), dan juga elemen-elemen pendukung seperti game publisher, distributor dan juga payment gateway.

Mungkin terkesan sedikit aneh, mengingat pemerintah sudah mengakui adanya asosiasi e-Sport di Indonesia, IeSPA. Asosiasinya diakui, akan tetapi justru industri game-nya sendiri tidak diakui sebagai subsektor industri kreatif. Menarik untuk ditunggu, bagaimana dukungan dari Badan Ekonomi Kreatif terhadap industri game, apakah dengan tidak masuknya industri game dalam Perpres ini bakal membuat dukungan dari Badan Ekonomi Kreatif terhadap industri game benar-benar akan berkurang, atau mungkin hanya memberikan dukungan kepada game developer-nya saja.


SHARE
Previous articleLenovo PHAB, Inikah Replika iPhone 6 yang Paling Mirip dengan Dimensi Jumbo?
Next articleLenovo VIBE P1, Baterainya Tahan Sebulan, Kameranya Seperti DSLR!
Ex Managing Editor majalah Zigma dan Omega yang mengawali karirnya sebagai kontributor sebuah blog teknologi. Febrizio dikenal juga suka dengan teknologi, film, pengembangan software, perkembangan sepakbola, serta saat ini juga mulai tertarik untuk mempelajari proses pengembangan game.