Duo Developer Surabaya Rajai INAICTA 2015 Kategori Games!

INAICTA 2015

Dua developer asal Surabaya, Mojiken Studio dan Anoman Studio “mendominasi” ajang INAICTA 2015 kategori Games yang sudah menyelesaikan penjurian finalnya pekan lalu. Disusul dengan Ekuator Games yang mendapatkan gelar Special Mention.

IN.GAME Fest 2015, Ini Dia Pestanya Developer Game Indie di Indonesia!

Ajang IN.GAME Fest 2015 benar-benar menjadi ajang pesta bagi para developer game indie di Indonesia. Bagaimana serunya? Simak liputannya!
Baca Juga

Sebagai salah satu ajang inovasi teknologi informasi dan komunikasi terbesar di Indonesia, Indonesia ICT Award atau yang lebih dikenal dengan INAICTA terus memunculkan banyak inovasi-inovasi baru di bidang tersebut. Tak terkecuali dengan INAICTA 2015 yang baru saja menyelesaikan babak penjurian akhirnya pekan lalu. Selain inovasi-inovasi baru, INAICTA 2015 juga memberikan gelar kepada beberapa developer game inovatif lewat kategori Games yang dilombakan. Hasilnya, duo developer asal Surabaya, Mojiken Studio dan Anoman Studio berhasil mendominasi kategori tersebut, serta dilengkapi oleh Ekuator Games dari Bandung yang mendapatkan gelar Special Mention.

Mojiken Studio menjadi jawara di kategori Games lewat game Ultra Space Battle Brawl yang awalnya hanya dikembangkan sebagai bagian dari program upgrading internal mereka, MojikenCamp. Ultra Space Battle Brawl sendiri kerapkali meramaikan beberapa event game developer beberapa bulan terakhir, mulai dari GDG 2015 Surabaya yang diselenggarakan bulan Juni, hingga yang paling baru, IN.Game Festival yang diselenggarakan di Yogyakarta bulan Agustus kemarin.

INAICTA 2015

“Jujur kita sebetulnya kaget waktu dinobatkan jadi pemenang kategori games di INAICTA 2015,” ungkap Eka Pramudita, CEO dari Mojiken Studio saat dihubungi Duniaku. “Bahkan sebetulnya dari awal kita nggak berencana ikut INAICTA. Kita bisa ikut waktu itu, gara-gara ada semacam wildcard yang bisa diisi oleh Mojiken Studio,” lanjutnya. Karena bisa dibilang “dadakan”, maka Mojiken punya waktu yang sedikit untuk menyiapkan presentasinya. “Dengan waktu yang cukup mendadak, kita coba bikin semacam presentasi yang intinya menjelaskan tentang potensi game Ultra Space Battle Brawl untuk kedepannya,” paparnya.

INAICTA 2015

Eka mengungkapkan, bahwa sesi penjurian adalah yang paling berkesan dalam keikutsertaannya di INAICTA 2015 ini. “Momen yg paling berkesan sih pas presentasi penjurian ya mas. Soalnya itu pertama kali kita “pitching” Ultra Space Battle Brawl ke orang luar. Jujur agak kurang percaya diri awalnya soalnya game kita baru hanya berupa MVP/prototype aja jika dibanding dgn peserta yang lain,” papar Eka.

INAICTA 2015

Dominasi developer Surabaya pun berlanjut dengan keberhasilan Anoman Studio meraih gelar Merit Award lewat game ORBIZ. Gelar ini pun semakin melengkapi pundi-pundi gelar dari ORBIZ setelah sebelumnya berhasil mendapatkan gelar Juara pertama di UMN Protowar 2014 kategori Umum dan The Most Innovative Game dalam IN.Game 2015. “Gelar ini cukup penting bagi ORBIZ mengingat setiap penghargaan menjadi salah satu indikator kualitas game,” ungkap Adhicipta Wirawan, CEO dari Anoman Studio. Adhicipta juga mengungkapkan salah satu momen paling berkesan dalam INAICTA 2015 yang diakuinya merupakan tahun ketiga dirinya ikut serta. “Masukan juri terhadap game ORBIZ yg cukup berkesan adalah dari Denny Darko, yaitu tetap memasukkan elemen Indonesia ke dalam ORBIZ dalam bentuk subliminal message. Tidak harus memunculkan Indonesia secara terbuka dan langsung,” papar Adhicipta.

INAICTA 2015

Selain Ultra Space Battle Brawl dan ORBIZ, kategori Games juga memberikan satu gelar Special Mention kepada Celestian Tales: Old North. Yap, game yang baru saja dirilis di Steam ini memang sudah sekian lama menjadi topik pembicaraan di industri game Indonesia, atau sejak saat mereka meluncurkan kampanye Kickstarter dan akhirnya sukses. Game ini pun menjadi satu-satunya “pendobrak” dominasi studio game asal Surabaya, karena Ekuator Games sendiri berasal dari Bandung.

inaicta 2015

Selamat untuk para pemenang! Semoga bisa menjadi pelecut semangat agar bisa berkontribusi dan berkarya lebih baik lagi di industri game Indonesia ataupun mancanegara.


SHARE
Previous articleSi Cantik Member AKB48 Menjadi Mahasiswi Jenius dalam Resident Evil
Next articleMenuju TGS 2015, Winterflame: The Other Side Sudah Dilirik Publisher!
Ex Managing Editor majalah Zigma dan Omega yang mengawali karirnya sebagai kontributor sebuah blog teknologi. Febrizio dikenal juga suka dengan teknologi, film, pengembangan software, perkembangan sepakbola, serta saat ini juga mulai tertarik untuk mempelajari proses pengembangan game.