Rekber BlackPanda Sukses Bikin Belanja Online Menjadi Menegangkan!

Rekber-BlackPanda-1

Kaskus Resmi Konfirmasikan Marketplace, Siap Merubah FJB Menjadi eBay-nya Indonesia

Kamu salah satu pemilik akun Kaskus dan aktif menjadi penjual FJB? Kabar terbaru, Kaskus resmi mengkonfirmasikan akan merubah FJB menjadi Marketplace, sebuah layanan yang lebih terfokus pada e-commerce seperti eBay, yang memungkinkan user mengiklankan produknya dengan lebih mudah dan lebih baik.
Baca Juga

Awal September 2015 ini, kalian para Kaskuser pasti sudah mendengar kasus yang lagi heboh saat ini. Melibatkan salah satu Rekber, yaitu BlackPanda, Rekening Bersama, pihak ketiga yang selama ini biasanya menjembatani transaksi online yang dilakukan di Forum Jual Beli (FJB) Kaskus. Roy Widya, yang menggunakan julukan BlackPanda di FJB Kaskus, dituduh telah menggelapkan dana ratusan juta yang masuk ke rekening pribadinya, atas nama CV. BlackPanda Corpindo — ya, dengan status satu-satunya Rekber berbadan hukum resmi, Rekber BlackPanda adalah Rekber terfavorit di Kaskus (bahkan penulis sendiri selalu mengunakannya). Banyak dana seller / penjual di FJB Kaskus yang telah ditransfer ke rekeningnya macet, tidak diteruskan ke rekening penjual meskipun transaksi telah selesai (barang yang dijual telah diterima oleh pihak pembeli).

Kecurigaan pengguna FJB makin membesar ketika banyak transaksi yang sebenarnya sudah selesai sejak akhir Agustus 2015, dana tidak juga ditransfer ke penjual, bahkan sampai ada yang menunggu lebih dari satu minggu belum juga ada kabar dari pihak BlackPanda. Sejak kasus ini mencuat, BlackPanda hanya dua kali muncul di Kaskus. Pertama, dia membuat post bahwa pihaknya tidak menerima transaksi karena sedang melakukan audit atas selisih dana yang masuk di rekening bank-nya, dan dana dalam catatan pembukuannya, ternyata cukup besar. Pernyataan tersebut, bisa kalian lihat juga di bawah ini, dibuat pada tanggal 3 September 2015. Post kedua baru dibuat 12 September 2015 lalu, yang menyebutkan jika BlackPanda bakal segera mengembalikan dana pembeli (yang transaksinya dibatalkan) dan juga penjual (yang transaksinya selesai), namun dengan cara dicicil.

pengumuman!
rekber blackpanda sementara stop dulu melayani transaksi. dikarenakan adanya selisih antara pembukuan kami dan saldo di bank.

saat ini kami sedang melakukan audit, perkembangan lebih lanjut akan kami kbri.

Dan berikut klarifikasi BlackPanda pada tanggal 12 September 2015.

Pagi ini dan kemarin, blackpanda trf ke hampir semua rekening tujuan. Walau tidak full, mhn nominal tersebut diterima dulu sebagai itikad bahwa saya masih mengurusi dan tetap sanggup membayar sampai dana agan2 lunas.
Darimana? Saya akan carikan pinjaman dan tentusaja juga dari hasil kerja saya di offline. Mohon keikhlasan waktunya untuk menunggu. Mksh

Rekber-BlackPanda-3

Apa yang sangat disayangkan para pengguna FJB Kaskus, saat BlackPanda menemukan adanya selisih yang cukup besar antara dana di saldo rekening bank-nya yang sudah ditransfer pembeli, dengan dana yang tercatat di pembukuannya, dia membuat konfirmasi resmi tersebut bukan di thread-nya sendiri, melainkan di thread khusus yang dibuka oleh Kaskus. Selain itu, thread Rekber-nya pun tidak segera ditutup, dan bahkan website rekberblackpanda.com, yang juga banyak dimanfaatkan pembeli dalam menjalankan transaksi jual beli online di FJB Kaskus, ternyata masih dibuka. Minimnya sosialisasi, dan tidak segera dituliskannya notifikasi melalui halaman website BlackPanda bahwa pihaknya sedang melakukan audit dan tidak menerima transaksi, membuat lebih banyak pembeli dan penjual di FJB Kaskus yang tidak tahu menahu masalah ini akhirnya tetap saja mentransfer dananya untuk transaksi di FJB, mengakibatkan dana yang tertahan kian menumpuk.

Pihak Kaskus juga sudah turun tangan dan membuat pernyataan resmi. Mereka mengaku jika pihaknya terus menghubungi BlackPanda terkait kasus dugaan penggelapan dana Rekber tersebut. Berdasarkan laporan para pembeli dan penjual di FJB dan memanfaatkan jasa Rekber BlackPanda, total dana yang diduga digelapkan mencapai Rp. 515.696.586 dari 173 transaksi (jumlah tersebut yang terdata hingga artikel ini ditulis, dan bisa kalian unduh di sini). Kaskus sendiri hanya bertindak menjembatani antara Rekber dengan pihak yang merasa dirugikan agar kasus ini bisa ditangani dengan baik. Dan meskipun dari pantauan penulis banyak thread baru yang berisi caci-maki dan luapan emosi kemarahan pembeli atau penjual yang memanfaatkan jasa Rekber BlackPanda (bahkan ada thread dengan judul ‘wanted dead or alive‘ yang ditujukan kepada Roy Widya aka BlackPanda), sejauh ini dari pantauan penulis belum ada laporan ke pihak kepolisian. Mungkin pihak yang dirugikan masih mencoba toleransi kepada BlackPanda, yang setidaknya muncul 12 September lalu, dan teman penulis yang juga menjadi korban, mengakui jika dananya yang tertahan sekitar Rp. 2,3 juta, sudah dikembalikan dengan cara mencicil. Baru Rp 250 ribu yang dikembalikan sepenuhnya per hari ini, atau setelah 10 hari sejak transaksi terjadi dengan dana ditransfer ke rekening BlackPanda. Yah, setidaknya BlackPanda sudah memiliki itikad baik dan mau mengembalikan dana yang tertahan tersebut.

Rekber-BlackPanda-2

Penulis yang memang Kaskuser lama, mengenal setiap pemberitaan mengenai Rekber. Dan kasus seperti ini bukan yang pertama kalinya terjadi di Kaskus. Tahun 2011 lalu, ada kasus yang sama, melibatkan Rekber lainnya, yaitu Rekber Revand87, meskipun saat itu dana yang macet hanya sekitar 47 jutaan saja. Endingnya, kasus tersebut pun diselesaikan secara kekeluargaan. Namun untuk kasus BlackPanda ini jelas berbeda, mengingat dana yang tertahan sudah mencapai ratusan juta.

Sejauh ini, tidak jelas apa yang memicu terjadinya selisih antara saldo rekening bank dan pembukuan di Rekber BlackPanda. Namun dari pantauan penulis, di Kaskus banyak yang menduga alasan terlogis selisih tersebut adalah dana pengguna FJB Kaskus yang memanfaatkan jasanya digunakan untuk judi! Kalian bisa membaca salah satu post berikut ini. Di sana disebutkan seorang user Kaskus yang mengaku sebelumnya pernah menjadi korban Roy Widya di milis id.bb.jatim, yang tertipu sebesar Rp. 35 juta, dengan alasan karena judi. Kasus itu jauh sebelum BlackPanda berdiri.

Kasus ini kembali mengingatkan kita, agar Kaskuser pengguna FJB khususnya, atau pengguna internet yang banyak melakukan transaksi jual beli online, agar lebih berhati-hati. Jika memungkinkan, transaksi lebih baik dilakukan secara COD, cash-on-delivery, atau bayar di tempat. Solusi lainnya, jika memang yang dicari adalah barang 2nd yang banyak diperjualbelikan di FJB, gunakan saja marketplace lainnya yang sudah menerapkan Rekber resmi yang dioperasikan oleh pihak penyedia layanan yang bersangkutan.

Sedangkan untuk BlackPanda, meskipun Rekber ini menjadi satu-satunya Rekber berbadan hukum, tidak ada hubungannya dengan Kaskus. BlackPanda sama seperti Rekber lainnya, pihak ketiga yang dikelola oleh pengguna Kaskus, untuk menjembatani transaksi di FJB. Dan karena kasus ini, akhirnya makin banyak yang mendesak pihak Kaskus untuk segera membuka layanan Rekber resmi mereka sendiri, yaitu Kaspay, yang penulis sendiri juga heran kenapa belum juga dibuka bagi seluruh Kaskuser.


SHARE
Previous articleMovie Live-Action Death Note Dilanjutkan, Akan Ceritakan Duel Anak Light dan L!
Next articleCapcom Umumkan Umbrella Corps, Resident Evil dengan “Rasa” Counter Strike!
Telah dikenal sejak satu dekade yang lalu melalui media game Ultima Nation. Saat itu artikel andalannya adalah panduan walktrough game-game RPG. Ura kemudian juga semakin dikenal lewat tulisannya yang idealis dan selalu konsisten pada satu aspek game, yaitu STORY - yang olehnya dianggap sebagai backbone sebuah game. Selain menggeluti dunia game, Ura juga penggemar gadget, dan dia memiliki hobi "ngoprek" smartphone.