Konami (Masih) Eksis di TGS 2015, Meskipun Tinggal Winning Eleven dan MGS

booth konami di tgs 2015

Konami tidak melewatkan kesempatan untuk pameran di TGS 2015. Meskipun sekarang “nafasnya” tinggal Winning Eleven dan Metal Gear Solid (MGS) saja…

Invasi Supercell di TGS 2015, Hadirkan Booth Clash of Clans yang Megah!

Supercell menginvasi TGS 2015 untuk pertama kalinya! Booth Clash of Clans di TGS 2015 ini letaknya sangat strategis dan salah satu yang paling megah!
Baca Juga

Tahun ini mungkin menjadi tahun yang kurang baik bagi Konami maupun penggemarnya. Banyak berita mengenai carut marutnya perusahaan ini, mulai dari perseteruan dengan Hideo Kojima yang membuat eksistensinya dihapuskan dari game-game Metal Gear Solid, kabar mengenai bakal berubahnya bisnis mereka ke game mobile, hingga batalnya proyek yang sebenarnya banyak ditunggu-tunggu: kolaborasi Hideo Kojima dengan Guillermo del Toro dalam Silent Hills. Namun, Konami rupanya tidak mempermasalahkan hal tersebut dan tetap “eksis” dengan mendirikan sebuah area booth yang cukup megah di Tokyo Game Show (TGS) 2015 ini meskipun menunya cuma ada dua: Metal Gear Solid (MGS) dan Pro Evolution Soccer (PES)..

Sebenarnya ada dua lagi, game baseball judulnya Jikkyou Pawafuru Puroyakyu dan juga satu game yang baru saja dirilis 17 September lalu, Pro Baseball Spirits AMeskipun kabarnya Jikkyou Pawafuru Puroyakyu sudah di-download lebih dari 15 juta kali, namun tetap show utama ada di MGS dan PES alias Winning Eleven.

booth konami di tgs 2015

Booth Konami memang megah. Pengunjungnya pun juga bejibun. Namun booth ini juga menggambarkan bagaimana keadaan Konami saat ini. Bayangkan saja, perusahaan sebesar Konami, saat ini hadir ke TGS 2015 dengan “nafas” yang terengah-engah, hanya mengandalkan dua franchise saja. Konami juga tampak lebih “mendorong” dan mempromosikan game-game olahraga mereka (Winning Eleven dan Puroyakyu) lebih gencar dibandingkan dengan duet MGS (MGS V: The Phantom Pain dan versi online-nya, Metal Gear Online).

booth konami di tgs 2015

Kabarnya sih, memang ke depan Konami bakal menghentikan pengembangan semua IP game konsol dan PC mereka, kecuali PES dan akan sangat terfokus ke bisnis game mobile. PES sendiri baru merilis seri terbaru mereka, PES 2016 pada 15 September 2015 lalu. Namun untuk versi Jepangnya yang berjudul Winning Eleven 2016, baru akan dirilis pada tanggal 1 Oktober 2015 mendatang. Itulah sebabnya booth Winning Eleven 2016 tampak lebih banyak diserbu pengunjung untuk mencicipi gameplay-nya. Apalagi, tahun ini menandai usia Winning Eleven yang ke-20, sehingga booth Konami ini tak ubahnya seperti “pesta ulang tahun” dari seri tersebut. Ada banyak booth mini yang bisa digunakan pengunjung untuk mencicipi game ini (termasuk PES Club Manager), dan juga Konami menyelenggarakan sebuah kampanye spesial bagi para pemain PES Club Manager yang kebetulan hadir di booth mereka.

booth konami di tgs 2015

booth konami di tgs 2015

Selain mencicipi demo Winning Eleven 2016, pengunjung booth Konami juga bisa mencicipi demo MGS V: The Phantom Pain dan juga fitur online-nya, Metal Gear Online. Konami menyediakan sebuah booth mini untuk mencicipi demo Metal Gear Online untuk pertama kalinya, yang bisa diikuti oleh maksimal 16 pengunjung sekaligus dalam menyelesaikan satu misi. Oiya, bagi pemilik MGS V: The Phantom Pain versi konsol, kamu bisa mencoba Metal Gear Online mulai tanggal 6 Oktober 2015 nanti. Untuk PC menyusul bulan Januari 2016.

booth konami di tgs 2015

booth konami di tgs 2015

Bisa jadi, ini yang terakhir kalinya Konami membawa booth megah dengan banyak layar lebar untuk memamerkan game-game AAA untuk konsol dan PC. TGS tahun depan sepertinya booth mereka akan lebih dipenuhi gadget-gadget untuk mencicipi game mobile, kecuali Winning Eleven…

Duniaku Network adalah media partner resmi #TokyoGameShow untuk Indonesia.


SHARE
Previous articleFinal Fantasy: Brave Exvius, Kolaborasi Square Enix dengan Brave Frontier!
Next articleMenurut Mario Teguh, dengan Menjadi Gamer Kalian Bakal Susah Lulus Kuliah!
Mengawali karier menulisnya pada tahun 1997 sebagai kontributor rubrik game majalah Mentari Putera Harapan. Namanya mulai dikenal setelah dia turut membidani lahirnya majalah game pertama di Indonesia, Game Master. Begitu banyak majalah yang lahir dari buah pemikirannya. Sebut saja Game Master, 3D Magazine, Ultima Nation, hingga Zigma dan Omega. Tidak hanya dikenal sebagai jurnalis dan konseptor, GrandC juga seorang penulis cerita. Saat ini dia banyak disibukkan dengan pengembangan Vandaria, dunia fiksi ciptaannya.