Ini Masa Depan, Oculus Medium Mungkinkan Dua Orang Bersentuhan di Dunia Virtual!

Oculus-Rift

Oculus Rift Pamer Game VR Terbaru, Udah Siap Nge-Game Secara Virtual?

TGS 2015 mungkin menjadi milik PlayStation VR, namun Olucus VR tidak mau membuat Sony senang terlalu lama. Berikut deretan game virtual reality terbaru untuk Oculus Rift. *masih nunggu Sword Art Online*
Baca Juga

Seakan tidak ingin memutuskan antusias gamer yang begitu ramai menerima kehadiran PlayStation VR, tak kurang dari seminggu pasca TGS 2015 usai, Oculus VR langsung melanjutkannya dengan event mereka sendiri. Oculus Connect 2 diadakan di Hollywood, California, untuk memperlihatkan bagaimana perkembangan gadget berjenis head-mounted display (HMD, atau biasa disebut sebagai headset VR) yang kini juga dimiliki oleh Facebook tersebut. Jelas Oculus VR ingin mengatakan pada dunia, jika virtual reality adalah fitur game masa depan yang kini bakal segera tersedia untuk para gamer. Mereka dianggap sebagai pelopor dalam teknologi ini (ya, meskipun virtual reality bukan konsep baru), dan kini perusahaan startup Oculus VR dengan dukungan kucuran dana besar yang sangat besar dari Mark Zuckerberg, kami yakin persaingannya dengan perangkat headset VR lainnya seperti PlayStation VR bakal sangat alot.

Oculus-Medium-1

Oculus Rift Dijual Mulai Awal Tahun 2016. Udah Siap Nge-Game Secara Virtual?

Putus hubungan dengan dunia luar! Ngegame pakai virtual reality headset, gamer yang biasanya nge-game di dalam kamar bakal makin terisolasi...
Baca Juga

Selain mendemokan banyak game virtual reality baru dari developer third-party selama Connect 2, Oculus VR juga mengkonfirmasikan pengalaman baru memainkan VR melalui headset VR Oculus Rift HMD mereka. Diantaranya adalah Oculus Medium, sebuah software kreatif baru yang bakal bersaing dan fungsinya setara dengan Google Tiltbrush, yang dijalankan melalui HTC Vive. Satu aspek penting dari Oculus Medium adalah game multiplayer. Bahkan selama Oculus Connect 2, pengunjung bisa merasakan demonya dimainkan oleh dua pemain sekaligus. Sotware ini memanfaatkan kendali dari kontroler Oculus Touch, yang memungkinkan kalian membentuk item dan obyek baru di dalam dunia VR. Melalui sebuah trailer yang dirilis Oculus VR di bawah, kalian bisa melihat bagaimana seorang artis seakan berhasil membuat patung batu menggunakan tanah liat.

Oculus-Medium-2

Ya, video di bawah jelas memperlihatkan jika Oculus Rift bersama Oculus Touch bukan sekadar gadget untuk main game saja. Kombinasi keduanya membuka banyak kemungkinan di luar ranah game. Terutama, di bidang seni, seperti bagaimana artis dala, video mampu membuat patung dari tanah liat, tanpa perlu mengotori tangannya. Atau, jika memang bisa dimainkan multiplayer, apa mungkin kedua orang bisa masuk ke dunia virtual, dan saling berinteraksi sangat dekat di sana?

Oculus-Rift-13

Oculus VR berencana memaketkan Oculus Medium bersmaa Oculus Touch ketika perangkat kontroler khusus Oculus Rift yang bakal kalian gunakna untuk mengendalikan game-game berbasis sentuhan tersebut dirilis kuartal kedua tahun depan.

Introducing Oculus Medium

Mengenai Oculus Rift, harganya yang paling banyak diperbincangkan. Teknologi ini memang sudah tidak asing lagi, namun penerapannya saat ini untuk platform game generasi baru, pasti membutuhkan biaya pengembangan yang tidak sedikit. Sehingga banyak yang memperkirakan Oculus Rift bersi konsumen nantinya juga tidak murah, sekitar US $200 – 400, atau sekitar Rp. 2,6 hingga lebih dari Rp. 5 jutaan! Sedangkan pencipta Oculus Rift, Palmer Luckey mengatakan jika pihaknya berusaha menarget harga jual yang serendah mungkin.

Oculus-Rift-1

Saat ini Oculus Rift development kit, yang disebut DK2, bisa dipesan langsung melalui laman resmi Oculus dengan harga US $350, atau sekitar Rp. 3,5 jutaan. Sedangkan consumer version diduga juga bakal menawarkan apa yang oleh Oculus VR sebut sebagai peningkatan resolusi dari model purwa rupa Crescent Bay, serta juga refresh rate-nya juga meningkat dari 75Hz ke 90Hz, atau bahkan lebih tinggi (mungkin untuk menyetarakannya dengan PlayStation VR yang mencapai 120Hz).


SHARE
Previous articleKumpulan Cosplay TGS 2015, Mulai dari yang Loli Hingga yang Seksi
Next articleKarakter Baru Digimon World Next Order Sama Imutnya Seperti Salamon!
Penggemar strategy RPG Jepang, serta semua serial Super Robot Wars, yang saat ini masih menjadi kontributor penulis artikel game guide salah satu media game Indonesia. Mulai memburu game-game mobile, dan juga emulator melalui gadget Android, hanya untuk memainkan kembali game-game RPG klasik, yang menurutnya tetap lebih baik dibandingkan game modern.