Kampanye Indiegogo Indivisible Dimulai! Inilah Perpaduan Valkyrie Profile dan Super Metroid

Indivisible

Skullgirls Bikin Galau Milih Perawat Cantik atau Cewek Sekolah Dengan Rok Mini

Jones, ada banyak pilihan di sini... mulai cewek SMU yang hilang ingatan, pemain sirkus berotot kuat, putri kerajaan yang suka pakai rok mini, hingga perawat cantik! Jadi mau pilih yang mana...?
Baca Juga

Game indie yang lagi ramai saat ini adalah Indivisible, action role-playing game yang merupakan kerja bareng developer Skullgirls, Lab Zero Games dengan publisher 505 Games. 505 Games berperan dalam mendanai pengembangan versi purwa rupanya yang playable, dan baru saja dirilis kemarin untuk publik melalui kampanye Indiegogo. Jika kampanye global tersebut sukses, 505 Games yang seharusnya juga yakin akan keberhasilan game ini di pasaran nantinya, bakal berkontribusi dalam menutup sisa biaya pengembangan dan keseluruhan produksinya dimulai. Demo game ini dirilis untuk PC Windows kemarin (versi Mac dan Linux bakal menyusul), dan Lab Zero Games juga telah meluncurkan laman kampanye Indiegogo, dengan demonya bisa kalian unduh di sini.

Indivicible-10

Apa yang menarik dari Indivisible adalah gameplay yang menjadi perpaduan judul klasik PlayStation dan Nintendo, Valkyrie Profile serta Super Metroid. Kalian bakal rasakan keduanya selama pertarungan, dan ketika menjelajahi settingnya yang diperlihatkan dari samping ala Metroid. 

Indivisible Announcement Trailer

Untuk skenarionya, terinspirasi cerita dari negara Asia Tenggara dam banyak mitologi dunia lainnya, yang ditampilkan dalam animasi hand-drawn 2D. Dan mungkin ini juga bakal membuat kalian bernostalgia, komposer musiknya Hiroki Kikuta, merupakan komposer kenamaan Square Enix pada masanya, karena dialah yang selalu menangani musik untuk serial Mana. Musiknya sudah bisa kalian nikmati selama demo. Ada tiga musiknya yang disertakan dalam demo, dan tiga musik itu sendiri diklaim membutuhkan dana $250,000 untuk membuatnya.

Indivisible – Indiegogo Campaign Video

Untuk kampanye Indiegogo ini, Lab Zero Games menarget mendapatkan pendanaan hingga US $1500000, atau sekitar Rp. 21.5 miliar. Namun dana tersebut bukan dana keseluruhan untuk menyelesaikan proyek ini. Lab Zero menjelaskan jika jumlah tersebut hanya menjadi pendanaan dasar saja yang bisa dicapai. 505 Games sendiri yang merogoh koceknya untuk menutupi sisanya yang mencapai $2,000,000 (dengan total sekitar Rp. 50 miliar), yang diperkirakan menjadi dana yang dibutuhkan untuk mengembangkan Indivisible. Sejauh ini, dalam waktu 24 jam dana yang sudah terkumpul mencapai $116,338, atau sekitar Rp. 1,6 miliar.

Visual gambar tangan yang sangat cantik...
Visual gambar tangan yang sangat cantik…
Action RPG dengan penjelajahan dungeon ala serial Metroid...
Action RPG dengan penjelajahan dungeon ala serial Metroid…
Dan sistem pertarungan ala Valkyrie Profile... tiga kombinasi unsur klasik yang bisa membuat siapa saja berpaling pada Indivicible.
Dan sistem pertarungan ala Valkyrie Profile… tiga kombinasi unsur klasik yang bisa membuat siapa saja berpaling pada Indivicible.

Jika kampanye ini sukses, maka game finalnya bakal dirilis untuk Windows, Mac, Linux, PlayStation 4, dan Xbox One. Kemudian tersedia dalam bahasa Inggris, Perancis, Italia, Jerman, Spanyol, Jepang dan Rusia. Untuk tanggal rilisnya sendiri yang diungkapkan baru Januari 2018.

Berikut tiga video yang sekaligus juga diiringi tiga musik “mahal” karya Hiroku Kikuta selama demo. Tunggu ulasan kami selanjutnya untuk mengetahui beberapa mekanis dan fitur dalam Indivisible ini.

Indivisible – “Crucial Fixture” by Hiroki Kikuta

Indivisible – “Girl of Destiny” by Hiroki Kikuta

Indivisible – “Lost Genesis” by Hiroki Kikuta

Sumber


SHARE
Previous articleKomik Gundala Putra Petir Kembali Lewat Harian Kompas
Next articleIni Daftar Game yang Lolos Seleksi GDG Prime 2015-YummyYummyTummy Challenge!
Penggemar strategy RPG Jepang, serta semua serial Super Robot Wars, yang saat ini masih menjadi kontributor penulis artikel game guide salah satu media game Indonesia. Mulai memburu game-game mobile, dan juga emulator melalui gadget Android, hanya untuk memainkan kembali game-game RPG klasik, yang menurutnya tetap lebih baik dibandingkan game modern.