Bosan dengan Jaman Modern, Far Cry Primal Bawa Kalian Kembali ke Jaman Batu

Far-Cry-Primal-3

Sisi Lain Far Cry Primal, Bagaimana Manusia Bertahan Hidup di Akhir Ice Age

Sisi Lain Far Cry Primal, Bagaimana Manusia Hidup di Ice Age, video Far Cry Primal, gambar Far Cry Primal, download Far Cry Primal, guide Far Cry Primal
Baca Juga
[clearboth]

Setelah sempat dibocorkan oleh beberapa media online, akhirnya Ubisoft resmi mengkonfirmasikan seri Far Cry terbarunya, Far Cry Primal. Judulnya sudah memberikan petunjuk setting apa yang bakal kalian temui nantinya, yaitu era primitif, jaman batu, dan tentu saja, jika sebelumnya ada makhluk legenda seperti Yeti dalam Far Cry 4, kalian bakal bertemu gajah purba mammoth di sini. Far Cry Primal bakal dirilis 23 Februari 2016 mendatang untuk Xbox One dan PlayStation 4, sedangkan versi PC-nya menyusul pada Maret 2016.

Far Cry Primal Trailer – Official Reveal

Game ini mengambil setting tahun 10,000 Sebelum Masehi, atau 12,000 tahun yang lalu dari masa kini. Inilah Jaman Batu, dimana manusia mulai menggunakan bebatuan untuk membuat perlengkapan dalam membantu kehidupan mereka sehari-hari. Waktu dimana manusia juga menghadapi berbagai tantangan untuk selamat, menghadapi konflik dengan menusia lainnya, dan tentu saja, tekanan dari alam. Kalian mengendalikan seorang hunter bernama Takkar, yang terdampar di Oros, sebuah lembah yang dulunya tertutupi es.

Far-Cry-Primal-1

Ubisoft Tegaskan Ekspansi Far Cry 3: Blood Dragon Dirilis 1 Mei Untuk XBLA, PSN dan PC

Bermula dari awal Maret 2013 lalu, penulis skenario utama Far Cry 3, memberi petunjuk jika Ubisoft berencana membuat ekspansi Far Cry 3. Berjudul Far Cry 3: Blood Dragon, dengan setting yang berubah dari indahnya pulau tropis, ke tengah kehancuran dunia akibat perang nuklir.
Baca Juga

Far Cry Primal dikembangkan oleh tim inti Ubisoft, Ubisoft Montreal, dengan bantuan Ubisoft Toronto, Kiev, dan Shanghai. Judul Far Cry Primal sendiri juga mengindikasikan ini bukan kelanjutan dari seri utama, semacam spin-off, namun lebih besar dibandingkan Far Cry Blood Dragon. Di sini kalian mengendalikan seorang hunter bernama Takkar, yang motivasinya sederhana, selamat di tengah dunia dimana manusia menjadi mangsa! Unsur survival di sini termasuk untuk mencari makan, membuat senjata, hingga bertarung dengan binatang buas seperti kucing purba sabretooth. Melihat dari trailer awalnya, sepertinya kalian bakal banyak melemparkan tombak ke arah mammoth. Ya, tipikal senjata api seperti pistol dan senapan yang biasa digunakan dalam Far Cry sebelumnya dihapus di sini. Akses hanya senjata melee seperti tombak, tongkat, kapak, dan senjata jarak dekat seperti busur dan anak panah.

“Jaman Batu merupakan setting yang sempurna untuk sebuah game Far Cry,” ujar creative director Jean-Christophe Guyot menyinggung setting baru Far Cry ini.

Far-Cry-Primal-2

Takkar sendiri merupakan satu-satunya manusia yang selamat selama perburuan, dan ketika kelompoknya diserang tiba-tiba oleh sabretooth. Sepanjang permainan dia mengumpulkan tulang dari binatang yang berhasil dikalahkan, dan mengumpulkan material (batu dan kayu) di sekitar lingkungan. Aktivitas terebut bukan hanya penting membantunya untuk bisa selamat melawan predator (baik itu musuh binatang dan juga manusia), namun aktivitas pengumpulan material tersebut juga penting dalam menjaga keselamatan sukunya. Takkar bertugas menjaga keluarganya tersebut dengan baik serta memastikan mereka terus berkembang.

Far-Cry-Primal-4

Kesempatan Kedua Memburu “Irfan Hakim” di Pegunungan Himalaya

Kesempatan Kedua Memburu "Irfan Hakim" di Pegunungan Himalaya, Far Cry 4 Complete Edition, Guide Far Cry 4, Walkthrough Far Cry 4, Cheat Far Cry 4.
Baca Juga

Seperti Far Cry yang kalian kenal sebelumnya, Far Cry Primal mengambil setting di dunia Jaman Batu open world yang masif. Karena settingnya yang jauh dari peradaban modern, maka perjalanan Takkar membawanya ke banyak lansekap lingkungan yang berbeda dibandingkan Far Cry yang pernah kalian mainkan. Mulai rawa-rawa hingga hutan cedar redwood, dan ketika malam tiba di Oros, Takkar yang juga perlu belajar membuat api, bakal sangat bergantung pada sumber cahaya saat malam tiba tersebut. Api bakal membantunya selama proses membuat senjata, perlindungan saat malam tiba, hingga opsi strategi selama dia menyerang binatang buas, atau, menyerang kelompok suku lainnya.

Sumber


SHARE
Previous articleShin Megami Tensei X Fire Emblem Bantu Kalian Menjadi Artis J-Pop!
Next articleJadi Makin Ganteng Pakai Jaket Dragon Ball Z Asli Jepang Ini
Penggemar strategy RPG Jepang, serta semua serial Super Robot Wars, yang saat ini masih menjadi kontributor penulis artikel game guide salah satu media game Indonesia. Mulai memburu game-game mobile, dan juga emulator melalui gadget Android, hanya untuk memainkan kembali game-game RPG klasik, yang menurutnya tetap lebih baik dibandingkan game modern.