Pokémon GO Bernilai Lebih dari 400 Milyar, Bakal Menjadi Game Pokémon Terbesar!

Pokemon-GO (1)

Dunia Kita Menjadi Setting Ingress, Game Augmented Reality Unik Dari Google

Masih ingat dengan Google Glass? Memang belum terwujud, namun setidaknya ada mainan baru dari Google yang juga tidak jauh dari kata augmented reality. Adalah Ingress, video game AR dengan setting "Dunia Kita". Berikut kami berikan panduan singkat memainkannya!
Baca Juga

Pokémon GO mengawali babak baru masuknya Nintendo ke bisnis game mobile. Pokémon GO juga menandai wujud pemanfaatan yang paling tepat dari salah satu fitur handheld mereka 3DS, yaitu augmented reality. Dipadukan dengan konsep permainan dari Niantic dan Google yang mengklaim sebagai game dengan setting dunia terluas, yaitu Ingress, Pokémon GO membuka peluang menjadi sumber uang bagi Nintendo dan Google. Tidak heran jika mereka berdua menseriusi pengembangannya, dan kemarin terdengar kabar jika Niantic, developer Ingress, Pokémon GO mendapatkan kucuran dana tambahan hingga $20 juta, atau sekitar Rp. 270 milyar dari The Pokémon Company Group selaku pemegang hak atas franchise Pokémon, Google dan juga tentu saja, Nintendo. Sebenarnya serangkaian suntikan dana yang bakal digelontorkan ketiga perusahaan tersebut lebih besar, yaitu mencapai $30 juta, atau sekitar Rp. 400 milyar, namun The Pokémon Company Group, Google dan Nintendo mengajukan syarat agar semua dana turun kepada Niantic. Awalnya $20 juta, sedangkan $10 juta sisanya menyusul jika game ini mencapai kondisi tertentu. Niantic sendiri bakal memanfaatkan pendanaan ini serta kerjasama strategis yang mereka jalin dengan dua raksasa tersebut bukan sekadar untuk terus mengembangkan Pokémon GO, namun juga mendukung memelihara komunitas Ingress mereka yang terus berkembang, memperbesar skala platform game mereka yang settingnya di dunia nyata ini. Apa itu berarti nantinya mereka bakal mengajukan penawaran menarik yang bisa menghubungkan Ingress dengan Pokémon GO?

Pokémon GO Press Conference

Pokemon-GO (3)

Ayo Tangkap Pokemon di Dunia Nyata Melalui Pokemon Go!

Melatih Pokémon di dunia nyata, sampai temukan Pikachu di kolom tempat tidur. Pokémon Go mengintegrasikan teknologi Augmented Reality dalam Ingress, yang konsepnya seperti dunia Sword Art Online.
Baca Juga

Proyek Pokémon GO sendiri dikembangkan oleh Niantic bekerjasama dengan The Pokémon Company dan Nintendo. Pokémon GO menjadi proyek game mobile Pokémon yang sangat ambisius, serta bisa memicu penggemar Pokémon untuk keluar dari rumah mereka, bahkan sampai menjadi alasan berkeliling dunia untuk mencari Pokémon secara augmented reality, yang memang hanya bisa didapatkan jika kalian datang dan mencarinya di lokasi tertentu. Kami sendiri menduga, bakal ada banyak Pokémon yang sangat susah mendapatkannya, ditawarkan sebagai in-app purchase sebagai bagian monetisasi dari game yang bakal eksis di Apple App Store dan Google Play Store tahun 2016 mendatang ini. Sayangnya, belum dipastikan kapan tanggal game ini dirilis.

Discover Pokémon in the Real World with Pokémon GO!

Pokemon-GO-(5) Pokemon-GO-(6)

Untuk memainkan Pokemon Go, kamu bisa dibantu dengan sebuah gadget berbasis Bluetooth yang disebut dengan Pokemon Go Plus. Bentuknya mirip Pokeball, tetapi bisa kamu pasang di tangan sebagai gelang. Pokemon Go Plus ini bisa kamu koneksikan dengan smartphone milikmu via Bluetooth, dan memungkinkanmu untuk melakukan perintah dasar dalam game misalnya seperti menangkap Pokemon dengan menekan tombol yang ada. Selain itu alat ini mampu memberikan sinyal keberadaan Pokemon liar di sekitarnya kepada pemain dengan nyala lampu dan getaran yang ditimbulkan. Gadget tambahan ini diproduksi Nintendo, dan tampaknya kalian bakal merogoh kocek yang tidak sedikit untuk memilikinya.

Pokemon-GO (4)

Summer Lesson Didemokan! Jombloers Patut Waspada, atau Bakal Jones Selamanya

Jones, jauhi artikel ini, tidak aman bagi kalian mengetahui apa sebenarnya yang ada di dalam! Jika bersikeras masuk, jangan sampai salah fokus!
Baca Juga
[clearboth]

Niantic sendiri telah membuktikan melalui Ingress, mereka memiliki potensi yang besar, berrhasil memadukan teknologi lokasi geografis dengan dukungan satelit / GPS, cerita yang dinamis karena terus berkembang seiring dengan lokasi dimana kalian memainkan game ini, dan keseluruhan konsep yang memaksa kalian untuk keluar rumah tersebut sangat bertolak belakang dengan tren virtual reality yang rentan membuat remaja menjadi makin tidak sosial karena nyaman dengan kehidupan bersama pasangan virtualnya di dalam rumah.

Pokemon-GO (2)

Persaingan Virtual Reality Makin Memanas! Sony Kini Punya Teknologi ala Kinect!

Pertarungan sengit PlayStation VR + SoftKinetic vs. Oculus Rift + Oculus Touch... tinggal tunggu tanggal mainnya ketika keduanya dirilis tahun depan!
Baca Juga

Niantic didirikan oleh co-creator Google Earth, John Hanke sebagai studio start-up dan menjadi bagian dari Google. Game mereka, Ingress, dikenal sebagai game mobile dengan setting dunia nyata tersukses, dan untuk memainkannya memaksimalkan teknologi geografis pengunanya di tengah cerita fiksi ilmiah. Hingga saaj ini Ingress telah diunduh lebih dari 13 juta pengguna di seluruh dunia. Selama permainan, kalian bakal masuk ke lokasi tertentu dan meng-hack portal. Ada dua faction dalam game ini, Enlightened dan Resistance. Latar belakang ceritanya sendiri adalah karena sebuah percobaan ilmiah menjadi kacau dan mengeluarkan exotic matter (XM) di dunia, mengakibatkan terbentuknya portal di obyek – obyek dan lokaso seperti patung, museum dan ruang umum lainnya. Kedua faction kemudian berusaha menguasai portal tersebut, dan menempatkan resonator untuk menghasilkan lebih banyak tenaga. Dan ketika tiga portal saling terhubung, sebuah area khusus bakal terbentuk untuk melindungi di sekeliling portal dari “Shapers”.

Selama memainkannya, kamu harus mengumpulkan unit XM dengan cara berjalan di dunia nyata menggunakan smartphone Android-mu. Demikian dua faction tersebut saling berkompetisi menguasai lebih banyak portal, dan untuk melakukan itu, memaksamu untuk banyak berjalan di area umum dan menemukan portal.

Sumber


SHARE
Previous article[Review Anime Fall 2015] One Punch Man Ep. 1-2! Manjakan Mata Namun Tetap Mengundang Gelak Tawa!
Next articleNintendo NX adalah Gabungan Konsol dan Smartphone, Bakal Sekuat PS4!
Telah dikenal sejak satu dekade yang lalu melalui media game Ultima Nation. Saat itu artikel andalannya adalah panduan walktrough game-game RPG. Ura kemudian juga semakin dikenal lewat tulisannya yang idealis dan selalu konsisten pada satu aspek game, yaitu STORY - yang olehnya dianggap sebagai backbone sebuah game. Selain menggeluti dunia game, Ura juga penggemar gadget, dan dia memiliki hobi "ngoprek" smartphone.