Ternyata Tidak Semua Prediksi Back to the Future II Tepat Sesuai Kenyataan

Back-to-the-Future-19

Rupanya Time Traveling Sungguh Ada! Berikut 12 Bukti Nyata yang Membuat Menganga!

Time traveling banyak diangkat media pop culture. Apakah itu hanya sekedar fiksi?
Baca Juga

Secara ilmiah, menjelajah waktu itu mungkin. Setidaknya itu menurut Teori Relativitas Umum yang dicetuskan oleh Albert Einstein. Harapan tersebut menginspirasi cerita mengenai perjalanan waktu yang akhirnya banyak dijadikan ide cerita dalam film fiksi ilmiah. Begitu banyak media pop culture yang mengangkat tema ini. Sebut saja trilogi film Back to The Future, The Terminator, Donnie Darko,Looper, Star Trek, dan lain sebagainya. Kemudian juga ada Chrono Trigger/Cross, Shadow Hearts, dan TimeSplitters dari game. Sedang dari komik/anime, ada X-Men: Days of the Future Past, Age of UltronPandora Hearts, Time Quest, bahkan Doraemon dan Dragon Ball Z.

Back-to-the-Future-2
Sudah eksis tahun ini. Hendo atau biasa disebut hoverboard ditemukan oleh Greg Henderson, 2 Januari 2015

Mungkin yang masih membekas karena menjadi film terbaru yang sedikit mengangkat mengenai penjelajahan waktu adalah Interstellar, melalui teori relativitas waktu, serta mengaitkannya dengan gravitasi. Selain menampilkan penjelasan singkat mengenai dilasi waktu gravitasional, film ini juga menyinggung sekilas mengenai penjelajahan waktu. Namun diantara banyak judul film fiksi ilmiah, game, dan bahkan anime Jepang yang menggunakan time travelling sebagai tema utamanya, tidak ada yang lebih ikonik selain trilogi Back to The Future. Melalui film garapan Robert Zemeckis tersebut, cerita penjelajahan waktu digarap tidak seserius yang banyak digambarkan penulis lainnya, dengan humor menghiasi beberapa bagian skenario ceritanya.

Back-to-the-Future-13
Mungkin seperti itu bentuk Google Glass masa depan!

Mulai dengan film pertamanya, Back to The Future (dirilis tahun 1985), yang mengisahkan ketika karakter utamanya, Marty McFly (diperankan Michael J Fox) harus terbang mundur ke tahun 1955 hanya untuk menolong sang profesor, Dr. Emmet “Doc” Brown (diperankan Christopher Llyod), agar orangtuanya kembali jatuh cinta. Misi tersebut sangat penting, karena bakal mempengaruhi kenyataan di masa datang, seperti Marty tidak akan pernah dilahirkan di masa kini (masa saat setting film tersebut berlangsung).

Di tahun 2015, ternyata penduduk bumi masih mendapatkan berita dari... koran!
Di tahun 2015, ternyata penduduk bumi masih mendapatkan berita dari… koran!

China Akhirnya Berhasil Membuat Mobil Terbang, Inilah Penampilannya!

Kapan ya Indonesia bisa bikin Mobil Terbang? Masa mau pake produk luar terus?
Baca Juga

Berlanjut kemudian melalui Back to the Future II (yang dirlis pada tahun 1989), meskipun tidak sesukses yang pertama, namun ide ceritanya lebih konyol lagi. Kali ini Marty terpaksa harus terbang ke masa depan, ya, yang akhir-akhir ini ramai diperbincangkan, pada tahun 2015, atau tepatnya, besok tanggal 21 Oktober 2015 jam 4.29 sore (waktu Amerika), dengan tujuan mencegah keluarga Biff Tannen (Thomas F. Wilson) menjadi orang kaya dan bertindak semena-mena karena mereka selalu menang lotere. Besok seharusnya Marty datang dari masa lalu, dan publik sudah bersiap dengan memasang hitungan mundur sampai tepat saat dia datang, seakan ingin menyambutnya sebagai bagian perayaan Back to the Future Day, perayaan ke-30 tahun trilogi film ini.

Lanjut ke halaman 2…

1
2
3
4

SHARE
Previous articleSeminggu Berkampanye, Valthirian Arc: Red Covenant Berhasil Tembus Persaingan Steam Greenlight!
Next articleSherlock Holmes The Devil’s Daughter, Kasus Kriminal Baru untuk Sang Detektif
Penggemar strategy RPG Jepang, serta semua serial Super Robot Wars, yang saat ini masih menjadi kontributor penulis artikel game guide salah satu media game Indonesia. Mulai memburu game-game mobile, dan juga emulator melalui gadget Android, hanya untuk memainkan kembali game-game RPG klasik, yang menurutnya tetap lebih baik dibandingkan game modern.