GARNiDELiA: Jauh Lebih Dewasa Setelah Lima Tahun Debut

garnidelia

Setelah tahun 2014 tampil di Indonesia untuk pertama kalinya, GARNiDELiA kembali tampil lagi di tahun 2015, di acara yang sama yaitu Anime Festival Asia Indonesia 2015. Setelah lima tahun sejak debutnya, GARNiDELiA makin mantap melaju di dunia musik Jepang. GARNiDELiA mengisi lagu untuk anime seperti Gunslinger Stratos, Gundam Reconguista, Mahouka, dan yang paling diingat, adalah Kill la Kill.

Dalam sesi wawancara yang dilakukan oleh tim duniaku, Maria dan Toku yang merupakan member dari GARNiDELiA banyak bercerita seputar karirnya.

Bagi mereka berdua, fans sangat berarti buat mereka, yaitu sebagai pemberi kekuatan. Menurut Maria, mereka berdua tidak akan bisa ada sejauh ini tanpa dukungan para fans. GARNiDELiA yang bisanya identik dengan lagu uptempo, juga sempat membawakan lagu ballad berjudul Mirai, yang digunakan sebagai lagu penutup dari anime Gunslinger Stratos. Ketika ditanya bagaimana rasanya berganti genre, Maria dengan tegas menuturkan bahwa dia sudah banyak menyanyikan lagu ballad saat masih indies, walau akhirnya waktu debut, GARNiDELiA memang lebih banyak dan lebih identik dengan lagu uptempo. Ketika ditanya genre lagu mana yang lebih disukai, Toku pun menjawab, “Saya tidak tergantung dengan genre, asalkan para penonton suka”, dan Maria pun menuturkan, “Tidak ada yang tidak disuka, hanya ada yang mudah dan yang sulit.”.

Tahun lalu GARNiDELiA juga pernah tampil di Indonesia, dan mereka mengatakan bahwa kali ini, mereka berbeda dengan tahun lalu, di mana saat ini mereka lebih berpengalaman dan lebih powerful. GARNiDELiA juga sempat tampil di Amerika, dan Maria mendeskripsikan perbedaan penonton di Amerika dan Indonesia. “Reaksi penonton berbeda. Jika di Amerika, penonton lebih suka bertepuk tangan, misalnya ketika saya menyanyikan lagu dengan nada yang tinggi. Namun di Indonesia, para penonton suka bernyanyi bersama.”. Berkat perbedaan tersebut, GARNiDELiA akhirnya memberi kejutan dalam penampilannya kali ini, yaitu menyanyikan cover song yang banyak dikenal, sehingga para penonton di Indonesia bisa bernyanyi bersama.

garnidelia

Mengenai Indonesia, Maria dan Toku menuturkan ada makanan yang mereka selalu rindukan dari Indonesia, apalagi kalau bukan nasi goreng dan mi goreng. Mereka berdua juga terkejut sekaligus bangga mengetahui albumnya, Birthia, diterbitkan di Indonesia. “Saya harap kalian semua membeli albumnya, sebab itu adalah hidup mati kami.”, kata Maria dengan tersenyum. Menurutnya, perbedaan mereka ketika masih indies dengan major debut adalah, mereka bisa ke luar negeri untuk tampil, seperti sekarang di Indonesia. Dalam album Birthia tersebut, ada juga lagu lama yang mereka rekam kembali, yaitu Aria. “Saya merasa, bahwa perbedaan lagu Aria yang dulu dengan yang sekarang adalah, saat ini suara saya sudah lebih dewasa.”.

Ditanya mengenai kejadian aneh, apakah Maria pernah dikenali oleh fans di jalan, tentu saja iya, sebab warna rambut Maria sangat mencolok dan mudah sekali dikenali. “Bila ada yang menyapa, saya selalu balas terimakasih. Namun jika ada yang bilang sedang melihat saya di suatu tempat melalui social media, saya selalu takut, dari mana mereka melihat saya, hahaha!” kata Maria dengan tertawa.


SHARE
Previous articleBuruan! Pra-Registrasi Blade Waltz Telah Dibuka
Next articleTiket Sold Out, Panitia GDG Prime 2015 Tambah Slot Peserta Lagi!
Merupakan penggemar anime sejak SMP, dan terus berlanjut hingga sekarang bekerja. Belakangan ini suka memperhatikan dan ikut dalam konser-konser dari artis Jepang favorit. Saat ini bekerja sebagai Graphic Designer, yang menurutnya cukup asik dilakukan karena seperti bekerja sambil bermain. Kairi juga seorang gamer dan genre favoritnya adalah RPG. Sebagai salah satu kontributor untuk majalah Zigma dan Omega, menulis merupakan caranya membagi informasi kepada orang lain tentang hal-hal yang disukainya dengan lebih informatif, dari segi pandang seorang penggemar.