Dicoding: GDG Prime 2015 Bisa Jadi Katalis Bagi Akselerasi Ekosistem Industri Game

dicoding gdg prime 2015

Dengan dukungannya untuk GDG Prime 2015 ini, Dicoding berharap acara ini bisa mengakselerasi pertumbuhan industri game dalam negeri.

Tiket Sold Out, Panitia GDG Prime 2015 Tambah Slot Peserta Lagi!

500 tiket peserta yang didistribusikan via Dicoding sudah sold out. Untuk itu, panitia GDG Prime 2015 pun menambah 200 slot developer lagi!
Baca Juga

Sebagai hub nomor satu di Indonesia untuk developer aplikasi dan game mobile, Dicoding sudah sekian lama menghadirkan berbagai tantangan dan juga event yang bisa diikuti oleh para developer. Dan untuk Game Developers Gathering (GDG) Prime 2015 ini, Dicoding pun tentu tidak ingin ketinggalan dengan memberikan dukungannya. Dukungan yang diberikan kali ini dalam bentuk Challenge dan pendaftaran untuk peserta dengan reward poin yang bisa ditukarkan dengan berbagai macam hadiah.

Dicoding sudah menyiapkan dukungan total 35.000 points senilai Rp 35 juta untuk peserta yang mendaftar GDG Prime 2015 ini, baik peserta umum maupun yang ingin showcase. Poin Dicoding yang kamu dapat saat mendaftar acara ini bisa kamu kumpulkan dan tukarkan dengan berbagai macam hadiah, mulai dari voucher pulsa hingga gadget.

dicoding gdg prime 2015

“Industri game di Indonesia secara market berkembang dengan sangat pesat. Namun dari sisi supply lokal, pertumbuhannya kurang sebanding dengan pertumbuhan market yang cukup tinggi,” ungkap Narenda Wicaksono, co-founder Dicoding Indonesia kepada Duniaku saat mengomentari kondisi industri game Indonesia saat ini.

“GDG Prime 2015 ini bisa membantu developer lokal dalam dua hal. Pertama adalah standar, dengan hadirnya developer yang sudah sukses akan menciptakan stimulus bagi developer pemula sekaligus men-trigger kehadiran developer baru. Kemudian yang kedua adalah akses, dengan berkumpulnya orang-orang yang bisa membantu menyukseskan developer seperti media, publisher, dan investor tentu akan mempertemukan developer yang memiliki potensi dengan pihak yang bisa membantu potensi developer melangkah lebih jauh,” lanjut Narenda.

GDG Prime 2015 ini sendiri bertujuan untuk menjadi platform bertemunya para pelaku industri game Indonesia, guna mewujudkan ekosistem industri yang lebih baik. Dan hal tersebut pun sejalan dengan misi Dicoding itu sendiri. “Saya berharap dengan event ini bisa tercapai hal yang sudah saya sebutkan sebelumnya, sehingga dapat menjadi katalis bagi akselerasi ekosistem industri game lokal,” pungkasnya.

dicoding gdg prime 2015

Dicoding sendiri rencananya juga akan membuka booth yang akan memberikan dukungan kepada developer lokal untuk meningkatkan kualitas dan juga bisa meraih sukses di industri ini, yang sesuai dengan visi utama dari Dicoding. Bagi kamu yang belum mendapatkan tiket GDG Prime 2015, kamu bisa mendaftar melalui Dicoding untuk mendapatkan benefit reward poin-nya melalui tautan di bawah ini.

Pendaftaran Peserta Umum GDG Prime 2015 (Via Dicoding)

GDG adalah sebuah acara tahunan non profit yang kali ini diselenggarakan oleh Duniaku.net dan Asosiasi Game Indonesia (AGI) bekerja sama dengan Universitas Telkom, Toge Productions dan Direktorat Pemberdayaan Industri Informatika dari Kemenkominfo serta didukung oleh Komunitas Game Developer Indonesia (GameDevID), Dicoding, Tinker Games, Agate Studio, Agate Jogja, Mojiken Studio, dan Goethe. Tujuan dari GDG sendiri adalah untuk menghubungkan mahasiswa, developer game, investor, publisher dan media dalam sebuah platform untuk saling sharing mengenai pengalaman mereka selama berkecimpung di industri game. GDG Prime 2015 sendiri akan digelar pada hari Sabtu, 7 November 2015 bertempat di Convention Hall, Universitas Telkom Bandung.


SHARE
Previous articleMeetup GemuGemu Bandung: Kolaborasi Developer dan Publisher untuk Ekosistem yang Lebih Baik
Next article5 Karakter Attack on Titan yang Ternyata Terinspirasi dari Dunia Nyata
Ex Managing Editor majalah Zigma dan Omega yang mengawali karirnya sebagai kontributor sebuah blog teknologi. Febrizio dikenal juga suka dengan teknologi, film, pengembangan software, perkembangan sepakbola, serta saat ini juga mulai tertarik untuk mempelajari proses pengembangan game.