Game Mixer, Kolaborasi Indonesia-Jerman untuk Bangkitkan Industri Kreatif

game mixer

Game Mixer, proyek kolaborasi developer Indonesia dan Jerman digelar minggu ini, dan akan berakhir dengan sebuah game jam tanggal 8 dan 9 November 2015 mendatang.

Dalam beberapa minggu terakhir, fokus developer game Indonesia mungkin tertuju pada satu event, Game Developers Gathering (GDG) Prime 2015 yang akan digelar tanggal 7 November 2015 di Bandung. Selain GDG Prime 2015, ada satu event menarik lain yang bisa diikuti developer game Indonesia minggu ini bertajuk Game Mixer yang merupakan kolaborasi antara developer Indonesia dengan Jerman. Apa saja rangkaian acara dalam Game Mixer ini?

Yuk Pilih Game Favoritmu dalam Citizen Choice GDG Awards 2015!

Dalam Citizen Choice GDG Awards 2015 ini, kamu bisa ikut berkontribusi untuk menentukan pemenangnya! Yuk ikutan votingnya di bawah ini!
Baca Juga

Game Mixer menghadirkan para pemenang German Video Game Awards untuk berkunjung ke luar negeri, dan tahun ini Indonesia adalah salah satu tujuannya. Penghargaan tahunan ini diberikan pada game komputer dan video buatan Jerman yang inovatif serta bernilai budaya dan edukasi yang merupakan sebuah bukti dari inovasi industri negara tersebut. Sebelas nominasi dan start-up pemenang akan ikut serta dalam sebuah kamp kreatif bersama dengan sepuluh pengembang game asal Indonesia untuk mendiskusikan berbagai pertanyaan seputar strategi usaha dan seni, mengembangkan relasi personal dan koneksi internasional serta meningkatkan akses ke pasar internasional.

Salah satu alasan utama dari Goethe Institut dan Asosiasi Game Indonesia (AGI) menyelenggarakan proyek Game Mixer ini di Indonesia adalah fakta bahwa gaming sangat populer di sini. Di saat yang bersamaan, industri kreatif di Indonesia bisa dibilang salah satu industri yang menjanjikan, yang bisa memberikan kesempatan yang luar biasa dalam menciptakan sebuah program yang bermanfaat untuk pelaku dan ahli industri dari kedua negara, Jerman dan Indonesia.

Game Mixer terdiri dari beberapa rangkaian acara. Pertama, ada pameran yang akan dimeriahkan oleh acara talkshow bertema “Game Mixer Industry Talk: Partnership Opportunities between the German and Indonesian Game Industry” pada tanggal 5 November. Dalam talkshow ini, pelaku industri dari Jerman dan Indonesia berbagi ide mengenai dukungan politik dan ekonomi untuk pertumbuhan industri game di kedua negara. Pembicara yang akan hadir dalam talkshow ini adalah adalah Frank Holz (Managing Director of GAWOONI GmbH), Robin Hartmann (WERK1), Benjamin Rostalski (Stiftung Digitale Spielekultur), Jonathan Manuel (Toge Production), Hari Sungkari (Bekraf), dan Eva Muliawati (Asosiasi Game Indonesia). Selama pameran, beberapa game terpilih yang telah dinominasikan untuk German Video Games Award, game dari developer game Indonesia serta game dari mahasiswa BINUS University akan dihadirkan.

game mixer

Rangkaian acara kedua adalah kunjungan studio di Jakarta dan Bandung. Pameran akan berlanjut selama GDG Prime 2015 besok, dimana juga akan dihadirkan beberapa pelaku industri game Jerman untuk berbagi pengetahuan dalam salah satu panel diskusi bertajuk “How to Create a Sustainable Local Game Industry – Best Cases from Germany”. Panel tersebut akan menghadirkan Robin Hartmann, Tashin Avci (Pop Rocket Studios) dan Wolf Lang (THREAKS GmbH).

Usai dari GDG Prime 2015, Game Mixer akan dilanjutkan dengan game jam selama 48 jam penuh (8 dan 9 November), dimana peserta Jerman dan Indonesia akan bekerjasama untuk menciptakan ide-ide permainan baru dan inovatif. Bagi kamu yang tertarik untuk mengikuti game jam ini, kamu bisa mendaftarkan diri melalui tautan di bawah ini.

Pendaftaran Game Mixer Game Jam


SHARE
Previous articleAngler, Game Super Imut Buatan Developer Indonesia Yang Bakal Bikin Kamu Ketagihan!
Next articleYuk Berkenalan dengan Para Pembicara GDG Prime 2015
Ex Managing Editor majalah Zigma dan Omega yang mengawali karirnya sebagai kontributor sebuah blog teknologi. Febrizio dikenal juga suka dengan teknologi, film, pengembangan software, perkembangan sepakbola, serta saat ini juga mulai tertarik untuk mempelajari proses pengembangan game.