Activision Akuisisi Developer Candy Crush Senilai Rp 80 Triliun!

Activision akuisisi developer Candy Crush

Kejutan! Activision mengkonfirmasikan akuisisi mereka terhadap King dengan nominal mencapai Rp 80 triliun! Apa yang membuat Activision akuisisi developer Candy Crush ini?

Di ranah game konsol dan PC, nama Activision mungkin sudah diketahui oleh gamer di seluruh dunia. Banyak properti intelektual hebat yang dimiliki Activision, mulai dari game shooter seperti Call of Duty dan Destiny, hingga beberapa judul game PC seperti World of Warcraft, Diablo dan Starcraft (di bawah bendera Activision Blizzard). Namun tidak di ranah mobile, dimana Activision masih belum banyak terjun di dalamnya.

Black Ops III Versi PS3 dan Xbox 360 Isinya Cuma Multiplayer. Masih Mau Beli?

Kabar yang buruk bagi penggemar Call of Duty yang ingin membeli versi PS3 dan Xbox 360 dari Black Ops III, karena akan banyak fitur yang dihilangkan!
Baca Juga

Sukses di konsol dan PC rupanya membuat Activision ingin juga sukses di mobile. Punya sumber daya yang melimpah, cara instan pun ditempuh. Kemarin, Activision sudah mengkonfirmasikan bahwa mereka sudah mengakuisisi developer Candy Crush Saga, King dengan nilai yang fantastis, US $5.9 miliar atau sekitar Rp 80 triliun! Akuisisi ini sudah berlangsung di Irlandia yang merupakan markas besar dari King. Namun kabarnya, masih sebatas perjanjian hitam di atas putih saja, karena peresmian akuisisi ini kabarnya akan dilangsungkan pada kuartal pertama 2016 mendatang. Mungkin banyak yang bertanya-tanya, mengapa semahal itu Activision akuisisi developer Candy Crush ini?

Bukan jadi rahasia bahwa King merupakan salah satu developer yang sukses di ranah game kasual, baik di web maupun di mobile -sesuatu yang tidak bisa dicapai oleh Activision yang notabene sukses dalam game-game midcore hingga hardcore. Dengan hanya mengandalkan satu judul Candy Crush saja, King pernah merasakan pendapatan hingga US $1.33 miliar (sekitar Rp 18 triliun) di tahun 2014 lalu. Ingat, itu hanya satu game saja lho! Portfolio menarik King di ranah game kasual inilah yang sepertinya sudah membuat Activision tergiur untuk mengeluarkan dana begitu besar guna membeli King ini.

Activision akuisisi developer Candy Crush King

Berikut adalah kutipan dari pernyataan resmi Activision.

Activision Blizzard believes that the addition of King’s highly-complementary business will position Activision Blizzard as a global leader in interactive entertainment across mobile, console and PC platforms, and positions the company for future growth. The combined company will have a world-class interactive entertainment portfolio of top-performing franchises, including two of the top five highest-grossing mobile games in the U.S. (Candy Crush Saga®, Candy Crush Soda Saga™), the world’s most successful console game franchise (Call of Duty®), and the world’s most successful personal computing franchise (World of Warcraft®), as well as such well known franchises as Blizzard Entertainment’s Hearthstone®: Heroes of Warcraft™,StarCraft®, and Diablo® and Activision Publishing’s Guitar Hero®,Skylanders® and Destiny, along with over 1,000 game titles in its library

Ya, akuisisi ini membuat Activision jadi memiliki banyak “senjata” di setiap platform yang dimilikinya. Di PC mereka punya serial Warcraft, di konsol ada beberapa franchise yang menjadi legenda seperti Call of Duty dan Destiny, dan kali ini ditambah dengan “permen-permen” dari King di ranah game mobile.

Patut ditunggu, bagaimana strategi Activision nantinya di ranah game mobile ini setelah mendapatkan akses ke pasar game kasual dari King. Yang jelas, hal ini semakin mempertegas pergeseran tren industri game dunia yang semakin condong ke arah mobile dengan hadirnya para “pemain besar” seperti Activision ini, terutama di ranah game kasual.


SHARE
Previous articleTeaser Film Warcraft Menjanjikan Kedatangan Perang Epik!
Next articleAnime My Hero Academia Siap Dikerjakan Studio Bones!
Ex Managing Editor majalah Zigma dan Omega yang mengawali karirnya sebagai kontributor sebuah blog teknologi. Febrizio dikenal juga suka dengan teknologi, film, pengembangan software, perkembangan sepakbola, serta saat ini juga mulai tertarik untuk mempelajari proses pengembangan game.