GDG Prime 2015, Tandai Evolusi Event Industri Game Terbesar di Indonesia!

liputan gdg prime 2015

GDG Prime 2015 berevolusi menjadi bukan hanya sekedar ajang “berpesta” bagi developer game saja, melainkan juga untuk para pelaku industri lain dan juga gamer secara keseluruhan!

Setelah menggelar tiga roadshow di tiga kota (Surabaya, Yogyakarta, dan Jakarta) pada bulan Juni 2015 lalu, pagelaran Game Developers Gathering (GDG) akhirnya mencapai puncaknya dalam GDG Prime 2015. GDG Prime 2015 sudah digelar pada tanggal 7 November 2015 kemarin, bertempat di Convention Hall Universitas Telkom, Bandung. Sesuai dengan tajuknya, GDG Prime 2015 ini benar-benar menjadi puncak acara industri game terbesar di Indonesia tersebut di tahun ini. Bahkan, GDG Prime 2015 mencatat jumlah peserta terbanyak sepanjang sejarah diselenggarakannya GDG, dengan total lebih dari 1500 peserta yang memenuhi venue selama acara berlangsung dari jam 9 pagi hingga jam 6 sore!

liputan gdg prime 2015

liputan gdg prime 2015

liputan gdg prime 2015

Selain menjadi penyelenggaraan terbesar, GDG Prime 2015 bisa dibilang merupakan salah satu evolusi terbesar dari GDG. Pertama dari segi peserta yang mendapatkan kesempatan showcase selama acara berlangsung. Di GDG-GDG sebelumnya, booth tampak didominasi oleh developer game Indonesia yang memamerkan karya. Sebenarnya, di GDG Prime 2015 ini pun booth juga masih didominasi developer (dari segi jumlah), namun selain developer ada banyak juga publisher, media, ad network dan juga elemen pendukung industri lain yang membuka booth. Sebut saja dari pihak publisher ada Gamevil, GemuGemu dan Wave Game; ada Techinasia, Indogamers, dan Aitinesia dari pihak media; dan beberapa pendukung industri lain seperti Dicoding, Intel, Microsoft, Adways, POKKT dan Valuepotion.

liputan gdg prime 2015

liputan gdg prime 2015

liputan gdg prime 2015

Kedua dari segi format acara. Dalam beberapa penyelenggaraan GDG terakhir (sebelum GDG Prime 2015), GDG lebih menitikberatkan kepada format B2B (Business 2 Business) dibandingkan B2C (Business 2 Consumer). Di GDG-GDG sebelumnya, ada sesi conference yang terbagi menjadi beberapa kelas, sesi networking yang menghubungkan para pelaku industri dan job matchmaking bagi pengunjung yang ingin berkarir di dunia game. Namun di GDG Prime 2015 ini, tampak format sedikit berevolusi dengan lebih memiliki elemen B2C. Sesi conference dan diskusi panel memang masih tersaji di tiga panggung terpisah dan digelar secara permanen, namun yang menarik adalah sesi showcase tidak kalah ramainya dibandingkan sesi conference dan bukan hanya diramaikan oleh sesama rekan developer atau pelaku industri saja.

liputan gdg prime 2015

liputan gdg prime 2015

Para pengunjung yang mencoba game di booth-booth pun kali ini bukan hanya sekedar rekan sesama developer, atau pelaku industri saja. Penulis sempat mengamati ada banyak mahasiswa dan masyarakat umum yang ikut mencicipi game-game yang ditawarkan. Bahkan tidak jarang, ada juga keluarga yang membawa anak kecil datang berkunjung dan memainkan game yang disediakan, termasuk di area board game. Bagi developer, tentu ini menjadi hal yang positif, karena mereka bisa memanfaatkan kesempatan ini untuk langsung melakukan tes pasar bagi game yang dikembangkan dan mendapatkan feedback dari pengunjung yang benar-benar “murni” gamer (yang berpotensi menjadi konsumen mereka), bukan hanya dari sesama developer atau pelaku industri saja. Sekaligus, developer juga bisa menunjukkan potensi yang dimiliki, bahwa game yang mereka kembangkan tidak kalah kualitasnya dengan game-game buatan developer mancanegara.

liputan gdg prime 2015

liputan gdg prime 2015

Area showcase memang menjadi highlight dari GDG Prime 2015 kemarin. Namun bukan berarti sesi conference sepi dan “tenggelam” popularitasnya. Ada banyak tema conference menarik yang diikuti banyak peserta seperti “How to Make Your Games Heard By World” yang dibawakan oleh Spencer Yip dari YummyYummyTummy, “Market Lokal Juga Bisa Sukses” yang dibawakan oleh beberapa developer yang sudah sukses merasakan manisnya pasar di Indonesia, konser tunggal dari komposer Megaman Manami Matsumae, dan panel komunitas yang menghadirkan beberapa community leader dari berbagai kota di Indonesia. Workshop Unity juga masih menjadi salah satu sesi paling “laris” diikuti pengunjung, dimana 50 tiket terjual habis hanya dalam waktu beberapa jam untuk mengikuti workshop yang dibawakan oleh Product Evangelist dari Unity, Rustum Scammel.

liputan gdg prime 2015

liputan gdg prime 2015

Beberapa hal baru yang hadir di GDG Prime 2015 ini pun juga semakin menambah kemeriahan acara, seperti Artist Alley yang diikuti sekitar 15 artist untuk memamerkan karya mereka, dan area board game yang tidak pernah sepi dari pengunjung. Beberapa developer pun terlihat sangat maksimal dalam menyambut acara ini dengan menghadirkan berbagai acara di booth masing-masing, mulai dari konser hingga berbagai kompetisi berhadiah yang dihadirkan hampir di setiap booth. Dan tak lupa, GDG Awards 2015 yang dihadirkan di penghujung acara juga menutup acara GDG Prime 2015 ini dengan sangat meriah.

liputan gdg prime 2015

liputan gdg prime 2015

liputan gdg prime 2015

liputan gdg prime 2015

Sebagai kesimpulan, GDG Prime 2015 tahun ini bukan hanya sekedar ajang “pesta” untuk developer game Indonesia saja, melainkan sudah berevolusi menjadi “pesta” para pelaku industri lain dan juga gamer serta masyarakat secara umum. Dengan lebih dari 1500 peserta yang hadir dari pagi hingga sore hari, kita tentu berharap semoga penyelenggaraan GDG di tahun-tahun berikutnya semakin baik dan semakin ramai lagi!

liputan gdg prime 2015


SHARE
Previous articleBegini Jadinya Jika Para Disney Princesses Hidup di Dunia Pasca Kiamat
Next articleGara-Gara Bokong dan Kaki Ngangkang, Street Fighter V Kena Sensor!
Ex Managing Editor majalah Zigma dan Omega yang mengawali karirnya sebagai kontributor sebuah blog teknologi. Febrizio dikenal juga suka dengan teknologi, film, pengembangan software, perkembangan sepakbola, serta saat ini juga mulai tertarik untuk mempelajari proses pengembangan game.