Gara-Gara Bokong dan Kaki Ngangkang, Street Fighter V Kena Sensor!

Street-Fighter-V-Censor-10

Ketika Capcom mengkonfirmasikan salah satu karakter untuk Street Fighter V, yaitu R. Mika, kami yakin ada banyak penggemar Street Fighter yang menantikan bermain dengan Mika hanya karena ingin melihat gerakan pegulat tersebut, yang bertarung menggunakan kostum yang sangat seksi. Melalui video trailernya yang dirilis pada waktu yang sama, kami juga mendapati gerakan V-Triggernya yang “bisa bikin jantung deg-degan.” Well, bagaimana tidak, Mika bersama rekannya, Nadesiko, menjepit musuh menggunakan bokongnya yang berukuran jumbo (dibandingkan karakter cewek lainnya dalam Street Fighter V).

Sebelum...
Sebelum…
dan sesudah disensor!
dan sesudah disensor!
Sebelum...
Sebelum…
dan sesudah disensor!!
dan sesudah disensor!!

R Mika Street Fighter V Kembali! Bokong Mautnya Bikin Repot Lawan

Sebelumnya hanya satu, kini kalian bisa makin repot karena bukan hanya bokong R. Mika saja yang bisa sewaktu-waktu menindih! Ada pegulat lain yang ikut menyumbangkan bokongnya. Apakah itu Ronda Rousey?
Baca Juga

Seranggan V-Trigger tersebut merupakan tag-team, dimana Nadesiko bakal muncul melancarkan serangan udara ke arah musuh dari berbagai sudut, yaitu neutral (hempaskan tubuhnya dari atas), hold back (dropkick dari depan), hold forward (dropkick dari belakang). Variasi yang berbeda tersebut bakal membuat lawan bingung dalam menerka-nerka arah serangannya, yang kemudian R. Mika-nya sendiri bisa memanfaatkannya dengan command throw pada lawan yang disibukkan menahan serangan Nadesiko. Pada akhirnya, kombinasi hempasan bokong kedua pegulat seksi ini dipastikan bisa membuat siapa saja kerepotan, atau jika tidak, kehabisan nafas karena dijepit kedua bokong pegulat seksi ini, dan bereakhir dengan musuh yang dihempaskan ke tanah dengan posisi kaki mengangkang / terbuka! Jika musuhnya cowok sih ga masalah, namun bisa kalian bayangkan jika yang dijepit itu Cammy misalnya, atau Chun Li, atau si Mika itu sendiri, dengan kedua kaki yang terbuka lebar, kalau menurut orang tua kita, jelas tidak sopan, bukan!?

Selain itu, sebelum mereka berdua menjepit lawan dengan kedua bokongnya, Mika diperlihatkan juga menampar bagian tubuhnya yang bebas terekspos karena desain kostum gulatnya yang terbuka, seakan menunjukkan pada musuh jika bokongnya memang sangat keras!

R Mika Street Fighter V – Trailer | PS4

Sayangnya, ya, sayang sekali dalam build terbaru Street Fighter V, gerakan tersebut sedikit dimodifikasi presentasinya, atau bisa dikatakan juga, disensor. Mika memang masih menampar bokongnya, namun kini tidak diperlihatkan, karena sudut pandang kamera sedikit diangkat. Kemudian untuk gerakan Critical Art-nya, jepitan bokong Mika dan Nadeshiko tidak sampai membuat kaki musuhnya ngangkang.

Street-Fighter-V-Censor-4

Bukan hanya Mika saja yang kena sensor. Satu pose Cammy juga diketahui sudah dimodifikasi oleh Capcom, sehingga sudut pandangnya tidak sampai memperlihatkan bagian selangkangannya. Dengan kostum Cammy yang juga cukup tersebut, sangat sulit membuat semua gerakannya aman dilihat oleh gamer semua usia (jika diasumsikan langkah Capcom ini untuk mendapatkan rating yang lebih luas pasarnya). Bisa jadi langkah sensor tersebut untuk menghindari ganjaran rating Mature. Lihat saja sendiri seperti apa beberapa pose karakter yang disensor Capcom melalui screenshot dan animasi yang kami post melalui artikel ini.

Tidak ada lagi pose menampar bokong!

Musuh ga sampai ngangkang kakinya saat dibanting Mika dan Nadesiko.

Dan selangkangan Cammy ikut kena sensor!

Walaupun masih ada target sensor lainnya!! Seperti ini…

Image

Street-Fighter-V-Censor-6

Street-Fighter-V-Censor-7 Street-Fighter-V-Censor-8 Street-Fighter-V-Censor-9 Street-Fighter-V-Censor-5


SHARE
Previous articleGDG Prime 2015, Tandai Evolusi Event Industri Game Terbesar di Indonesia!
Next articleRestoran Ini Menyediakan Minuman Khusus Bertema Prison School
Penggemar strategy RPG Jepang, serta semua serial Super Robot Wars, yang saat ini masih menjadi kontributor penulis artikel game guide salah satu media game Indonesia. Mulai memburu game-game mobile, dan juga emulator melalui gadget Android, hanya untuk memainkan kembali game-game RPG klasik, yang menurutnya tetap lebih baik dibandingkan game modern.