Awas Gaptek! Kenali Dulu Perkembangan Teknologi Virtual Reality dalam Platform Game dan Smartphone!

Oculus-Rift Virtual Reality

Artikel ini hasil kerja sama Duniaku dengn Kurio

Istilah virtual reality (VR) dalam video game sudah lama kita dengar, dan teknologi tersebut seakan menjadi impian terpanjang industri game. Apalagi setelah beberapa inovasi yang mencoba mengenalkan cara bermain baru dengan menggunakan layar kedua yang langsung dihadapkan pada mata kita tersebut harus gagal.

Lantas, selanjutnya berbagai produsen teknologi pun mencoba terus mengeksplorasi VR. Agar Anda tidak gaptek dengan perangkat ini, yuk simak ulasannya.

Sejarah

Satu yang paling dekat dengan dunia game adalah Nintendo Virtual Boy, konsol game yang berwujud head-mounted virtual reality display atau dipasang langsung di kepala, dengan layar berada tepat di depan mata. Pada masanya saat dirilis pertengahan 1995, ini diklaim menjadi yang pertama mampu menampilkan grafis 3D sebenarnya.

Virtual-Boy Virtual Reality

Selanjutnya penerapan 3D-nya ternyata justru tidak full color. Bahkan, dianggap tidak realistis atau seperti seharusnya sebuah virtual reality yang memungkinkan ketika kepala bergerak, sudut pandang tampilan pada layar juga ikut bergerak. Tidak heran jika konsol tersebut langsung dihentikan produksinya dalam waktu kurang dari setahun.

Pesaing terdekat Nintendo, Sega, juga sempat mengembangkan Sega VR. Namun dengan alasan efeknya terlalu realistis dan tidak baik untuk gamer, proyek tersebut dihentikan pengembangannya.

Bisa jadi karena trauma kegagalan beberapa perangkat virtual reality yang dikhususkan untuk bermain game di awal tahun 1990-an tersebut, industri game perlu menunggu lama untuk bisa mulai mencari produk yang sangat pas bagi gamer. Baik itu dari sisi harga, dan juga mendukung kenyamanan bermain.

Kebangkitan VR

Hingga pada 2012, Palmer Luckey lewat perusahaan teknologi yang mengembangkan virtual reality, yaitu Oculus VR, mengenalkan Oculus Rift. Ini adalah head-mounted display untuk menghadirkan tampilan virtual reality yang dalam. Proyek tersebut pun mendapat sambutan yang sangat baikdan memperoleh dukungan US$ 91 juta, serta US$ 2,4 juta melalui pembiayaan massa Kickstarter. Hingga pada akhirnya, raksasa Facebook pun membelinya senilai US$ 2 miliar atau sekitar Rp 23 triliun!

Oculus-Rift-1 Virtual Reality

Selain dukungan dana yang begitu besar, juga ada John D. Carmack dibelakang Oculus VR, salah satu nama yang cukup terkenal di industri game PC dan co-founder Id Software, membuat Wolfenstein 3D, Doom, Quake, Rage, dan banyak sekuelnya. Hal ini membuat Carmack dianggap sebagai bapaknya genre first-person shooter. Dengan teknologi yang diciptakan tersebut, maka diharapkan bisa membuat gamer serasa masuk ke dalamnya, jika dimainkan menggunakan head-mounted display semacam Oculus Rift.

Dalam mengembangkan teknologinya, Carnack ternyata sudah lama mengamati perkembangan gadget yang dikembangkan Palmer. Adapun kemudian, Id Software mengumumkan jika Doom 3 BFG Edition akan melengkapi hampir 170 game lain yang kompatibel dengan Oculus Rift. Setahun kemudian, selama tahun 2013, Doom 3 BFG Edition didemonstrasikan. Hasilnya ternyata sungguh luar biasa. Sebuah game dengan mekanis gameplay yang usianya dua dekade silam, namun ketika dimainkan menggunakan sebuah head-mounted display, semuanya terasa berbeda, gamer serasa terpisah dari dunia nyata, dan lebih bisa berada di dalam game tersebut.

Demikian jelas, virtual reality menawarkan suatu pengalaman baru, tanpa perlu konsol yang harus di-upgrade spesifikasinya. Oculus Rift sudah mengawali kebangkitan VR dengan produk anyar akan dipasarkan awal tahun 2016.

Oculus-Rift

Ketakutan teknologi dengan pengalaman bermain unik semacam ini, dukungan game yang minim, sudah berhasil dihapus dengan adanya ratusan game yang kompatibel, termasukyang populer, seperti 7 Days to Die, Daylight, dan DayZ. Ada juga game yang identik dengan konsol,yaitu Castlevania: Lords of Shadow 2, Dead Trigger, hingga Titanfall. Bahkan, game dari developer indie Indonesia, Dreadeye, juga akan mendukung Oculus Rift. Game lama seperti Skyrim dan Mirror’s Edge pun juga mendapatkan konversi mendukung tampilan virtual reality.

Brand VR Lain
Selain Facebook, ada nama besar lainnya yang menyadari jika tren virtual reality ini adalah salah satu yang akan menjadi besar di dunia game masa datang, yaitu Sony Computer Entertainment (SCE). SCE juga membuat perangkat yang sama. Pada Game Developers Conference 2014, mereka mengenalkan headset virtual reality mereka yang disebut sebagai Project Morpheus. Kemudian, selama perhelatan Tokyo Game Show pertengahan September 2015 lalu, Sony memperkenalkan PlayStation VR yang rencananya dipasarkan pertengahan 2016.

PlayStation-VR-1 Virtual Reality

PlayStation VR sendiri merupakan suatu sistem virtual reality yang sangat unik. Teknologi ini menggabungkan PlayStation 4 dengan PlayStation Camera, sehingga memungkinkan pengguna menikmati berbagai konten dan game secara maksimal.

Menurut Sony, nama PlayStation VR bukan hanya mengungkapkan pengalaman baru dari PlayStation, tapi juga memberikan pengguna pengalaman secara fisik. Sehingga bisa ikut merasakan dunia virtual dalam game yang juga merefleksikan harapan Sony agar pengguna merasakan sensasi dan menikmati pengalaman luar biasa dan hebat.

Ketika gamer menggunakan PlayStation VR, dunia virtual game akan muncul tepat di depan mata para pemain. Sehingga, ketika kepala berputar ke kanan atau ke kiri, dunia virtual dalam game juga akan berputar secara alami. Dengan memanfaatkan teknologi 3D audio yang unik dan dikembangkan oleh SCE, para pemain dapat merasakan sensasi yang lebih nyata ketika bermain game.

PlayStation-VR-2 Virtual Reality

Selanjutnya, melalui kontroler PlayStation Move (PS Move) atau DualShock, para pemain dapat menjelajahi dunia virtual, berinteraksi dengan karakter dalam game, dan sekaligus menjadi karakter utama secara lebih realistis. Sehingga, seolah-olah mereka benar-benar masuk dalam dunia game. Siapa yang tidak mau mencoba teknologi mutakhir seperti ini!

Kedua teknologi virtual reality tersebut masih lama bisa kita nikmati. Namun, kalian yang penasaran, sudah ada kok perangkat head-mounted display virtual reality yang tersedia di pasaran. Contohnya adalah Samsung Gear VR, perangkat yang menjadi hasil kerja bareng Oculus VR bersama Samsung ini telah dijual sejak pertengahan akhir tahun 2014 lalu. Sayangnya, di Indonesia masih belum tersedia secara resmi.

Samsung-Gear-VR-11 Virtual Reality

Kini yang terbaru, Samsung resmi menjual versi konsumen Gear VR secara massal. Perangkat yang menjadi hasil kolaborasi antara Samsung dengan Oculus VR ini menjadi virtual reality pertama yang mendapatkan sentuhan teknologi Oculus VR. Meskipun secara brand jelas Gear VR diproduksi oleh Samsung. Samsung Gear VR juga sukses mencuri identitas sebagai perangkat consumer-facing virtual reality (VR) head-mounted display (HMD) pertama dari Oculus VR. Jadi bukan Oculus Rift, melainkan Gear VR menjadi perangkat pertama yang ditujukan untuk menghadirkan pengalaman memainkan game mobile secara nyata.

Harga

Soal harga, mengingat ketiga produk tersebut masih tergolong baru, sehingga wajar jika produsen masih menawarkan dengan nilai tinggi. Meskipun belum pasti, namun dalam beberapa kesempatan pihak Oculus VR dan Sony mengungkapkan jika perangkat virtual reality mereka harganya bakal setara dengan konsol game, atau sekitar Rp. 4-6 jutaan!

Samsung-Gear-VR-1 Virtual Reality

Ini sebenarnya belum termasuk game atau aplikasi VR yang dijual, serta sistem yang disarankan dan kompatibel dengan headset VR tersebut. Menurut Oculus VR, dalam pernyataan media pertengahan tahun lalu, pihaknya menyarankan spesifikasi setidaknya GPU sekelas GTX 970, yang harga barunya saat ini masih di rentang Rp 4 jutaan.

Sedangkan untuk PlayStation VR, kalian mutlak membutuhkan satu unit PlayStation 4, dilengkapi kontroler DualShock 4 atau PS Move, yang totalnya juga mencapai sekitar Rp 5 jutaan. Tampaknya, solusi termurah menikmati virtual reality, hanya melalui Samsung Gear VR saja yang ditawarkan dengan harga hanya Rp 2 jutaan. Ya, kalian masih membutuhkan smartphone Galaxy Note 5 dan keluarga Galaxy S6 yang harganya saat ini berada di kisaran Rp 8 jutaan untuk yang terendah. Namun budget totalnya, tetap yang paling murah!

Bagaimana guys, apa kalian sudah siap menerima teknologi virtual reality? Sudah siap mendapatkan pengalaman yang makin realistis ketika memainkan sebuah game? Jika kalian penasaran dan makin antusias dengan perkembangan teknologi virtual reality, pastikan kalian tidak ketinggalan berita yang paling up-to-date!

Samsung-Gear-VR-9 Virtual Reality

Caranya, install saja Kurio yang merupakan aplikasi cerdas dengan berbagai kanal berita variatif termasuk teknologi. Sudah saatnya kalianmengakses Kurio di dalam perangkat smartphone dan tablet untuk memperoleh informasi terabaru.

Untuk mengetahui lebih banyak fitur mengenai Kurio, kalian bisa masuk ke dalam tautan berikut ini.


SHARE
Previous articleBegini Serunya Diskusi Uji Publik Sistem Rating Game Indonesia!
Next articleNetmarble Meluncurkan Mobile Puzzle Game Puzzle Pet Party
Telah dikenal sejak satu dekade yang lalu melalui media game Ultima Nation. Saat itu artikel andalannya adalah panduan walktrough game-game RPG. Ura kemudian juga semakin dikenal lewat tulisannya yang idealis dan selalu konsisten pada satu aspek game, yaitu STORY - yang olehnya dianggap sebagai backbone sebuah game. Selain menggeluti dunia game, Ura juga penggemar gadget, dan dia memiliki hobi "ngoprek" smartphone.