Final Fantasy VII Remake Bakal Dapatkan Banyak Skenario Tambahan!

Final-Fantasy-VII-Remake-16

Final Fantasy VII Remake Beneran “More Action” Seperti Dissidia dan Kingdom Hearts!

Final Fantasy VII Remake bakal EPIC! Active time battle masih ada, namun fungsinya berbeda. Pertarungan yang real-time, bahkan unsur action-nya bisa disetarakan dengan Dissidia Final Fantasy, atau bahkan Kingdom Hearts!
Baca Juga

Melalui event PlayStation Experience 2015, Square Enix melepas trailer baru Final Fantasy VII Remake, membuat para penggemarFinal Fantasy kembali bergairah menantikan game yang sudah lama dinanti ini. Trailer pertama ini bukan sekadar teaser, namun menyisipkan juga beberapa adegan pertarungannya, yang kini berubah menjadi lebih action. Bahkan keseluruhan misi awal Cloud dan para prajurit Avalanche di Midgar berubah total dibandingkan game aslinya. Seperti yang kami ungkapkan sebelumnya, gameplay-nya memang berubah total, justru mengingatkan kami pada Final Fantasy XV (karakter bisa aktif bergerak selama pertarungan, namun belum ada tanda mereka bisa melompat sih!), atau, seperti dalamLightning Returns Final Fantasy XIII -meskipun sang sutradara berpendapat lebih! Well, ya, buang jauh nuansa klasik Active Time Battle di sini! Trailer tersebut juga menunjukkan pada kita bakal ada elemen baru selama permainan yang membuatnya lebih dinamis. Seperti, kalian perlu merangkak untuk melalui area yang hancur, atau menyusuri celah kecil. Dan ada voice acting-nya juga selama cut-scene. Cloud, Barrett dan juga duo Wedge dan Biggs (yang sebenarnya diadaptasi dari karakter Star Wars), kini lebih hidup dan “manusiawi” karena mereka bersuara, dan saling berinteraksi selama menjalankan aksinya. Memang sih Square Enix juga membuat kami kaget, ketika mereka mengatakan jika Final Fantasy VII Remake bakal dijual dalam beberapa bagian, dengan alasan begitu padat dan banyaknya konten dari game aslinya yang harus diubah secara visual dalam remake ini. Ketakutan pun muncul, jangan-jangan juga ada in-app purchase-nya nanti di tengah permainan… Ini game yang pasti bakal laku, dan mungkin penggemar bakal melakukan apa pun juga juntuk bisa menikmatinya (seperti, melihat Cloud dalam kostum cewek?). Wajar jika ada pemikiran semacam itu.

Kabar terbarunya, melalui salah satu media Jepang, Square Enix membagikan beberapa informasi baru lainnya. Dan yang menjadi fokusnya, justru penegasan dari fakta mengkuatirkan sebelumnya, skenario dari bagian pertama Final Fantasy VII Remake ini telah selesai sampai endingnya (ya, tiap bagian bakal ada ending-nya, namun bersambung ke bagian selanjutnya, a la pembagian skenario dalam Final Fantasy IV The After Years), dan tinggal tahap pengerjaannya saja. Dan banyak bagian skenario tersebut termasuk mengekspos lebih jauh kehidupan trio Avalanche Biggs, Wedge dan Jessie.

Wow! Final Fantasy VII Remake Bakal Dibuat Seperti Kingdom Hearts!

Dan untuk pertama kalinya, kalian bisa melihat Cloud serta Barret akhirnya bisa akur dan saling bertegur sapa!
Baca Juga

Final-Fantasy-VII-Remake-6

Final-Fantasy-VII-Remake-13

Mengenai pembagian Final Fantasy VII Remake ini dalam beberapa bagian, juga terungkap jika ternyata Square Enix masih belum bisa menentukan bakal sampai berapa bagian Final Fantasy VII Remake ini nantinya. Selain itu, mereka juga belum bisa memutuskan apakah ada fitur online-nya. Sebelumnya, kami juga sudah mengetahui jika Square Enix memilih engine Unreal 4 untuk membangun Final Fantasy VII Remake. Karena itulah, mereka juga menggandeng tim Kingdom Hearts agar mendapatkan masukan selama proses pengembangan, mengingat seri terbarunya, Kingdom Hearts III, juga menerapkan engine dari Epic tersebut.

Beberapa informasi lainnya yang terungkap adalah adegan halusinasi Cloud di sepanjang permainan karena efek Geostigma kini bakal diperlihatkan lebih baik. Sedangkan untuk pengisi suaranya, Square Enix berusaha menjaga kesan Advent Children di sini, dengan menggunakan pengisi suara yang sama, kecuali mungkin Red XIII, karena ras binatang yang memiliki perasaan seperti manusia tersebut hanya muncul sebagai cameo selama film Advent Children.

Final-Fantasy-VII-Remake-3 Final-Fantasy-VII-Remake-11

Sebelumnya kami sudah sedikit menyinggung mengenai gauge ATB (Active Time Battle) dalam remake ini, yang memang masih ada. Namun fungsinya bukan seperti yang kita kenal selama ini, dimana perlu menunggu untuk bisa menyerang. Ada sistem lainnya berhubungan dengan gauge tersebut, dan tetap real-time. Kalian perlu memperhatikan gauge ini, terutama ketika menyala merah. Sebelumnya kami menduga itu berhubungan dengan Limit Break, namun ternyata bukan. Limite Break ada bagiannya sendiri. ATB tersebut berhubungan dengan sistem unik lainnya yang disiapkan tim, dan sistem ini bakal berubah bergantung pada gaya bertarung kalian selama memainkannya.

Final Fantasy VII Remake saat ini menjadi game yang paling dinanti, sekaligus yang paling dikritik oleh para penggemarnya. Selain Square Enix tertantang menghadirkan kualitas yang setara denggan game aslinya, mereka juga harus menghadapi protes penggemar yang menyayangkan kenapa harus dirilis dalam beberapa bagian. Secara grafis, kualitasnya tidak perlu diragukan lagi. Trailer yang dirilis beberapa waktu lalu membuktikan jika Square Enix tidak main-main dengan remake kali ini, mereka tidak lagi mem-PHP kita. Kalian bisa membandingkan grafis remake ini dengan game aslinya yang dirilis tahun 1997 lalu, plus juga dengan grafis Final Fantasy VII remake yang digunakan sebagai tech demo PlayStation 3 pada tahun 2005 lalu (ya, mereka pernah niat banget mem-PHP kita melalui tech demo tersebut!). Lihat saja perbandingannya di bawah ini:

Final Fantasy VII Original yang begitu legendaris!

Final Fantasy VII Tech Demo PlayStation 3, yang mana, hanya sekadar PHP!

Final Fantasy VII Remake

 


SHARE
Previous articleImpresi Mendalam Duniaku untuk Exclusive Test Tree of Savior Indonesia
Next articleBandai Namco Konfirmasikan Tales of The Rays untuk Android dan iPhone
Penggemar strategy RPG Jepang, serta semua serial Super Robot Wars, yang saat ini masih menjadi kontributor penulis artikel game guide salah satu media game Indonesia. Mulai memburu game-game mobile, dan juga emulator melalui gadget Android, hanya untuk memainkan kembali game-game RPG klasik, yang menurutnya tetap lebih baik dibandingkan game modern.