Nintendo Berhasil Puaskan Gamer Super Smash Bros. dengan Fan Service!

Ilustrasi Super Smash Bros. yang dikerjakan Tetsuya Nomura.
Ilustrasi Super Smash Bros. yang dikerjakan Tetsuya Nomura.

Selain mengkonfirmasikan Corrin dan Bayonetta selama presentasi live-stream awal pekan ini, Nintendo melengkapi informasi mengenai Cloud Strife yang telah diumumkan bulan lalu. Cloud sama sepetti Bayonetta, ditawarkan dengan harga sekitar Rp. 84 ribuan untuk setiap platform, atau sekitar Rp. 98 ribuan untuk kedua platform. Dia sudah tersedia sejak awal pekan ini, bersama stage Midgar, dimana Summon Materia (seperti Super Smash Ball) akan muncul di sepanjang stage, memungkinkannya menggunakan materia untuk melakukan summon, dengan efek mempengaruhi medan pertarungan, namun tidak akan melukai pemain yang mengaktifkannya. Summon yang bisa digunakan termasuk itu Ifrit (menciptakan pusaran api yang bergerak di sepanjang stage), Ramuh (memanipulasi platform yang melayang dengan nenyerang menggunakan petir), Odin (memotong stage separuh dengan satu tebasan, otomatis meng-KO musuh yang berada tepat di tengah garis potong), Leviathan (menggenangi stage dengan air, bergerak dari kanan ke kiri, seperti dalam stage-nya Donkey Kong), dan Bahamut ZERO (menyemburkan serangan dahsyat dari orbit satelit). Kalian bisa menggunakan Cloud dengan pilihan dua kostum, satu yang terinspirasi dari Final Fantasy VII versi pertama, dan satu lagi dari Final Fantasy VII: Advent Children. Kalian bisa menggunakan Limit Break, yang bisa dilancarkan ketika meter Limit Break-nya penuh. Meter tersebut akan terisi seiring dia menerima damage, atau mengunakan serangan Down Special yang ditahan. Ketika meter Limit Break penuh, kekuatan Cloud meningkat, dan bisa menggunakan serangan Limit-nya tersebut sekali. Ketika meternya penuh, serangan Down Special juga memberi efek lebih besar, dengan tambahan sekitar 1% damage.

Di saat yang sama, Nintendo juga mengumumkan kostum Mii Fighter Geno (Gunner) dari Super Mario RPG, dan aksesoris Chocobo Hat Mii Fighter dari Final Fantasy. Melengkapinya, bakal tersedia serangkaian kostum Mii Fighter yang akan dirilis Februari 2016 mendatang:

  • Bionic Armor (Brawler)
  • Takamaru (Sword Fighter) – Nazo no Murasame-jo
  • Ashley (Sword Fighter) – WarioWare
  • Gil (Sword Fighter) – The Tower of Druaga
  • Tails (Gunner) – Sonic the Hedgehog
  • Knucklers (Brawler) – Sonic the Hedgehog

Super-Smash-Bros.-21 Super-Smash-Bros.-22

Dan yang paling ditunggu, Nintendo memastikan jika figurine Amiibo untuk ketiga karakter DLC baru Nintendo ini juga tengah diproduksi. Amiibo untuk Cloud, Corrin, dan Bayonetta akan diumumkan lagi nantinya kapan bakal tersedia. Namun untuk Amiibo R.O.B., Roy, dan Ryu akan mulai dijual 18 Maret 2016 mendatang.

Super-Smash-Bros.-9

Menjadi DLC terakhir untuk Super Smash Bros. menjadikan game cross-over Nintendo ini makin ramai, dengan total 58 petarung, 84 stage, 99 kostum dan 97 topi untuk Mii Fighter, 743 trophy (untuk versi Wii U) / dan 707 trophy (untuk versi 3DS), serta 507 track musik. Nintendo mengaku semuanya sudah direncanakan sejak awal, dan konten DLC mulai dikerjakan setelah gamenya dirilis. Namun yang lebih menarik, bagaimana mereka berhasil menjaga rahasia konten tersebut selama ini, dan yang terpenting, berhasil memuaskan penggemarnya, dengan sebuah game fighting cross-over yang tetap worth it dimainkan walaupun sudah dirilis lebih dari setahun lalu, walaupun beberapa karakternya memang sekadar fan service!

Lihat di bawah video presentasi tersebut, langsung ke menit 7:56 untuk melihat Cloud Strife:

Super Smash Bros. for Nintendo 3DS and Wii U – Final Video Presentation

Super-Smash-Bros.-23 Super-Smash-Bros.-24 Super-Smash-Bros.-25 Super-Smash-Bros.-26 Super-Smash-Bros.-27 Super-Smash-Bros.-28 Super-Smash-Bros.-29


SHARE
Previous articleTiny Chick, Game yang Lebih Susah Dibandingkan Flappy Bird!
Next articleTahukah Kamu Asal Usul Dragon Ball? (SPOILER)
Penggemar strategy RPG Jepang, serta semua serial Super Robot Wars, yang saat ini masih menjadi kontributor penulis artikel game guide salah satu media game Indonesia. Mulai memburu game-game mobile, dan juga emulator melalui gadget Android, hanya untuk memainkan kembali game-game RPG klasik, yang menurutnya tetap lebih baik dibandingkan game modern.