Berbagi Kisah Pengembangan ORBIZ dalam Gathering GADAS Akhir Tahun 2015!

gathering GADAS

Untuk menutup tahun 2015, Game Developer Arek Suroboyo (GADAS) mengadakan gathering untuk membahas pengembangan ORBIZ dan juga persiapan GGJ 2015. Seperti apa gathering GADAS ini?

ORBIZ, Begini Jadinya Jika Left 4 Dead Bertemu dengan Super Mario Galaxy!

Keseruan bermain multiplayer dalam Left 4 Dead dipadu dengan gaya dunia yang unik dari Super Mario Galaxy? Coba mainkan ORBIZ ini!
Baca Juga

Jelang akhir tahun 2015, komunitas Game Developer Arek Suroboyo (GADAS) kembali menghadirkan gathering untuk saling berbagi ilmu dan mempererat hubungan para anggotanya. Untuk gathering kali ini yang digelar di gedung JITC Surabaya, GADAS menghadirkan dua tema utama untuk disajikan. Pertama, ada kisah pengembangan salah satu game yang dikembangkan oleh Anoman Studio, ORBIZ dan satu lagi adalah sosialisasi Global Game Jam (GGJ) 2016 yang akan digelar bulan Januari 2016 besok.

Untuk kisah pengembangan ORBIZ sendiri, Anoman Studio menghadirkan lead programmer-nya, Hendrik Kusuma dan juga komposer dari Mojiken Studio, Masdito Bachtiar yang digandeng untuk menggarap musiknya. Bagi yang belum tahu, ORBIZ sendiri merupakan game Indonesia yang digadang-gadang menjadi salah satu game most promising di masa yang akan datang. Sudah banyak gelar yang berhasil diraih oleh ORBIZ ini di berbagai ajang yang diikutinya, seperti Most Innovative Game di IN.Game 2015, INAICTA 2015 hingga runner up Most Promising Game dalam GDG Awards 2015.

gathering GADAS

Hendrik mendapatkan kesempatan pertama untuk sharing mengenai teknis pengembangan gameplay dari ORBIZ dalam gathering GADAS ini. ORBIZ sendiri mengambil inspirasi dari berbagai game tenar lain, mulai dari Super Mario Galaxy yang menginspirasi planet kecil yang menjadi area permainan, hingga gameplay multiplayer yang terinspirasi dari Left 4 Dead. Hendrik juga menjelaskan berbagai referensi lain yang membentuk ORBIZ, mulai dari gaya grafis ala PSOne, hingga berbagai nuansa ala arcade yang bisa dinikmati oleh pemain. Kabarnya, ORBIZ akan menggelar kampanye Steam Greenlight pada kuartal awal 2016 mendatang.

gathering GADAS
Hendrik Kusuma, Lead Programmer dari Anoman Studio

Di giliran presentasi kedua, giliran Masdito Bachtiar yang menjelaskan bagaimana proses mengembangkan musik untuk game ini. Ito mengungkapkan bahwa dirinya mengambil referensi dari berbagai karya musik dan juga soundtrack dari film-film horor era 80-an, yang dianggapnya cocok untuk diterapkan dalam game ini. Tak lupa juga, Ito memberikan sedikit demo bagaimana membuat musik game menggunakan software Fruity Loops.

Gathering GADAS
Masdito Bachtiar, komposer dari ORBIZ

Terakhir, giliran Ramadhany Candra, ketua dari komunitas GADAS sekaligus koordinator dari GGJ 2016 Surabaya. Candra menjelaskan banyak hal tentang GGJ 2016 karena ada beberapa peserta gathering yang masih belum tahu apa sih sebenarnya GGJ dan juga tujuan diselenggarakannya. Untuk tahun ini sendiri, rencananya GGJ 2016 Surabaya akan diselenggarakan di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya pada tanggal 29 hingga 31 Januari 2016 mendatang. Candra juga memberikan testimoni mengenai penyelenggaraan tahun lalu, dimana Surabaya merupakan jam site (tempat penyelenggaraan) dengan jumlah peserta terbanyak di Indonesia.

Gathering Gadas
Ramadhany Candra, koordinator GGJ 2016 Surabaya

Meskipun peserta yang hadir tidak seramai biasanya dan terkesan lebih santai, namun gathering GADAS akhir tahun 2015 ini tetap berjalan menarik. Peserta juga terlihat antusias dalam mengikuti materi-materi yang diberikan. Bahkan meskipun acara sudah selesai pun, mereka masih saling bertukar pikiran mengenai isu-isu yang tengah hangat terjadi di industri game.


SHARE
Previous articleImutnya Karakter World of Final Fantasy Bisa Bikin Kalian Ga Tahan!
Next articleSummon Night 6: Lost Borders, Ajang Reuni Para Karakter Game Summon Night
Ex Managing Editor majalah Zigma dan Omega yang mengawali karirnya sebagai kontributor sebuah blog teknologi. Febrizio dikenal juga suka dengan teknologi, film, pengembangan software, perkembangan sepakbola, serta saat ini juga mulai tertarik untuk mempelajari proses pengembangan game.