Konflik IeSPA vs Komunitas Bikin Netizen Meradang. Ini yang Sebenarnya Terjadi!

konflik iespa vs komunitas

“Drama” kembali terjadi di media sosial menutup tahun 2015 ini. Kali ini, IeSPA dan salah satu tim e-Sports Indonesia, Mahameru.ID yang terlibat diskusi panas di Twitter. Bahkan, IeSPA menanggapi kritik dari Mahameru.ID dengan nada marah. Ada apa sebenarnya di balik konflik IeSPA vs komunitas ini?

Eddy Lim: Misi Memajukan Prestasi e-Sport Indonesia Melalui IeSPA

Indonesia e-Sport Association (IeSPA) dibentuk dengan tujuan untuk memajukan prestasi atlet e-Sport Indonesia. Bagaimana caranya? Kali ini Duniaku mewawancarai Ketua Umum dari IeSPA, Eddy Lim untuk mencari tahu jawabannya!
Baca Juga

Sebagai organisasi resmi yang menaungi e-Sports di Indonesia, Indonesia e-Sports Association atau IeSPA diharapkan bisa memajukan e-Sports bersama-sama dengan komunitas. Namun, bukannya terbuka dengan segala kritik dan saran yang diberikan, IeSPA justru terlihat tampak “emosi” ketika mendapatkan kritikan yang cukup pedas dari salah satu tim e-Sports di Indonesia.

Seperti dikutip dari Storify Ade Naufal, ceritanya menutup tahun 2015, beberapa hari lalu IeSPA pun meminta saran dan kritik dari para stakeholder e-Sports di Indonesia mengenai bagaimana kiprah mereka selama 2015 dan juga apa ide-ide untuk menyambut 2016 mendatang.

Awalnya, banyak stakeholder e-Sports yang mulai memberikan ide dan saran mereka, dan direspon dengan baik oleh IeSPA. Hingga akhirnya, ada salah satu tim e-Sports asal Bandung, Mahameru.ID yang memberikan kritikan yang cukup pedas kepada IeSPA. Kritikan ini diberikan oleh Mahameru.ID dalam serangkaian posting di akun Twitter mereka. Berikut adalah beberapa diantaranya yang akhirnya memicu konflik IeSPA dengan komunitas ini.

Kritikan ini ditujukan Mahameru.ID kepada IeSPA dengan tujuan agar IeSPA instrospeksi diri atas kinerja mereka selama ini. Namun sangat disayangkan, kritikan yang cukup pedas ini justru dibalas dengan opini pribadi yang seharusnya tidak disampaikan oleh organisasi sekelas IeSPA.

Sebagai informasi, nama Mahameru.ID sebelumnya pernah terlibat dalam sebuah skandal judi online di Dota 2. Namun judi online ini dilakukan oleh perseorangan, namun melibatkan nama organisasi secara keseluruhan. Mahameru.ID sendiri juga sudah meminta maaf secara terbuka, bahkan membubarkan tim karena masalah ini.

Tentu saja, respon dari IeSPA ini pun akhirnya direspon balik oleh para netizen yang mengikuti konflik “panas” ini. Banyak yang berpendapat, IeSPA seharusnya tidak menyerang pemberi kritik seperti ini. Seharusnya, IeSPA harus lebih membaur dengan komunitas, bukan malah menjatuhkannya dengan mengungkit kasus yang sebelumnya sudah terjadi.

konflik iespa vs komunitas

Tidak berhenti di situ saja, IeSPA juga tampak “emosi” saat membalas salah satu posting Twitter lain dari Mahameru.ID. Bahkan, Mahameru.ID diancam dengan pasal pencemaran nama baik. Tujuan Mahameru.ID sendiri sebenarnya baik, mereka memberikan kritik dan saran agar komunitas lebih respek terhadap IeSPA sebagai organisasi tertinggi di ranah e-Sports. Namun apa yang ditunjukkan IeSPA dalam merespon kritik ini justru semakin mengikis respek dari komunitas.

“Sebenarnya dari awal saya tidak berfikir bakal di gubris IeSPA , karena saya tahu saya nulis banyak dan pedes jg kata katanya,” ungkap Irliansyah Wijanarko, founder sekaligus owner dari Mahameru.ID saat dihubungi Duniaku. “Tetapi, sayang banget IeSPA malah membalasnya dengan mengungkit-ungkit salahnya kita dengan ngasih statement ‘oh ini tim yang kemarin 322 itu kan?’ Kesannya bagaimana ya, kayak kita tidak berhak sama sekali buat ngasih suara, which is sad. Mereka minta saran dengan nge-post di twitter. Saya menaggapi. Mungkin mereka tidak siap buat nerima saran sekeras itu, jadi marah,” lanjutnya.

Irliansyah juga berpendapat, kemungkinan semua respon itu berasal dari admin Twitter-nya, bukan dari organisasi secara keseluruhan. “Atau bisa jadi juga, admin Twitter-nya panas karena saya pake kata “arrogant prick“. FYI, kalo bahasa inggris-nya bagus dan paham konteksnya, yang dimaksud adalah “be transparent, be humble and blend in more with the community“. Sayang aja liat reaksinya begitu dari sebuah asosiasi resmi, blunder,” menurutnya.

Namun Irliansyah melihat ada hikmah dari “drama” di Twitter ini. “But at the end of the day, saya seneng mereka menanggapi, dan jadi bahan omongan publik. Karena dengan begini, kedua pihak, IeSPA Dan komunitas jadi sama sama sadar dan (hopefully) jalan bareng buat majuin e-sports scene kedepannya. Jadi tidak lagi terpisah menjadi dua kubu,” pungkasnya.

Duniaku juga sempat meminta tanggapan dari Eddy Lim, ketua umum dari IeSPA mengenai konflik IeSPA dengan komunitas yang terjadi ini. Namun sayang, Eddy Lim dan IeSPA sampai artikel ini ditulis belum bersedia untuk memberikan pernyataan resmi.

konflik iespa vs komunitas
Eddy Lim, Ketua Umum IeSPA

Melihat respon yang ditunjukkan admin Twitter dari IeSPA, besar kemungkinan semua respon tersebut datang dari opini pribadi admin Twitter yang bersangkutan. Tidak dibawa lebih dulu ke organisasi untuk dibahas secara bersama dan akhirnya mendapatkan tanggapan resmi dari organisasi. Hal tersebut sangat disayangkan, karena dengan menyampaikan opini pribadi dengan membawa nama organisasi, sedikit saja kesalahan bisa menjatuhkan nama organisasi tersebut. Admin Twitter IeSPA tampak terbawa emosi dengan kritikan pedas yang dilontarkan oleh Mahameru.ID.

Di sisi lain, kecaman bukan hanya ditujukan kepada IeSPA yang “marah” dalam menanggapi kritikan tersebut. Banyak juga netizen yang malah mencerca Mahameru.ID karena mereka dianggap tidak profesional akibat melakukan berbagai tindakan tidak sportif, seperti kasus 322 yang dipermalasahkan IeSPA. Seharusnya Mahameru.ID berkaca lebih dulu (bertindak lebih profesional, menjauhi tindakan tidak sportif) sebelum memberikan kritik kepada IeSPA.

Semoga saja, dengan adanya konflik IeSPA dengan komunitas bisa menjadi evaluasi dan bahan instrospeksi bagi kedua belah pihak agar selanjutnya bisa berjuang bersama-sama untuk memajukan e-Sports di Indonesia.


SHARE
Previous articleJ.J. Abrams Ingin Idol AKB48 Bermain Untuk Star Trek!
Next articleInilah Empat Tokoh Komik Barat yang Bisa Mengalahkan Saitama!
Ex Managing Editor majalah Zigma dan Omega yang mengawali karirnya sebagai kontributor sebuah blog teknologi. Febrizio dikenal juga suka dengan teknologi, film, pengembangan software, perkembangan sepakbola, serta saat ini juga mulai tertarik untuk mempelajari proses pengembangan game.