Industri Game Siap Jadi Motor Kontribusi Ekonomi Indonesia!

diskusi industri game indonesia

Industri game kini memang tengah tumbuh dengan pesat di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Untuk itu, diadakan diskusi Rencana Pengembangan Industri Game Indonesia yang melibatkan para stakeholder industri ini.

Kilas Balik Aktivitas Game Developer Indonesia Sepanjang 2015

Tahun 2015 menjadi tahun yang super sibuk bagi developer Indonesia dengan berbagai event, game dan juga proyek yang dikerjakan. Apa saja aktivitas mereka?
Baca Juga

Pada tanggal 18 Januari 2016 kemarin di Jakarta, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) melaksanakan Diskusi Rencana Pengembangan Industri Game Indonesia yang dihadiri oleh para pelaku industri game Indonesia bersama Menteri Komunikasi dan Informatika Indonesia, Rudiantara; serta Triawan Munaf, Kepala Badan Ekonomi Kreatif di kantor Kemkominfo.

Pada diskusi tersebut, para pelaku industri game indonesia menyampaikan beberapa data menarik dari industri game, bahwa game seperti Grand Theft Auto dengan biaya produksi sekitar USD 250 juta dan nilai penjualan USD 2,5 milyar berada pada peringkat 20 sebagai nilai penjualan terbesar game sepanjang masa, dan nilai tersebut telah menyamai nilai penjualan film Avatar sebagai peringkat pertama dengan nilai penjualan terbesar film hingga saat ini. Berdasarkan data yang dikutip dari Newzoo, nilai pendapatan industri game secara global sejak tahun 2012 menunjukkan pertumbuhan yang signifikan dengan nilai sekitar USD 95 milyar, melampaui industri film global 2 kali lipat.

diskusi industri game indonesia

Bukan hanya itu, selama tahun 2015, Asia Pacific menguasai 47% dari keseluruhan nilai pendapatan industri game dunia dan diantara negara-negara di Asia Tenggara, Indonesia menjadi negara dengan tingkat pertumbuhan yang paling besar dengan tingkat pertumbuhan investasi sebesar 45% dan nilai pendapatan USD 321 juta.

Sayangnya, potensi nilai pendapatan dari market share Indonesia tersebut tidak menggambarkan kekuatan pelaku industri game Indonesia yang sebenarnya karena pelaku industri lokal hanya menguasai 10% dari total nilai tersebut. Persentase tersebut diprediksi akan semakin kecil dan menjadi hanya 3% pada tahun 2019 jika Pemerintah tidak bekerjasama dengan seluruh bagian ekosistem industri game untuk mengambil alih penguasaan pasar Indonesia dan menjadikan industri game Indonesia sebagai bagian dari “Kunci Kontributor Pertumbuhan Ekonomi Nasional”.

diskusi industri game indonesia

Pelaku industri game menetapkan target bahwa pelaku industri lokal dapat menguasai setidaknya 50% atas market share lokal pada tahun 2020 dengan terjadinya kerjasama antara pemerintah dan pelaku industri game.

Dalam diskusi tersebut disampaikan, bahwa faktor-faktor yang menjadi kunci utama acuan untuk rencana kerja dalam mencapai target tersebut adalah:

diskusi industri game indonesia

  1. Promosi bersama secara langsung maupun lintas sektor seperti pariwisata, event industri, dan Public Relation Help.
  2. Matchmaking dengan Global Publisher
  3. Mandatory Local Content on Global Game sebagai bagian dari Transfer Knowledge
  4. Local Co-operation atau Company Ownership Protection (Proteksi Investasi Asing) untuk melindungi para pelaku industri lokal agar dapat memiliki waktu untuk bertumbuh.
  5. Funding Access seperti Linkage Banking/Non Banking, Grant/Loan untuk pengembangan produk lokal.
  6. Pengembangan SDM melalui akselerasi kurikulum dengan tujuan mereduksi gap tingkat keahlian antara kebutuhan industri dengan lulusan sekolah formal. Hal ini dapat dengan memanfaatkan program-program dari Software Vendor dalam menyiapkan kurikulum pembelajaran tanpa ekslusivitas.
  7. Pemberian insentif pajak atas sebuah kawasan industri khusus.

Pada kesempatan tersebut, Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Triawan Munaf menyampaikan bahwa Badan Ekonomi Kreatif sangat senang dengan hasil yang dicapai dalam roadmap e-commerce dan telah resmi ditetapkan menjadi Program Nasional oleh Presiden Republik Indonesia. Disampaikan pula bahwa potensi nilai industri game yang sangat besar ini mendorong pemerintah untuk turut serius menata game sebagai sektor tersendiri dan segera dilaksanakan seluruh rencana kerja yang akan didetailkan bersama-sama sebelum momentum yang dimiliki Indonesia terlewatkan.

diskusi industri game indonesia
Triawan Munaf (kiri) bersama Robi Baskoro, CEO Duniaku.net

Triawan Munaf memandang diperlukannya tagline khusus dalam promosi produk game Indonesia seperti “Great Indonesia Game” sehingga memudahkan dalam promosi produk-produk untuk mendapatkan perhatian dari pasar lokal dan internasional. Rencana Pengembangan Industri Game Indonesia akan diselesaikan secara bersama-sama antara pemerintah dalam hal ini Kemkominfo, Berkraf, Kemenko bidang Ekonomi, pelaku industri game indonesia dan pemangku kepentingan lainnya.

Pada pertemuan yang diinisiasi Kemkominfo tersebut turut dihadiri oleh Lis Sutjiati (Staf Khusus Menkominfo), Bambang Heru Tjahjono (Dirjen Aplikasi Informatika), Edy Murdiman (Direktur Pemberdayaan Industri Informatika), Mira Tayyiba (Asisten Deputi Peningkatan Daya Saing Ekonomi Kawasan – Kemenko bidang Ekonomi), dan para pelaku industri game Indonesia seperti Kris Antoni (Toge Production), Anton Soeharyo (Touchten), Anton Budiono (Artoncode), Muhammad Ajie (Tinker World), Ivan Chen (Anantarupa), Shieny Aprilia (Agate Studio), Dito (Digital Happiness), dan Robbi Baskoro (Duniaku Network).

diskusi industri game indonesia

Sebagai kesimpulan diskusi tersebut, para pelaku industri game Indonesia menyampaikan bahwa ini menjadi kesempatan besar bagi industri game untuk mendominasi pasar industri lokal maupun internasional pada tahun-tahun mendatang. Semoga dengan adanya kolaborasi yang baik antar stakeholder industri ini bisa membawa industri game Indonesia melangkah ke arah yang lebih baik ke depannya ya!


SHARE
Previous articlePilihan Android RAM 4GB Terbaik Selain Zenfone 2 yang Dijual Resmi di Indonesia!
Next articleIni Pertarungan Paling Seru Obito Uchiha dan Kakashi Hatake Melawan Rin Nohara!
Ex Managing Editor majalah Zigma dan Omega yang mengawali karirnya sebagai kontributor sebuah blog teknologi. Febrizio dikenal juga suka dengan teknologi, film, pengembangan software, perkembangan sepakbola, serta saat ini juga mulai tertarik untuk mempelajari proses pengembangan game.