Inilah Bukti Tawan, Tukang Las Bertangan Robot dari Bali adalah HOAX!

tawan tukang las bertangan robot

Tawan, tukang las bertangan robot dari Bali yang dijuluki Iron Man Indonesia ini ternyata HOAX! Berikut beberapa bukti yang ditemukan netizen.

Berita Tawan Si Tangan Robot Hebohkan Netizen. Asli atau Hoax?

Pemberitaan Tawan si tangan robot mendapat respon yang beragam. Ada yang skeptis dan menganggap hoax, ada pula yang mendukung. Mana yang benar?
Baca Juga

Masih seputar I Wayan Sumardana, alias Tawan yang banyak dijuluki sebagai “Iron Man” Indonesia. Bagi kamu yang mengikuti perkembangan berita mengenai tukang las bertangan robot ini sejak beberapa hari terakhir, mungkin kamu sudah sering membaca atau mendengar debat dari netizen mengenai apakah tangan robot milik Tawan ini asli atau hanya hoax yang dibesar-besarkan media. Bahkan, pembaca Duniaku juga “terbelah” menjadi dua kubu, antara yang mengapresiasi dan salut dengan kreatifitas Tawan, dan yang skeptis dan menganggap tukang las bertangan robot ini hoax.

Lantas mana yang benar? Baru-baru ini beberapa netizen berhasil membongkar sebuah fakta menarik, bahwasanya tukang las bertangan robot ini ternyata hanyalah HOAX belaka!

Fakta ini tentu tidak dibuat dengan mengada-ada, atau hanya sekedar spekulasi saja. Fakta ini diungkapkan beberapa netizen yang sudah mengamati video dan juga pemberitaan Tawan dalam beberapa hari terakhir. Dan kesimpulan yang didapat beberapa netizen ini, tidak mungkin Tawan berhasil membuat tangan robot Electroencephalographic (EEG) tanpa dukungan riset yang memadai, dan hanya memanfaatkan barang-barang bekas saja.

tawan tukang las bertangan robot
Ini bentuk bagian belakang tangan robot dari Tawan

Contohnya seperti diungkapkan oleh pemilik akun Facebook M. Asad Abdurrahman. Asad menganalisa salah satu foto dari tangan robot milik Tawan, dan menganggap dari gambar saja sudah bisa dipastikan bahwa tangan robot tersebut adalah hoax belaka. Indikasinya, banyak bagian-bagian elektronik yang tidak semestinya digunakan ada di tangan tersebut, seperti port USB dan audio, hingga PCB (papan sirkuit) yang sudah terlihat usang. Memang, Tawan menggunakan banyak barang-barang bekas untuk membuat tangan robotnya ini. Namun, banyaknya bagian yang “useless” ini membuat tangan robot Tawan tampak menggelikan.

Netizen kedua, Neko Daisuki pun meneliti lebih dalam lagi tukang las bertangan robot ini. Dia pun menganalisa salah satu video yang sempat beredar beberapa hari lalu berikut ini.

Dari video tersebut, Neko pun memberikan analisa yang cukup mendalam dan semakin mempertegas keyakinan bahwa tukang las bertangan robot ini adalah Hoax belaka. Berikut adalah kutipan analisa dari Neko.

  1. Persendian lengannya masih bisa dibilang longgar, keliatan waktu dia lagi masang lengannya. tapi lucu nya respon ke pergerakan tangannya cepat + pasti (ga salah2 gerak). Ini ga mungkin. Ibarat tarikan motor yang rantainya kendor sama yang pas. Pasti ngerti-lah maksud saya.
  2. Gear nya banyak di luar, bisa dibongkar pasang. Ajaib, gerakannya cepat + leluasa. Yang lebih ajaib lagi, gear nya ga lepas…
  3. Pergerakan tangannya terlalu biologis. Sedangkan dimana2 yang namanya benda mekanis itu gerakannya masih kaku. Banyak jeda pergerakan walaupun cuma beberapa milidetik. Bahkan asimo yang di-develop langsung oleh orang2 ahli dengan sarana mendukung pun, gerakannya juga masih bener2 terasa kayak robot kan? Nah dia saya lihat di bagian2 akhir video, gerakannya leluasa banget persis tangan asli.
  4. Sensor otak? HAHAHA bahkan perusahaan2 teknologi besar aja, dengan sarana yang benar2 mendukung untuk riset ke teknologi ini, masih belum mampu. Bahkan untuk teknologi sensor-sensoran kaya gini ini ruang lingkupnya udah nanotech. Ga bakalan bisa dibikin secara DIY. Gak akan pernah bisa… Apalagi pake rongsokan.
  5. Dan ngomong masalah sensor, sensor yang udah ada di seluruh smartphone sekarang: accelerometer, masih butuh waktu untuk baca sinyal bhwa hpnya dipake secara landscape (dari sebelumnya: portrait). Padagal ini sensor sederhana, ga pake sinyal2 frekuensi tertentu. Asli sensor untuk baca fenomena alam, masih butuh waktu beberapa mili detik untuk ganti mode ke landscape setelah hapenya diputar. Bahkan teknologi ini pun udah dikembangkan langsung sama ahlinya, sarananya mendukung, duitnya mendukung. Lah ini duit ga ada, sarana ga ada, pengetahuan mendalam tentang ini juga ga ada. Eh udah bisa nangkep “sinyal otak” tanpa lag? Barusan liat lagi videonya dan makin kesini makin yakin kalo ini 100% HOAX hahaha
  6. Itu katanya tangannya lumpuh dari lengan atas. Berarti seharusnya gear2 nya udah dimulai dari bahu. Dan disana kayanya hampir ga ada gear persendian sama sekali. Padahal disana bagian paling vital. Persendian di bahu ke lengan atas itu perputarannya hampir 180 derjat secara 3D (ga cuma 2 arah). Lah, kok dia di bagian sana kosong? Ga keliatan ada susunan gear yang rumit? Padahal lengan atasnya leluasa banget lho itu…
  7. Ini bisa dibilang exoskeleton. Tapi ga ada batang besi/logam bener kuat yang menopang lengan atas + lengan bawah dengan kuat yang berfungsi sebagai tulang seperti namanya.
  8. Ternyata jarinya juga bisa gerak! Bisa genggam batang logam! Tapi masih ga ditemukan tulang2 mekanis buat diikat ke jari2nya. Malah cuma ada sarung tangan longgar yang ga tau itu dalamnya kayak apa.
  9. Kayaknya ga ada baterai atau semacamnya. Anggap deh “sinyal otak” ini beneran berfungsi, tapi itu cuma buat kontrol, bukan sebagai power supply. Nah itu kok bisa hidup? Bisa gerak? Dispenser yang fungsi nya buat panasin air aja masih harus dicolok ke listrik kan?

Saya bukannya gak mendukung kreatifitas, saya cuma nggak mau terbawa eforia tapi ternyata semu.

Pendapat dari Neko ini pun mendapat dukungan dari seorang dokter bernama Arga Aditya. Arga mengaku adalah seorang dokter yang sudah berpengalaman di bidang Stroke. Berikut komentarnya.

tawan tukang las bertangan robot

Saya sangat setuju dengan pendapat mas Neko Daisuki, teknologi ini sangat HOAX.

Kenapa? Pertama, proses motorik menggerakan tangan itu merupakan masalah neurologis yg kompleks. Tidak bisa diselesaikan oleh “sensor” seperti itu. Butuh sensor yang bisa menerima semua sinyal saraf dari berbagai arah seperti halnya pada pemeriksaan EEG.

Kedua, alat tersebut adalah exoskeleton. Jika dilihat dari desain alat tersebut, alat tersebut hanya dibuat untuk mengangkat bahu dan lengan saja. Tetapi pada video ini terlihat jari2 lengannya masih bisa bergerak bebas. Seharusnya jika lengannya betul lumpuh atau mengalami kelemahan otot, jari2nya juga harusnya mengalami lumpuh atau kelemahan otot, tapi pada kasus ini tidak.

Ketiga, teknologi saat ini yg mendekati alat gerak otomatis adalah adalah i-limb dari Amerika yg bekerja dengan mencari sinyal saraf dari otot, bukan dari otak. Dan juga produk eksobionic yg bekerja menopang tubuh.

Keempat, masalah exoskeleton ini masih sangat diteliti oleh para ilmuwan di seluruh belahan dunia. Riset terakhir adalah pada jurnal medis bulan Januari 2016.

Semoga informasi ini membantu untuk meluruskan simpang siur yg ada. Tanggapi dengan lapang dada, bukan dengan emosi saling menghujat.

Membaca komentar dan juga analisis dari para netizen ini mungkin mempertegas bahwa tukang las bertangan robot ini hanya hoax. Akan tetapi, sosok Tawan ini mengundang rasa penasaran dan juga simpati dari banyak pihak, beberapa diantaranya adalah Menristek Dikti, Mohammad Nasir dan juga Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

Apa kata Menristek dan LIPI? Lanjut ke halaman selanjutnya!

1
2

SHARE
Previous articleEnding Doraemon Satu Ini Beneran Bikin Nangis!
Next articleDiam-Diam Ternyata Marvel Colong Jurus-Jurus Street Fighter!
Gamer. Otaku. Suka film. Suka melakukan hal-hal yang baru.