MNC Group Luncurkan MeTube, YouTube Karya Anak Bangsa!

MeTube MNC GroupMNC Group resmi meluncurkan MeTube, situs sharing video karya anak bangsa. Benarkah 100% merupakan karya anak bangsa, mendukung industri dalam negeri serta bebas pornografi?

Dukung Industri Game, Hary Tanoesoedibjo Gabung AGI?

Pengusaha sekaligus politikus Hary Tanoesoedibjo memberikan dukungannya untuk industri game lokal Indonesia. Benarkah HT bakal gabung dengan AGI?
Baca Juga

Maraknya pengguna situs sharing video seperti YouTube rupanya menggerakkan minat MNC Group untuk menyediakan situs serupa. Akhir Januari 2016 ini, tepatnya tanggal 29 Januari 2016 kemarin, salah satu group industri media terbesar di Asia Tenggara ini akhirnya meluncurkan situs sharing video miliknya sendiri dengan nama MeTube. MeTube diklaim sebagai situs sharing video karya anak bangsa dengan cita rasa internasional.

MeTube ini diluncurkan oleh MNC Group karena mereka khawatir akan banyaknya konten-konten asing yang masuk ke Indonesia. Dengan adanya MeTube yang menampilkan konten-konten video hasil karya kreator Indonesia ini, MNC Group berharap Indonesia bisa berjaya di rumah sendiri. MeTube juga memiliki sistem filtering tersendiri sehingga diklaim bisa menyaring konten-konten yang masuk agar terbebas dari unsur pornografi.

MeTube MNC GroupSebelum kehadiran MeTube ini, Emtek Group (yang membawahi media seperti SCTV dan Indosiar) sudah lebih dulu memiliki situs sharing video yang diberi nama Vidio. Jadi, sebenarnya bisnis situs sharing video di Indonesia sendiri bukan hal yang baru. Namun, MNC Group yakin, dengan berbagai strategi dan juga koneksi dengan media mereka yang lain, MeTube bisa menarik lebih banyak pengguna

Namun sayang, rupanya MeTube ini tidak “semanis” yang dipromosikan. Banyak tanggapan negatif dari netizen mengenai kehadiran situs sharing video baru ini. Pertama, konsep dari MeTube sendiri bukan sebuah konsep orisinal dan mirip dengan YouTube. Bahkan, nama dan juga logonya pun mirip dengan milik situs video sharing terbesar di dunia tersebut (hanya “You” diganti dengan “Me”). Hal ini pun sempat ditanggapi secara sarkas oleh Joko Anwar, salah satu sutradara papan atas di Indonesia melalui salah satu posting Twitter-nya.

Komentar bernada sarkasme, eh justru ditanggapi dengan serius dan menjadi artikel..

https://twitter.com/jokoanwar/status/693362042590228480

Komentar negatif kedua diberikan kepada kebijakan Terms & Conditions yang diterapkan oleh MeTube. Bisa kamu baca di bagian Terms & Conditions, ada satu bagian menarik yang membuat banyak netizen berkomentar negatif, yaitu mengenai bagian penggunaan video. Berikut adalah kutipannya.

“… Anda dengan ini menyatakan bahwa Konten yang diunggah ke Layanan kami dapat digunakan oleh PT Linktone Indonesia dan afiliasinya, induk perusahaannya, maupun anak perusahaannya (“MNC Group”) pada wilayah nasional dan internasional,”

MeTube MNC Group

Waduh gawat dong. Jadi, apapun video yang kamu buat dan kamu upload di MeTube, itu sama saja kamu memberikan konten “gratis” untuk digunakan oleh MNC Group dan afiliasinya. Bisa saja, mereka nantinya akan menggunakan video yang kamu buat untuk iklan, kampanye, ataupun semacamnya tanpa harus memberitahumu terlebih dahulu. Kamu juga tidak bisa menuntut, karena setelah kamu meng-upload video-mu, kamu sudah dianggap setuju dengan Terms & Condition di atas. Tidak ada proteksi yang kuat untuk hak cipta video-video yang di-upload di sana. Jadi, ini bisa jadi “warning” bagi para vlogger, kreator web series, dan juga insan kreatif lain agar lebih berhati-hati sebelum mengunggah video ke MeTube.

Selanjutnya dari segi konten. Janjinya, tidak ada konten pornografi karena sudah ada sistem filtering. Nyatanya, masih ada konten-konten vulgar yang ditayangkan, dan berbahaya jika dikonsumsi oleh anak di bawah umur. Memang tersedia safe filter di bagian bawah situs yang bisa kamu nyalakan atau matikan, akan tetapi secara default, safe filter ini dalam keadaan off dan sangat mungkin terlewatkan oleh user yang mengunjungi situs ini.

Nah, apa mau diblok juga nih?

Dan terakhir yang mungkin jadi hal yang dikhawatirkan adalah keberadaan MeTube yang merupakan “karya anak bangsa” ini bisa jadi alasan untuk memblokir keberadaan YouTube di Indonesia, karena tidak sesuai dengan peraturan dan norma yang ada di Indonesia…

Bicara mengenai karya anak bangsa, apakah benar MeTube 100% karya anak bangsa? Jika kamu perhatikan Terms & Conditions-nya, MeTube dimiliki oleh PT. Linktone Indonesia yang berbasis di Jakarta. Namun, Linktone sendiri bukan perusahaan asli Indonesia, melainkan perusahaan yang berbasis di Singapura yang beberapa tahun lalu mengakuisisi portal berita Okezone. MeTube sendiri merupakan konten yang dikembangkan bersama portal berita tersebut.

MeTube MNC Group
CEO MNC Group, Hary Tanoesoedibjo (tengah) saat peluncuran MeTube

Jadi, bagaimana pendapat kalian mengenai kehadiran MeTube ini? Silahkan share pendapat di kolom komentar ya!

Sumber foto


SHARE
Previous articleSERAM, Cosplay Horror dari Manga Junji Ito Ini Bakal Bikin Kamu Mimpi Buruk!
Next articleManga Pendek Junji Ito Akan Diadaptasi Jadi Film Horror Live-Action China!
Gamer. Otaku. Suka film. Suka melakukan hal-hal yang baru.