Animo Peserta Meningkat, GGJ 2016 Depok Tidak Kalah Seru!

GGJ 2016 Depok

Jumlah peserta yang lebih banyak dari tahun lalu juga dialami Depok tahun ini. GGJ 2016 Depok berlangsung tidak kalah seru dibandingkan kota lainnya!

GGJ 2016 Dimulai, Saatnya Berinovasi, Bereksperimen dan Berkolaborasi!

Antusiasme developer Indonesia tahun ini semakin besar. Jumlah peserta di beberapa kota MEMBLUDAK!
Baca Juga

Dari sembilan site (lokasi penyelenggaraan) Global Game Jam (GGJ) 2016, Depok adalah salah satu site yang tidak pernah absen dalam menggelar event tahunan ini sejak pertama kali digelar di Indonesia tahun 2014 lalu. Sama seperti di site lainnya, tahun ini ada peningkatan dari segi jumlah peserta di Depok, dimana ada 22 jammers (peserta) yang mengikuti GGJ 2016 Depok yang diselenggarakan tanggal 29 hingga 31 Januari 2016 di Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Indonesia kemarin. Lebih banyak dari tahun lalu yang dihadiri 12 peserta, dimana sebagian besar peserta berasal dari kalangan mahasiswa di sekitar Depok.

Rangkaian acara GGJ 2016 Depok sendiri dimulai dengan sesi talks yang dibawakan oleh CEO Chocoarts, Mega Denditya. Di hadapan para peserta, Mega menjelaskan bagaimana perjuangannya dari awal hingga Chocoarts bisa berdiri sampai sekarang ini. Mega juga menjelaskan beberapa keputusan yang harus diambil untuk menjadikan game yang dibuat sebagai sebuah produk, dan juga bagaimana cara publishing game yang benar. Selain itu, Mega juga menjelaskan bagaimana gambaran pasar internasional di industri game dewasa ini, serta apa saja tantangan yang harus dihadapi.

GGJ 2016 Depok

GGJ 2016 Depok

Setelah mendapatkan materi dari Mega, peserta pun bersama-sama menonton video keynote yang diberikan oleh panitia pusat GGJ. Reaksi beragam ditunjukkan oleh peserta kala mendengar tema GGJ 2016 tahun ini: Ritual. Ada yang langsung tertawa, ada juga yang sempat bingung. Namun mereka semua antusias untuk saling bertukar ide mengenai game apa yang dibuat dengan tema Ritual ini. Seperti kebanyakan peserta di site lain, banyak yang menginterpretasikan tema ini dengan nuansa mistis yang berhubungan dengan makhluk halus. Dengan jumlah 22 peserta ini, akhirnya dibentuk lima tim yang disesuaikan dengan jumlah artist yang ada.

GGJ 2016 Depok

GGJ 2016 Depok

Di GGJ 2016 Depok, peserta mendapatkan kesempatan untuk presentasi tiga kali. Tujuannya adalah agar peserta mendapatkan feedback yang positif untuk mengembangkan game mereka agar menjadi lebih baik. Peserta pun tampak antusias dan koperatif dalam memberikan feedback dan bertukar ide satu dengan lainnya.

GGJ 2016 Depok

GGJ 2016 Depok

Sambut Global Game Jam 2016, Gelaran Ketiga “Akar” Kolaborasi Industri Game Indonesia

Global Game Jam tidak jarang menjadi awal mula terciptanya kolaborasi di industri game Indonesia. Bagaimana dengan Global Game Jam 2016 nanti?
Baca Juga

Di akhir 48 jam mengembangkan game, GGJ 2016 Depok akhirnya menghasilkan 5 game yang terdiri dari Juru Kunci Saga, Nightmare Escape Project, Romeo & Juliet – Untold Story, The Holy Underpant, dan The Summoner. Meskipun bukan kompetisi yang ditonjolkan, namun para peserta GGJ 2016 Depok berhak memberikan suara mereka untuk mendapatkan game terfavorit sepanjang GGJ 2016. Dan akhirnya, gelar game favorit peserta ini jatuh kepada game Nightmare Escape Project yang mendapatkan mayoritas suara dari peserta.

“Menurut saya GGJ 2016 tahun ini lebih megah dan meriah dibanding tahun lalu, dengan diversifier yang lebih baik dan tema yang unexpected membuat ideation-nya menjadi lebih seru dan out of the box,” ungkap Ardhan Fadhlurrahman, organizer GGJ 2016 Depok saat dihubungi Duniaku. “Ditambah dengan beberapa site baru, walaupun ada beberapa site tahun lalu yang tahun ini tidak melaksanakan, semoga bisa menjadi bukti bahwa game developer di Indonesia bisa bahu membahu dan memberikan impact untuk tingkat internasional,” lanjutnya.

GGJ 2016 Depok

Untuk penyelenggaraan tahun 2017 mendatang, Ardhan juga menyampaikan sedikit harapannya. “Harapannya sih agar lebih banyak lagi jamsite yang ikut agar bisa semakin merata di Indonesia, dan lebih banyak menjangkau orang yang ingin ikutan game jam,” pungkasnya.

Ingin tahu  bagaimana keseruan GGJ 2016 di kota-kota lain? Ikuti terus liputannya di Duniaku ya!


SHARE
Previous articleGa Ada Habisnya, Sound Four Bangkit Kembali untuk Membasmi Ninja Konoha!
Next article5 Bukti bahwa Sanji adalah Assassin
Ex Managing Editor majalah Zigma dan Omega yang mengawali karirnya sebagai kontributor sebuah blog teknologi. Febrizio dikenal juga suka dengan teknologi, film, pengembangan software, perkembangan sepakbola, serta saat ini juga mulai tertarik untuk mempelajari proses pengembangan game.